
Cahaya menusuk nusuk paha Jerry membuat Jerry kesakitan.
"Tuan dan Nona sama-sama mengerikan kalau menyiksa musuh." Guman Hanz bergidik ngeri.
Aaaaaarrrrggg....
"le..bih ba...ik kau bunuh saja saya." Ujar Jerry yang kesakitan
"Baik kupenuhi permintaanmu." Ujar Cahaya lalu mengambil pistol dan menembak Jerry pas dikantungnya
Dor
Dor
Dor
Tiga tembakan bersarang ditubuh Jerry, yang membuat Jerry dead.
"Mas cepat selesaikan, bosan ni." Ujar Cahaya manyung.
Chandrick menggelengkan kepalahnya." Sesuai permintaanmu sayang."
Lalu Chandrick kembali menatap Nando yang sudah ketakutan.
"kamu jual kemana data-data perusahaan ku." Ujarnya dengan menatap tajam Nando.
"Ba..Ba.. ik aku akan jawab, tapi tolong lepaskan saya." Ujar Nando kesakitan karena badangnya sudah penuh goresan.
"Cepat Katakan, atau benda ini akan menebas keplamu." Ujar Chandrick geram.
__ADS_1
"Jangan.. aku akan mengatakannya. aku menjualnya ke Niko." Ujar Nando ketakutan.
"aku akan melepaskanmu." Ujar Chandrick membuat Nando tersenyum bahagia.
"Tapi dineraka" Ujar Chandrick lalu menebas kepala Nando, kepala Nando ber gelinding di lantai.
"Bereskan" Ujar Chandrick lalu menghampiri Cahaya yang berdiri menunggunya.
"Ayo kita pergi mandi." Ujar Chandrick mengajak Cahaya masuk kamarnya yang ada di markas. Cahaya hanya mengikuti langkah Chandrick menuju kekamar.
"Mandilah duluan, kita gantian mandi." Ujar Chandrick lembut.
"Mas aku tidak punya baju ganti." Ujar Cahaya pada Chandrick.
Chandrick berjalan ke lemari dan mencarikan Cahaya baju yang cocok untuk dia pakai.
"Ini sayang, hanya baju ini yang cocok buatmu." Ujar Chandrick menyerahkan baju kemejanya pada Cahaya. Lalu Cahaya mengambil baju itu dan membawanya kekamar mandi. sedangkan Chandrick menunggu Cahaya.
Cahaya keluar dari kamar mandi.
Glek
Chandrick menelan salivanya susah payah ketika melihat Cahaya yang memakai bajunya yang begitu seksi tanpa bawahan..
"Sekarang giliranmu mandi." Ujar Cahaya sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk karena di markas tidak haid drayer.
Chandrick berdiri dan berlari cepat kekamar mandi.
Chandrick berendam dengan menggunakan air dingin untuk menidurkan tongkat saktinya karena ulah kekasihnya yang begitu seksi menggunakan bajunya.
__ADS_1
Hampir 2 Jam Chandrick baru selesai mandi sekalian menidurkan tongkat saktinya.
Ceklek
Chandrick melihat Cahaya yang tertidur pulas di kasur king sizenya.
Chandrick menuju lemari pakaian. Chandrick hanya memakai baju kaos polos dan celana boxer. Lalu dia ikut merebahkan badannya disamping Cahaya yang sudah tertidur pulas. Chandrick berbalik kearah Cahaya dan langsung memeluknya. Sedangkan Cahaya hanya mengeliat dan membalas pelukan Chandrick tanpa sadar.
...****************...
Pagi harinya matahari masuk dari celah gorden menerpa wajah Cahaya membuat Cahaya terbangun. Namun dia merasakan ada sesuatu yang menimpa perutnya. Tak lama matanya terbuka lebar baru menyadari ada seseorang yang berani memeluknya.
Cahaya menendang orang itu dengan keras dan membuatnya meringis terjatuh dari tempat tidur.
Aduuuuu...
"Sayang kok tendang, sakit ni pinggang." Ujar Chandrick meringis kesakitan karena ditendang oleh Cahaya.
"He he he maaf mas kukira siapa yang berani memelukmu, ternyata mas." Ujar Cahaya terkekeh dan menggaruk kepalahnya yang tidak gatal.
Cahaya bangun dari tempat tidur dan menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah Cahaya selesai kini giliran Chandrick membersihkan diri dan menganti bajunya. Karena dia akan kembali kemansionya.
Cahaya dan Chandrick sudah berada di mobil dan menuju kemansion
"Mas kalau kita sudah menikah, saya akan kembali ke negaraku, saya harus membalas mereka semua, satu persatu." Ujar Cahaya dan Chandrick melihat di mata Cahaya menyiratkan dendam dan kemarahan.
Lalu Chandrick mengenggam tangan Cahaya.
"Iya sayang dan mas akan membantumu." Ujar Chandrick lembut.
__ADS_1
Tak lama mereka sudah sampai di mansion. Chandrick dan Cahaya turun bersama-sama dari mobil dan mereka disambut baik oleh pelayan.
...***Bersambung***...