Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 31


__ADS_3

Kevin kelabakan mencari Cahaya, Kevin selalu mencoba menghubungi Cahaya dan Arga Namun nomor mereka selalu luar jangkauan.


Kevin mengambil handphonenya dan mendail No Andre.


"Hallo bos?" Sapa seseorang disebrang telpon.


"Ndre ke apartemen ku sekarang sekalian ajak lucas dan Natahan. 10 Menit kalian sudah ada di apartemen ku." Ujar Kevin mematikan telponnya sepihak.


Kevin mondar mandir menunggu temannya yang juga belum datang.


"Mana si itu orang belum datang juga, awas ajah 5 menit lagi tjdak datang saya.... "


Ucapan Kevin terpotong karena dia mendengar seseorang mengetuk pintu.


Tok Tok Tok


Ceklek


Kevin berkacak pinggang menatap temannya garang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Bos jangan marah, jalanan macet." Ujar Nathan diangguki kedua temannya.


"Ya udah masuk cepat, Ini urgent."


Mereka bertiga masuk ke apartemen Kevin dan duduk disofa.


"Ada apa si bos, kok panik begitu."


"Cahaya hilang, dari tadi saya hubungi nomornya tidak aktif-aktif."


"Hilang" Beo Andre bingung.

__ADS_1


"Maksud bos, Ibu Bos hilang bagaimana si, coba jelaskan." Ujar Lucas


"paginya sempat saya telponan sama dia. Katanya dia mau meeting sama perusahaan DA CORPORATION. Namun saya telpon Cahaya maupun Arga sama-sama telponnya Tidak Aktif." Ujar Kevin menjelaskan.


Andre berfikir sejenak, mengenai Perusahaan DA CORPORATION.


"Vin pinjam laptopmu dulu. "


Tanpa banyak bertanya Kevin mengambil Laptop nya dikamar. Karena dia tahu Andre adalah Hecker handal.


Setelah Laptop berada ditangan Andre. Andre mencari tahu mengenai perusahaan DA CORPORATION. Andre mencoba mencari tahu siapa CEO di DA CORPORATION.


"Bagaimana Ndre apa ada yang kamu temukan.?" Tanya Kevin.


"Vin kayaknya ada yang tidak beres hilangnya Arga dan Cahaya. Coba kamu baca identitas CEO di DA CORPORATION.


" Ya Ndre, sangat mencurigakan."


"Saya akan usahakan."


Andre berusaha melacak keberadaan Daniel.


Sedangkan ditempat berbeda Cahaya masih berusaha untuk bebas dari cengkraman Daniel.


"Sial, ikatannya keras banget." Guman Cahaya kesal karena ikatan tangannya susah dia buka.


Ceklek.


Cahaya melihat kearah pintu dan dia menatap tajam seseorang yang masuk.


"Baby jangan menatapku seperti itu." Ujar Daniel dan menghampiri Cahaya yang masih tangan terikat.

__ADS_1


"Lepaskan saya brengsek." Marah Cahaya.


"Ha ha ha itu tidak mungkin sayang, saya sudah jatuh hati padamu ketika pertama kali saya melihat fotomu dari seseorang yang ingin membunuhmu." Ujar Daniel terkekeh yang membuat Cahaya bertanya-tanya siapa yang mau membunuhnya.


"Orang itu sangat menginginkan nyawamu, tapi tenang saja saya tidak akan membunuhmu karena saya mengiginkanmu menjadi pengantin ku. sayang kan kalau wajah Cantik ini harus terbujur kaku tanpa dinikmati." Ujar Daniel dengan membelai Pipi Cahaya.


"Saya tidak sudi menikah dengan orang seperti mu" Ujar Cahaya dan meludahi Wajah Daniel.


Plak


Plak


Daniel menampar Cahaya bolak balik meninggalkan bekas di pipi Cahaya. Namun Cahaya hanya tersenyum menerima tamparan Daniel.


"kamu belum tahu siapa saya Daniel, saya bisa menghancurkanmu" Ujar Cahaya tersenyum itu membuat Daniel mengernyitkan Alisnya bingung dengan perkataan Cahaya. Dan mulai bertanya-tanya siapa Cahaya sebenarnya, Karena Cahaya sangat pemberani dan tidak ada ketakutan dimatanya.


Tanpa bicara Daniel berdiri meninggalkan Cahaya yang masih terikat. Cahaya hanya tersenyum miaterius melihat kepergian Daniel.


Diluar Daniel berjalan tergesa gesa masuk ke kamarnya untuk mencari handphonenya.Setelah Daniel menemukan Handphonenya, dia langsung mendail nomor Andi.


"Hallo bos" Sapa Andi disebrang telpon.


"Andi cari tau identitas wanitaku, Waktumu hanya 10 menit.


" Iya bos"


Panggilan pun terputus Andi segera melaksanakan perintah bosnya.


...***Bersambung***...


"

__ADS_1


__ADS_2