
satu jam berkendara Chandrick baru sampai di mansion. Chandrick menoleh ke arah Cahaya, dia tersenyum menatap Cahaya yang tertidur pulas. Chandrick menggendong Cahaya alah Bridal Style dan membawanya kekamar. Lalu dia membaringkannya dengan hati-hati agar Cahaya tidak terganggu dalam tidurnya.
Chandrick hanya menggelengkan kepalanya melihat Cahaya tertidur yang begitu pulas. Bahkan ketika digendong dia tidak terusik sama sekali.
Setelah puas memandang wajahnya calon istrinya dia pun keluar dari kamar yang ditempati Cahaya.
sekarang Chandrick sudah berada di ruang kerjanya. Karena hari ini tidak ke kantor jadi pekerjaannya dia bawah kerumah untuk diselesaikan. Jam sudah menunjukan jam 19 : 30 Chandrick masih belum selesai mengerjakan berkas-berkasnya yang dibawah oleh Hanz Untuk dikerjakan.
Sedangkan Cahaya baru bangun dan dia berjalan menuju kamar mandi,lalu melaksanakan ritual mandinya.
Setelah selesai mandi ia bergegas memakai pakaian rumahan.
Dia keluar dari kamar dan menuju ruang tamu.
"Bik." Panggil Cahaya pada pelayan yang berpapasan dengannya.
"Iya Non, apa Non butuh sesuatu." Tanya pelayan itu sambil menunduk sedikit.
"Tidak bik, cuma mau tanya apa bibik lihat Chandrick." Tanya Cahaya pada pelayan itu yang paling tua diantara pelayan yang lain.
"Coba Nona cari di ruang kerjanya." Ujar pelayan itu sopan.
__ADS_1
"Bi siapkan makanan ya, saya mau menemui Chandrick dulu." Sebelum Cahaya pergi menemui Chandrick, dia kedapur dulu untuk membuatkan kopi.
Cahaya sudah berada di depan ruang kerja Chandrick membawa segelas kopi.
Tok Tok Tok
"Masuk" Ujar Chandrick dari dalam.
Ceklek
Pintu ruang kerja Chandrick terbuka, Cahaya dengan pelan berjalan kearah Chandrick sambil membawa kopi dan meletakkannya dimeja.
"Diminum kopinya, istirahat dulu otak juga perlu istirahat." Ujar Cahaya tersenyum lalu mengambil berkas dari tangan Chandrick dan menyimpannya.
"Tunggu mas, kuambil dulu kopinya." Tahan Cahaya dan melepaskan pegangan tangan Chandrick. dia mengambil kopi Chandrick yang berada diatas mejah dan membawanya ke sofa. Sedangkan Chandrick hanya menghela nafas karena dia ditinggal oleh Cahaya yang berjalan lebih dulu menuju ke sofa dengan membawa secangkir kopi.
"Kok ditinggal si sayang." Ujar Chandrick cemberut kearah Cahaya sedangkan Cahaya hanya terkekeh.
"Ulu ulu ulu ngambek ni jelek lo nanti kalau suka ngambek." Goda Cahaya dengan mencolek hidung mancung Chandrick.
"Sayang, masa tampan begini dibilang jelek si." Rengek Chandrick lalu mencium pipi Cahaya dengan secepat kilat.
__ADS_1
Muka Cahaya sudah memerah karena malu.
Tok Tok Tok (Ketukan pintu dari luar)
"Masuk" Ujar Chandrick kesel karena seseorang menganggu kebersamaannya dengan Cahaya.
"Ceklek
Pelayan itupun masuk dan menghampiri Cahaya dan Chandrick. Pelayan itupun tidak berani menatap tuannya karena takut. Muka Chandrick kayak mau makan orang karena kesel gara-gara pelayan ini kebersamaan dengan Cahaya terganggu.
" Ada apa" Ujar Chandrick datar.
"Tu.. tuan, Nona makanan sudah siap.' Ujar pelayan itu.
" Baik bi, sebentar lagi kami akan turun." Ujar Cahaya.
"Ayo sayang kita turun makan." Cahaya berdiri dan Chandrick pun ikut berdiri dan berjalan bersama menuju ke mejah makan.
Cahaya dan Chandrick sudah berada di meja makan. mereka menyantap makanan tanpa bersuara itu sudah jadi kebiasaannya. hanya suara sendok yang terdengar
Setelah selesai makan Cahaya dan Chandrick sudah berada di ruang keluarga duduk dengan santai.
__ADS_1
...***Bersambung***...