
Keesokan harinya Cahaya ikut bersama suaminya ke Jerman. Kantor cabang kembali yang mengurus adalah Arsya sahabat Chandrick sendiri sekaligus orang kepercayaannya.
Setelah menempuh perjalanan 15 jam 45 menit akhirnya sampai Bandar Udara Berlin Tegel.
Chandrick dijemput oleh supir pribadinya di bendara.
Waktu sudah menunjukan pukul 4 Sore.
"Selamat sore Tuan" Sapah Sopir itu pada Chandrick.
Chandrick hanya mengangguk lalu membuka mobil untuk istrinya terlebih dahulu. Tak lama ia juga ikut masuk duduk disamping istrinya.
Chandrick dan Cahaya bercanda di dalam mobil tanpa terasa mereka sudah sampai di mansion.
Chandrick turu lebih dulu lalu mekbukakan pintu untuk istrinya.
"Selamat datang kembali istriku" Ucap Chandrick mempersilahkan istrinya masuk kedalam
"Selamat datang kembali nyonya." Ucap pelayan serentak. Cuma ada satu orang menatap iri Cahaya siapa lagi bukan lisa.
Cahaya hanya tersenyum menjawab sapasn para pelayan berada di mansion suaminya.
Cahaya melihat Lisa sejenak. Kau ia berjalan ke arah Lift untuk naik ke lantai dua dimana kamarnya berada bersama suaminya.
Masih ingatkan Lisa itu seorang Maid ada di eps 47. Lisa juga diam-diam menyukai Chandrick.
Cahaya langsung membaringkan badannya dikasur King size nya.
"Aaahh empuknya." Tak butuh waktu lama Sudah sudah terlelap.
__ADS_1
Chandrick keluar dari kamar mandi melihat istrinya tertidur tanpa mengganti bajunya.
Setelah selesai ia memakai baju. ia masuk kekamar mandi untuk mengambil air.
Chandrick membuka baju Cahaya dengan hati-hati agar tidak membangungkannya. Dengan telaten ia melap seluruh badan Cahaya dengan kain basah.
Setelah Chandrick selesai melap badan Cahaya, ia mengambilkan baju piyama untuk Cahaya.
Chandrick naik ketempat tidur ikut membaringkan barangnya disamping Cahaya. Tangan Chandrick langsung melingkar dipinggang istrinya. Mereka berdua sudah terlelap dalam tidurnya.
...****************...
Dimarkas
"Buka pintunya" Titah Leo pada anggotanya. Tanpa banyak bertanya anggotanya langsung membuka pintu.
Pintu terbuka terlihat Keyla yang begitu memprihatinkan.
Setelah Ikatan Keyla terlepas, Keyla menatap orang didepannya dengan sendu.
"Tolong lepaskan saya." Cicit Keyla dengan pelan.
"Bersihkan badangmu." Titah Leo tanpa menghiraukan permintaan Keyla. Keyla tetap diam ditempatnya tanpa mau bergerak membuat Leo geram.
"Bersihkan badangmu sekarang atau keempat orang dibelakang yang akan membantumu." Ancam Leo.
Keyla melihat orang dibelakang ia menelan Salivanya dengan susah paya.
"Ba.. Baiklah, biar saya sendiri." Cicit Keyla lalu ia berdiri masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Leo memberi kode anggotanya untuk keluar dari kamar. Setelah anggota keluar dari kamar tinggal Leo di dalam kamar menunggu Keyla selesai mandi.
Pintu kamar mandi terbuka, Keyla keluar dengan masih menggunakan kimono. Keyla melap rambutnya dengan handuk kecil.
Leo melemparkan baju untuk Keyla pakai.
"Pakai baju itu" Ucapnya datar.
Keyla mengambil paper bag lalu membukanya. Sebuah dress cantik namun terlalu terbuka menurutnya.
Keyla mengambil baju itu dan membawanya kekamar mandi untuk memakainya. Keyla menatap penampilannya ke cermin.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Keyla.
"Itu ada alat Make Up, riaslah wajahmu" Titah Leo lagi.
Tanpa banyak bicara Keyla merias wajahnya supaya terlihat cantik.
"ikuti saya" Titah Leo dan berjalan lebih dulu, sedangkan Keyla berjalan dibelakang Leo.
Singkat cerita Keyla di bawah tempatnyaMadam Rose.
"Jangan sampai ia bebas dari sini." Ucap Leo pada Madam Ros.
"Baiklah." Jawab Madam sambil melihat Keyla yang duduk santai.
Madam Ros mendekati Keyla, "Lumayan cantik, Kamu harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk tamuku."
__ADS_1
...***Bersambung***...