Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 55


__ADS_3

Pagi ini Cahaya sudah bersiap-siap untuk pergi mencari cincin kawin bersama Chandrick.


Tok Tok Tok.


Chandrick mengetuk pintu kamar Cahaya. "Sayang apa kamu sudah siapa." Panggil Chandrick yang masih berdiri depan pintu yang masih tertutup rapat.


"Ya mas, sebentar lagi ni siap, mas tunggu ajah ya di ruang tamu." Teriak Cahaya dari dalam.


Setelah mendengar jawaban Cahaya Chandrick pergi keruang tamu untuk menunggu sang pujaan hati selesai bersiap.


Sedangkan dikamar Cahaya sedang merias wajahnya dengan Make up yang sederhana. dan tak lupa pula dia memakai liplos supaya bibirnya tidak kelihatan pucaya.


Cahaya keluar kamarnya menuju ruang tamu untuk menemui Chandrick.


Chandrick terpesona melihat kecantikan calon isterinya. Chandrick tidak berkedip menatap Cahaya yang begitu cantik.


"Cantik" Ujar Chandrick tanpa sadar memuji Cahaya.


"Apa mas, saya tadi agak kurang dengar." Ujar Cahaya.


"aahh.. Bu... Bukan apa-apa." Ujar Chandrick menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu pada Cahaya.


"Sa.. sayang ayo" ajak Chandrick dan menarik tangan Cahaya dengan lembut menuju mobilnya.


Selama satu jam berkendara akhirnya mereka sudah sampai ke tokoh mas. Cahaya dan Chandrick bersama-sama masuk kedalam tokoh itu.


"Silahkan pilih sayang, cincin yang mana kau suka." Ujar Chandrick pada Cahaya.

__ADS_1


Namun Cahaya hanya melihat-lihat cincin yang berada di etalase.


"Mba apa ada cincin keluaran terbaru." Tanya Chandrick pada penjaga tokoh emas.


"ad Mas, tunggu saya ambilkan." ujar penjaga tokoh lalu pergi mengambil Cincin. Tak lama kemudian penjaga tokoh itu kembali dengan membawa 2 kotak cincin.


"Ini pak Cincinnya." Penjaga tokoh itu membuka cincin pertama.


Cincin pertama berhias berlian langkah berwarna biru sedangkan Cincin yang kedua bermahkotakan batu ruby semerah darah dengan kilau yang mempesona.


"Yang mana sayang yang kamu suka." Tanya Chandrick.


"Mbak kalau ini berapa harganya.? Tanya Cahaya menunjuk cincin kedua.


"Itu harganya 580 Milliar mba." Ujar penjaga tokoh itu."


"tidak usah, kita cari cincin kawin yang sederhana saja." Ujar Cahaya lalu tanpa sengaja dia melihat cincin yang menarik perhatiannya.


"Mba, saya mau cincin itu." Ujar Cahaya pada penjaga tokoh sambil menunjuk cincin yang berada dalam etalase. Lalu penjaga tokoh itu memberikan cincin itu pada Cahaya.


"Mba saya mau cincin ini dan ukir nama kami berdua." Ujar Cahaya pada penjaga tokoh itu."


"Baik Mba"


Setelah selesai memilih cincin mereka kembali kemobil.


"Sayang kamu tunggu saya di mobil ya, saya mau ke toilet dulu." Ujarr Chandrick yang diangguki Cahaya.

__ADS_1


Setelah Cahaya pergi dan tidak terlihat. Chandrick pun melangkah pergi. Namun dia tidak ke toilet melainkan pergi ke tokoh mas yang tadi dia datangi bersama Cahaya.


"Mba Bungkuskan Cincin yang tadi yang ditunjuk oleh calon istriku."


"Iya mas."


Setelah selesai membeli cincin itu Chandrick kembali ke mobilnya. Namun dia kaget melihat calon istrinya bertarung dengan musuhnya.


Bruk


aaAaahhh...


Cahaya terus melawan dengan sekuat tenaga. Namun dia agak kewalahan melawan mereka karena orang yang menyerang nya ada sekitar 40 orang. dan mereka semua orang terlatih.


"Brengsek" Ujar Cahaya kembali melawan orang itu dengan mengandalkan kemampuan belah dirinya. karena dia tidak mempunyai pisau ataupun pistol untuk melawan mereka.


Bruk


Bruk..


Chandrick langsung membantu Cahaya melawan orang itu.


Prok


prok


Tepukan tangan seorang yang membuat Cahaya memicingkan matanya menatap tajam orang itu.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2