Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
SEASON 2 BAB 6


__ADS_3

Mereka sudah sampai di Mansion mewah dengan halaman yang luas.


"Terima kasih sudah antar gue pulang" Ucap Bintang datar.


"Iya, gue pulang dulu." Jawab Tari lalu melajukan Motornya meninggalkan Mansion mewah Bintang.


Seorang paru baya membuka pintu dan melihat anak semata wayangnya sudah pulang.


"Bi Motormu mana, terus kamu pulang naik apa?" Tanya Mommy Ratna bertubi-tubi.


"Mi tanya itu satu-satu" Ucap Bintang dan langsung menyelonong masuk tanpa menghiraukan Mommy yang lagi kesel.


"Bi kalau ditanya itu dijawab, bukan langsung pergi." Ucap Mommy Ratna kesel.


"Bi Motor Bintang kehabisan bensin, dan untung ada teman Bintang anterin kesini." Ujar Bintang langsung membaringkan badannya disofa karena lelah apalagi ia berantem dengan preman. dan preman itu sempat menendang perutnya sehingga ia merasakan sedikit nyeri.


"Bi, naik gi ke kamarmu bersih bersih baru istirahat." Ucap Mommy Ratna menggoyang kan badang Bintang yang sudah menutup matanya.


"Baiklah Mom" Bintang bangun lalu naik ke lantai dua dimana kamarnya ia berada.


...****************...


Sementara Tari baru sampai dirumahnya.


"Mang parkir kan motor ku ya." Ucap Tari melemparkan kunci motornya pada Satpam rumahnya.

__ADS_1


"Baik Non"


"Mommy....... Tari pulang..... " Teriak tari menggema sehingga membuat Mommynya kaget.


"Mommy, kok mukah Mommy penuh tepung." Ucap Tari Polos.


"Ini semua karena kamu Tari, berapa kali Mommy bilang jangan berteriak kalau masuk kedalam rumah." cahaya langsung menjewer kuping Tari karena ulahnya sehingga olahan kuenya berantakan.


"Ampun mom, Nanti kuping Tari panjang." Ucap Tari.


"Biar panjang agar kamu bisa mendengar apa yang mommy ucapkan." Ucap Mommy Cahaya kesel lalu melepaskan jeweran Tari.


"Mom Daddy mana?" Tanya Tari karena ia tidak melihat dimana Daddynya.


"Daddy kekantor, karena ada beberapa berkas harus ia tandatangani.


Tak lama Tari keluar dari kamarnya dan sudah rapi.


"Tar, kamu mau kemana?" Tanya Mommy Cahaya.


"Mau kekantor Daddy Mom" Jawab Tari.


Tari hanya memerlukan 15 menit untuk sampai dikantor Daddynya. Baru pertama kalinya Tari datang ke perusahaan Drick Group.


Bruuk..

__ADS_1


"Maaf aku tidak sengaja." Ucap Tari meminta maaf pada orang yang ia tabrak.


"Hem" Jawab orang itu dingin.


Tari mengangkat wajahnya dan melihat laki-laki tampan didepannya sehingga ia terpesona.


"Tampan" Guman Tari namun masih didengar oleh pria Tampan itu.


"aku Tahu Nona kalau aku tampan, tapi awas nanti ilernya jatuh." Ucap Pria itu kembali melanjutkan jalannya sementara Tari megusap ilerannya yang dimaksud pria itu. Namun setelah kesadarannya kembali ternyata ia dikerjai oleh pria tampan itu.


"Dasar om-om gue dikerjain. tapi Tampan si kayaknya dia kolega bisnisnya Daddy." Tari kembali melanjutkan jalannya dan ia akan bertanya pada Resepsionis dimana ruangan Daddynya.


"Nona cari siapa?" Tanya Resepsionis itu sopan.


"Mba dimana ruangannya Tuan Chandrick." Ucap Tari tersenyum.


"Maaf Nona, apa Nona sudah buat janji pada Tuan Chandrick." Ucal Resepsionis itu ramah dan itu nila plus dari Tari.


Setelah lama berfikir Tari kembali berkata. "Belum Mba, Tapi kalau aku yang datang pasti diisinin kok percaya de Mba. Mba cukup kasih tau ajah dimana ruangan Tuan Chandrick." Ucap Tari lagi pada Resepsionis.


"Tunggu ya dr, aku telpon dulu sekretaris Tuan." Ucap Resepsionis itu.


"Alah tidak perlu telpon paling ia jalan mau menggoda tuan." Ucap Resepsionis itu sinis yang baru datang dari Toilet. Sementara Tari sudah mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Sis, kita tidak boleh memperlakukan tamu seperti itu." Ucap Resepsionis itu.

__ADS_1


"pergi dari sini atau aku suruh satpam itu menyeretmu keluar." Siska tidak menghiraukan perkataan temannya. is tidak tahu dengan sikap arogannya itu akan membuat ia kehilangan segala-galanya.


__ADS_2