
Ia membuka suratnya.
Deg
"Tunggu pembalasanku." Begitulah isi surat yang diterima Clara.
Setelah Clara membaca surat itu dia pergi dari cafe dengan tergesa-gesa.
Sedangkan Cahaya tersenyum miring sambil menikmati makanan didepannya.
Cahaya mengambil handphonenya.
"Ikuti Clara, kemana dia pergi." Ujar Cahaya lalu memutuskan secara sepihak telponnya.
"Clara kamu akan merasakan apa yang kurasakan. " Guman Cahaya.
Cahaya keluar dari Cafe dan menaiki mobilnya.
Cahaya mengendarai mobilnya dengan kecepatan pelan lalu dia kembali kerumahnya.
Tak lama Cahaya sudah sampai dirumah. Cahaya langsung pergi ke kamarnya. Handphone Cahaya berdering, lalu ia mengangkatnya.
"Hallo, bagaimana?" Tanya Cahaya pada orang didalam telpon.
"Clara berada di Hotel Nona, tapi dia tidak bersama dengan suaminya Kevin, melainkan dia bersama dengan laki-laki lain. "
Cahaya tersenyum licik. "Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan."
"Iya Nona"
__ADS_1
Telpon pun di matikan Cahaya duduk di kasurnya menunggu anggotanya bekerja dan melaporkannya.
"Memeng suamiku terbaik, memberikan anggota yang bisa kuandalkan." guman Cahaya lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
...****************...
Dihotel anggota Cahaya memulai aksinya.
"Untung saya ikuti dia dikamar yang mana." Guman orang itu bernama bastian.
Bastian mengeluarkan sesuatu agar dia bisa membuka kamar orang itu tanpa menimbulkan suara.
Ketika Bastian mau menggunakannya, ia melihat pintu tidak tertutup rapat.
"Ini namanya tidak perlu berausah paya membukanya, sudah terbuka sendiri." Monolog bastian.
"Kosong, kayaknya lagi dikamar mandi." Bastian masuk ke dalam kamar itu lalu dia menaruh beberapa kamera pengintai dikamar yang ditempati Clara.
Bastian tidak memperdulikan suara-suara yang ada dikamar mandi. Yang penting pekerjaannya selesai.
Setelah selesai bastian keluar cepat dari kamar itu dan pergi kekamar yang dia pesan untuk memantau aktifitas yang berada di kamar sebelahnya.
Bastian menyalahkan laptopnya dan menyambung nya ke kamera pengintai yang ia simpan di kamar Clara.
Mata bastian melotot melihat adegan Clara yang lagi ***-***.
"Menodai mata suci ku saja." Guman Bastian kesel. lalu dia akan menyimpan Video Clara yang lagi ***-*** dengan orang itu.
Bastian terus pantau Clara walaupun menyiksa untuk dirinya, namun ia harus melaksanakan tugas ini dengan baik.
__ADS_1
Sudah 3 jam bastian menahan rasa ngantuknya dan menunggu Clara selesai ***-*** dengan orang itu
"Lama juga mereka." Bastian melihat lagi kedua orang itu, Ternyata keduanya lagi tertidur dengan pulas karena kelelahan.
Bastian memasuki kamar itu kembali dengan cara mengendap-ngendap dan mengambil kamera pengintai ia simpan.
Setelah ia ambil, ia langsung keluar dan pergi ke kamarnya dan langsung mengirimkan Cahaya pada Video Clara yang lagi ***-*** dengan orang lain.
"Selesai, tidur dulu ah." Bastian berbaring dan tertidur karena dari tadi ia menahan ngantuknya.
...****************...
Pagi harinya Cahaya bangun pagi dan bersiap ke kantornya.
Cahaya sudah berada di ruangannya dan asistennya berdiri di sampingnya.
"Jam 10 Nona ada meeting dengan perusahaan dirgantara di Cafe Bintang." Ucap Arsya.
"Siapkan semua keperluannya, Jam 9 kita berangkat, takutnya nanti macet." Ujar Cahaya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Baik Nona."
Arsya keluar dari ruangan Cahaya. Setelah Arsya keluar, Cahaya mengecek ponselnya. Ternyata dia mendapatkan pesan berupa Video dari orang suruhannya.
Cahaya tersenyum miring melihat video yang dikirim oleh suruhannya.
"Sebentar lagi kamu akan hancur-sehancurnya Clara." Guman Cahaya dengan menyeringai.
...***Bersambung***...
__ADS_1