Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 72


__ADS_3

Clara Ayudia kujatuhkan talak tiga padamu, dengan ini kamu bukan lagi istriku." Ujar Kevin mantap tanpa ada keraguan.


"Mas hiks hiks jangan menalakku mas, aku sangat mencintai." Clara terus menangis sembil berlutut didepan Kevin. Kevin hanya diam menatap Clara yang masih menangis.


"Minggir." Bentak Kevin lalu pergi dari Hotel.


"Kevin.. Kevin jangan pergi." Clara terus memanggil Kevin dan ingin mengejarnya namun seseorang menarik rambutnya.


"Aku menyesal menjodohkan anakku sama kamu." Ujar Bunda Fiona penuh penyesalan dan masih menjambak rambut Clara.


"Lepas, ini sakit sekali." Ujar Clara merintih kesakitan.


Delon menghampiri istrinya lalu memegang lembut tangan istrinya. Bunda Fiona melepas tangannya ke rambut Clara lalu berbalik memeluk suaminya menangis sesuguhkan


"Seandainya saya mendengar kata-kata putraku, ini semua tidak akan terjadi." ujar Bunda Fiona menangis dipelukan suaminya penuh penyesalan karena tidak pernah mendengar perkataan putranya bahkan ia memaksa putranya menikah dengan wanita yang tidak ia cintai.


Tuan Delon Dirgantara memberi kode pada anak buahnya untuk membubarkan orang-orang yang masih berkerumunan.


"Hiks hiks ini semua salahku, aku yang membuat anakku terluka." Ujar Bunda Fiona yang masih menangis dipelukan suaminya.


Cahaya dan Chandrick menghampiri Tuan Dirgantara.


"Maaf Tuan dan Nyonya, Kami juga permisi pulang." Ujar Cahaya.

__ADS_1


Bunda Fiona dan Delon menoleh ketika mendengar suara Cahaya.


Delon melepaskan pelukanya dan mengampiri Cahaya dan Chandrick.


"Maaf anda harus melihat semua kekacauan ini." Ujar Delon merasa tidak enak pada tamunya pentingnya.


"Tidak apa-apa tuan, Kami bisa mengerti." Ujar Cahaya lalu berjabat tangan dan meninggalkan hotel.


Sedangkan di dalam hotel masih memanas.


Bunda Fiona kembali melihat Clara yang sudah berantakan. Ia menghampiri Clara dan menyeretnya keluar dari Hotel.


"Keluar kamu, kamu sudah membuatku malu." Ujar Bunda Fiona yang masih menyeret Clara keluar dari Hotel.


"Bun, Clara tidak salah, Clara difitnah bun." Ujar Clara yang masih bersih keras mengelak. Namun Bunda Fiona tidak mengubris ucapan Clara. sesampainya diluar Hotel Bunda Fiona langsung melempar Clara.


"Jeng Fiona kenapa kamu memperlakukan Clara seperti ini." Ujar Ibu Laras.


"Anak Jeng Laras sudah mempermalukan keluargaku." Ujar Bunda Fiona sinis.


"Maksud jeng Fiona apa.?" Tanya Ibu Laras heran apa yang dimaksud sahabatnya.


"Tanya anak jeng sendiri, apa kesalahan dia." Ujarnya lalu kembali kedalam hotel.

__ADS_1


Sedangkan Clara menatap ibunya sendu.


"Bu, mereka memfitnahku." Bohong Clara mencoba mencari dukungan kapada ibunya.


"Iya sayang ibu percaya padamu. Ayo kita pulang." Ibu Laras mengajak anaknya pulang dengan menaiki mobilnya.


...****************...


Chandrick dan Cahaya sudah berada di dalam kamar.


"Sayang apa lagi kamu rencanakan untuk membalas orang itu." Ujar Chandrick yang mengelus kepala istrinya.


"Maksud mas Clara." Ujar Cahaya memastikan yang diangguki Chandrick.


"Lihat ajah nanti." Ujar Cahaya lalu memeluk suaminya.


"Mas kapan kembali ke Jerman?" Tanya Cahaya mendongak menatap suaminya.


Cup


1 kecupan mendarat di bibir Cahaya.


"besok Sayang." Ujarnya lalu kembali mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candunya. dan terjadilah hubungan suami istri pada pasangan halal itu.

__ADS_1


Cahaya terbangun pagi-pagi untuk menyiapkan keperluan suaminya. Chandrick akan kembali kejerman jam 10 Pagi karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.


...***Bersambung***...


__ADS_2