Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 89


__ADS_3

"Bos, ada apa tumbeng datang ke sini." Ucap Hanz ketika melihat bosnya masuk ke ruangannya.


"Hanz, besok saya dan istriku mau pergi ke Indonesia untuk mengurus masalah perusahaan Aditama. Bisakan kamu urus perusahaan disini dulu sampai saya kembali." Ucap Chandrick pada Hanz.


"Baiklah bos." Pasrah Hanz.


Setelah mengatakan tujuannya ke Hanz, ia pun keluar dari ruangan Hanz menuju ruangannya untuk melihat Cahaya.


Ceklek.


Chandrick masuk ke ruangannya. Ia melihat Istrinya masih terlelap dalam tidurnya. Chandrick tidak tega membangunkan Cahaya. Ia menggendong Cahaya ala bridal Style.


Chandrick sudah ada didalam mobil dan Cahaya berada disampingnya. Chandrick mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Cahaya mengerjabkan matanya dan ia menoleh kearah suaminya yang mengendarai mobil.


"Hubby.." Ucap Cahaya parau khas bangun tidur.


Chandrick menoleh dan tersenyum. "Ia sayang."


"Hubby, kok tidak dibangunin, Saya kan berat kalau digendong sampai dimobil." Ucap Cahaya manja.

__ADS_1


"Kamu tidak berakko sayang. " Balas Chandrick dengan mengenggam tangan Cahaya dan tangan satu tetap pokus menyetir.


Skip mereka sudah sampai dirumah. Cahaya keluar dari mobil yang diikuti Chandrick. Chandrick langsung menggenggam tangan dan mereka masuk kedalam rumah secara bersama.


"Tuan mau di masakan apa?" Ucap Lisa dengan gaya centilnya yang membuat Cahaya menatap tajam pelayan itu.


"Tidak perlu repot menawarkan makan, karena di sini ada koki khusus masak." Bukan Chandrick menjawab melainkan Cahaya yang jawab dengan ketus.


"Maaf.. Maaf Nyonya." Ucap Lisa dengan tangan mengepal dan itu tak lepas dari penglihatan Cahaya.


"Urus tugasmu sendiri. Jika kamu masih mau kerja di sini. Jangan pernah berniat menggoda tuanmu." Ucap Cahaya pedas lalu melangkah pergi dengan perasaan emosi.


"Ini peringatan terakhirku, jangan pernah kamu melampaui batasmu kalau kamu masih mau hidup tenang." Ucap Chandrick berjalan namun baru beberapa langkah ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah pelayan itu masih menunduk. "Dan jangan pernah membuat Istriku marah lagi" Chandrick kembali melangkahkan kakinya menuju lift sampai dikamarnya.


Ceklek


"Sayang, kok ditinggalin." Ucap Chandrick memeluk istrinya yang lagi merajuk.


"Hubby, saya tidak suka pelayan itu, ia ingin menggodamu dan saya tidak suka tatapannya yang penuh damba kearah Hubby. Ucapnya dengan membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


" Hubby mandi, tapi maunya bareng Hubby." Ucapnya Cahaya masih memeluk Chandrick.


"Ayo kita kekamar mandi dengan senang hati suamimu yang tampan ini akan menemanimu mandi. " Chandrick langsung menggendong Istrinya alah bridal style dan Cahaya langsung mengalungkan tangganya ke leher suaminya karena kaget


Sesampainya di dalam kamar mandi Chandrick membuka baju istrinya dia juga begitu. Mereka sudah sama-sama polos. Seharusnya mereka mandi hanya 30 menit hingga ia sampai 1 jam lebih kamar mandi karena ulah suaminya.


"Maaf sayang, jangan marah lagi." Ucap Chandrick dengan mencolek dagu istrinya.


"Saya kesel sama Hubby, gara-gara Hubby badanku sakit semua." Ucap Cahaya manyung yang membuat Chandrick mau menciumnya.


Cup


"Hubby.. ' Teriak Cahaya kesel lalu memukul lengan Chandrick.


Pukulan Cahaya tidak ada apa-apanya bagi Chandrick. Pukulannya seperti gigitan semut menurutnya.


" Sayang.. Kok dipukul."


"Hubby ngeselin."

__ADS_1


"Kita makan dulu, sebentar baru kamu lanjut lagi marahnya sayang." Ucap Chandrick menggendong istrinya yang membuat cahaya memekit kaget dan langsung mengalungkan tangannya dileher Chandrick.


__ADS_2