
Cahaya menceritakan semua yang menimpanya pada Leo Sehingga dia sampai jatuh kejurang lalu mukanya yang bisa berubah.
Leon begitu kaget mendengar cerita Cahaya. Dia mengepalkan tangannya.
"Leon saya ingin kamu juga menyelidiki mantan sahabatku dan mantan suamiku. Saya harus tau siapa-siapa saja yang terlibat kecelakaannku."
"Namun saya ingin bermain dulu dengan istrinya Kevin."
"kamu ingin apakan dia." Tanyanya penasaran apa yang akan dilakukan cahaya pada Clara.
Cahaya tersenyum smirk.
"Hanya ingin dia merasakan apa yang saya rasakan. Kalau perlu kurusak wajahnya.
"Tapi kamu harus hati-hati, kayaknya dia mempunyai orang kuat dibelakang mereka. Sehingga dia bisa menghilangkan jejaknya agar tidak tercium oleh polisi bahkan dari timku." Ucap Leo menatap Khawatir sahabatnya.
"Tenang, saya tahu harus melakukan apa." ujar Cahaya berdiri menepuk pundak Leo lalu melangkah keluar.
"Mau kemana?" Cahaya memberhentikan langkahnya mendengar perkataan Leon. Lalu dia berbalik tersenyum.
"Pulang" Cahaya melanjutkan kembali langkahya.
Sekarang Cahaya berada dalam mobil. ia mengendarai mobil menuju rumahnya.
Cahaya sampai dirumah pukul 5 sore dan di sambut Oleh pelayan yang berada dirumah itu.
"Nona mau makan dulu atau.. "
__ADS_1
"Mau mandi dulu." Ujar Cahaya dengan memotong perkataan pelayanan itu lalu dia menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Sedangkan Bi Asih menyiapkan Makan malam untuk nonanya.
Tak lama Cahaya turun dan dia langsung menuju keruang makan.
"Bi sini duduk" Panggil Cahaya pada bi Asih agar duduk didekatnya dan makan bersama.
"Tidak usah Non, Nanti Bibi makan dibelakang saja Non." Ujar Bi Asih merasa sungkan dengan Nonanya.
"Bi temani saya makan." Ujar Cahaya tegas.
"Baiklah Nona." Ujar Bi Asih pasrah dan langsung duduk dan ikut makan bersama Nonanya.
Selesai makan Cahaya kembali ke kamarnya dan ia menyalahkan laptopnya karena ia akan mulai menyelidiki tentang Clara dan mencari bukti-bukti kejahatannya.
...****************...
Diperusahaan Cabang Drick Group
Semua karyawan sibuk mempersiapkan penyambutan pimpinan baru di perusahaan.
"Kira pemimpin baru kita ganteng ga ya." Ujar Karyawan itu yang bernama Fitri.
"Saya dengar kemarin pemimpin baru kita itu cewe." Jawab Karyawan itu yang membuat fitri mendesah kecewa karena tidak dapat mengaet cogan.
"Percuma dandan cantik."
__ADS_1
"Ayo semua berbaris pemimpin kita sudah datang." Ujar Manejer itu pada Karyawan.
Sebuah mobil mewah sudah terparkir didepan perusahaan.
Cahaya turun dari mobil mewahnya lalu dia disambut oleh Arsya yang akan jadi Asistennya.
"Mari Nona," Ucap Arsya dan mempersilahkan Cahaya jalan lebih dulu.
Cahaya berjalan melewati karyawan dengan muka datarnya. Sedangkan Karyawan Cowok terpesona melihat kecantikan Cahaya. dan ada juga iri melihat kecantikan Cahaya.
Cahaya berjalan dan menaiki Lift Khusus menuju ke ruangannya yang berada lantai 20.
Cahaya masuk ke ruangannya yang diikuti oleh Asistennya bernama Arsya.
"Namamu Arsya kan yang diutus suamiku untuk membantuku mengurus perusahaan."
"Iya Nona. "
"Kumpulkan Karyawan, disetiap divisi harus ada perwakilannya satu atau dua orang."
Arsya pergi menyampaikan pada Karyawan yang setiap Divisi untuk mengadakan Rapat.
Diruang Rapat, mereka semua bertanya-tanya apa yang akan disampaikan oleh bos baru mereka.
Tak lama Cahaya masuk dan langsung duduk di kursi yang ia sediakan.
"Apa setiap Divisi sudah hadir semua?" Tanya Cahaya pada Karyawan yang ada didepannya.
__ADS_1
...***Bersambung***...