
"jelaskan" Ujar Cahaya dengan menatap tajam Kevin."
"Jangan marah sayang," Rayu Kevin dengan mencolek dagu Cahaya. "Ok jangan menatapku seperti itu."
Flashback
Di tokoh perhiasan Kevin sudah memesan cincin untuk Cahaya.
"Tuan Kevin mau ambil pesanannya ya?" Tanya Pelayan toko itu"
"Iya Mba, apa cincinnya sudah jadi?"
"Tunggu ya saya ambilkan." Ujar pelayan itu dan diangguki Kevin.
Beberapa menit kemudian pelayan itu datang menghampiri Kevin dengan kotak cincin di tangannya.
"Ini mas cincinnya." Ujar pelayan itu dan memberikan cincin itu pada Kevin.
Kevin mengambil cincin itu dan melihatnya. dia tersenyum senang melihat cincin yang sesuai keinginannya.
"Makasih ya Mba, Saya sudah transfer ya." Ujar Kevin pada pelayan itu.
Kevin meninggalkan tokoh itu. dia pergi menemui Arga di markasnya.
Sesampainya di markas Kevin menelisik ruangan itu, namun dia tidak menemukan seseorang yang dia cari.
"Bos cari siapa?" Tanya Lukas yang melihat bosnya celingak celinguk mencari sesuatu.
"Andre Mana.?" Tanya balik Kevin sambil melihat kesana kemari.
"Dikamarnya mungkin bos." Ujar Lucas
Tanpa bicara Kevin langsung berlari kekamar Andre.
Brak
Kevin membuka kasar pintu dan membuat orang didalam terlonjak kaget.
"Bos bagaimana kalau saya terkena serangan jantung bisa death hidup saya, apalagi saya belum menikah bos, belum menikmati surganya dunia bos." Omel Andre pada Kevin.
"Kalau kamu death tinggal digalikan tanah kan beres." Ujar Kevin tanpa dosa yang membuat Andre menatap horor bosnya sekaligus sahabatnya.
"Yaelah bos, kalau saya death, bos tidak akan mendapatkan orang seperti saya yang baik dan tidak sombong. Bahkan saya mengelola Kafe bos dengan baik sampai penghasilan kita meningkat tiap bulan." Bangga Andre sedangkan Kevin Hanya memutar bola matanya malas melihat kelakuan Andre.
__ADS_1
"Suka-suka kamu saja." Ujar Kevin duduk disofa yang ada dikamar Andre.
"Ndre Ini." Ujar Kevin menyerahkan kotak cincin itu ke Andre.
"Buat saya bos, Bos saya masih normal, masih suka lobang bukan pedang." Ujar Andre bergidik ngeri melihat bosnya.
Kevin langsung berdiri mengeplak kepala Andre kesal.
"Cincin itu bukan buat kamu. tapi buat Cahaya. Saya ingin kamu kasih pelacak pada cincin ini." Ujar Kevin pada Andre.
"Bilang dong bos."
Andre berdiri dan mengambil cincin itu untuk menyimpan pelacak pada cincin yang akan diberikan Cahaya.
"Bos, kenapa dikasih pelacak segala di cincin ini." Tanya Andre .
"Sebenarnya beberapa hari ini perasaanku kurang enak, kayak ada mau terjadi sesuatu. dan untuk berjaga-jaga saya memberikannya cincin yang bisa kita lacak kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." Ujar Kevin pada Andre.
Andre sudah memasangkan alat pelacak di cincin Cahayanya.
Dan Kevin bersiap untuk menemui Cahaya memberikan cincin itu pada Cahaya.
...****************...
Kevin mengambil handphonenya dan mendail No Andre.
"Hallo bos?" Sapa seseorang disebrang telpon.
"Ndre ke apartemen ku sekarang sekalian ajak lucas dan Natahan. 10 Menit kalian sudah ada di apartemen ku." Ujar Kevin mematikan telponnya sepihak.
Kevin mondar mandir menunggu temannya yang juga belum datang.
"Mana si itu orang belum datang juga, awas ajah 5 menit lagi tjdak datang saya.... "
Ucapan Kevin terpotong karena dia mendengar seseorang mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
Ceklek
Kevin berkacak pinggang menatap temannya garang seakan ingin menelannya hidup-hidup.
"Bos jangan marah, jalanan macet." Ujar Nathan diangguki kedua temannya.
__ADS_1
"Ya udah masuk cepat, Ini urgent."
Mereka bertiga masuk ke apartemen Kevin dan duduk disofa.
"Ada apa si bos, kok panik begitu."
"Cahaya hilang, dari tadi saya hubungi nomornya tidak aktif-aktif."
"Hilang" Beo Andre bingung.
"Maksud bos, Ibu Bos hilang bagaimana si, coba jelaskan." Ujar Lucas
"paginya sempat saya telponan sama dia. Katanya dia mau meeting sama perusahaan DA CORPORATION. Namun saya telpon Cahaya maupun Arga sama-sama telponnya Tidak Aktif." Ujar Kevin menjelaskan.
Andre berfikir sejenak, mengenai Perusahaan DA CORPORATION.
"Vin pinjam laptopmu dulu. "
Tanpa banyak bertanya Kevin mengambil Laptop nya dikamar. Karena dia tahu Andre adalah Hecker handal.
Setelah Laptop berada ditangan Andre. Andre mencari tahu mengenai perusahaan DA CORPORATION. Andre mencoba mencari tahu siapa CEO di DA CORPORATION.
"Bagaimana Ndre apa ada yang kamu temukan.?" Tanya Kevin.
"Vin kayaknya ada yang tidak beres hilangnya Arga dan Cahaya. Coba kamu baca identitas CEO di DA CORPORATION.
" Ya Ndre, sangat mencurigakan."
"Ndre kamu bisa lacak kan keberadaan Daniel"
"Saya akan usahakan."
Andre berusaha melacak keberadaan Daniel.
"Vin saya tidak bisa melacak Daniel, kayaknya dia sudah antisipasi supaya tidak ada seseorang bisa melacaknya." Ujar Andre pada Kevin.
"Oh iya Vin Cincin cahaya kan kita sudah pasang pelacak. Kamu sudah memberikan cincin itu pada Cahaya kan." Ujar Andre pada Kevin dan diangguki Kevin.
Andre melacak GPS cincin Cahaya yang terpasang di jari manisnya.
"Dapat Vin, mereka ada dibandung." Ujar Andre pada Kevin.
"Ayo bersiap-siap Kita kesana menjemput calon istriku." Ujar Kevin datar kepada Ketiga temannya.
__ADS_1
...***Bersambung***...