Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 30


__ADS_3

1 minggu kemudian Hubungan Cahaya dan Kevin semakin harmonis dan romantis. Kevin begitu menyayangi Cahaya dan begitu meratukannya. Namun mereka tidak mengetahui kalau bahaya yang sedang mengintainya.


Pagi ini Cahaya Sudah bersiap siap untuk kekantor karena dia mempunyai pertemuan penting.


Sesampainya di kantor Cahaya langsung masuk ruangannya dan disusul Arga dari belakang.


"Nona Jam 10 kita ada pertemuan Dari perusahaan DA Corporation."


"Baik dan siapkan semua berkasnya."


Arga dan Cahaya bersiap -siap untuk ketemu dengan kliennya di restoran Jepang.


Sedangkan ditempat Lain Daniel sedang menyusun rencana untuk menangkap Cahaya kalau bisa dia jadikan pemuas nafsunya.


Kembali lagi ke Arga dan Cahaya. Arga mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di restoran Cahaya turun duluan dari mobil sedangkan Arga pergi memarkirkan mobilnya.


Cahaya menunggu Arga didepan restoran yang sedang memarkirkan mobilnya.


"Kenapa tidak suruh Security ajah yang parkitkan." Ujar Cahaya yang hanya dibalas senyum oleh Arga.


"Mari Nona." Ajaknya masuk. Lalu Arga membikakan pintu restoran untuk bosnya. Cahaya masuk kedalam restoran dengan berjalan Anggung dan semua orang terpanah melihat kecantikan Cahaya yang alami dan natural.


Mereka langsung menuju ke ruang VIP untuk ketemu dengan kliennya.

__ADS_1


Ceklek.


"Maaf atas keterlambatan kami" Ujar Arga menunduk sedikit tanda hormat kepada yang ada dalam ruangan itu.


"Tidak apa tuan Arga, Kita juga baru sampai."


"Silahkan duduk" Ujar Sekretaris Andi.


Cahaya dan Arga langsung duduk. Cahaya duduk di depan Daniel sedangkan Arga duduk didepan Andi.


"Sebelum kita membahas, bagaimana kalau kita makan dulu, kebetulan saya sudah memesan makanan.' Ujar Andi melirik bosnya yang masih diam membisu.


" Baiklah" Balas Arga.


"Perkenalkan bos Itu Cahaya pemilik perusahaan Aditama sedangkan diseblahnya Arga orang kepercayaannya." Ujar Andi pada Daniel dan Daniel hanya mengangguk tanpa menimpali perkataan Andi.


Daniel memotong perkataan Andi.


"Tidak Usah Ndi saya bisa perkenalkan diriku sendiri." Ujarnya yang masih menatap Cahaya dan membuat Cahaya kurang nyaman.


"Daniel pemilik perusahaan DA CORPORATION." ujar Daniel sambil mengulurkan tangannya pada Cahaya, lalu cahaya membalas uluran tangan Daniel.


"Cahaya"


pembicaraan mereka terhenti karena Pelayang membawa makanan. Lalu Pelayang menata makanan itu di atas meja. setelah pelayan itu selesai menata makanannya dia langsung pergi dan keluar dari ruangan VIP.

__ADS_1


"Ayo makan" Ujar Andi ramah.


Mereka berempat menyantap makanan itu, namun tak lama Arga dan Cahaya merasa mengantuk dan tak sadarkan diri.


"Hubungi Mafioso dan angkat mereka." perintah Daniel kepada Andi.


Mafioso itupun membawa Cahaya dan Arga dimobil berbeda. Arga berada dimobil Mafioso yang sudah sikawal ketat sedangkan Cahaya berada dimobil Daniel.


Daniel membawa Cahaya keluar kota supaya tidak ada menemukan jejaknya. Daniel membawa Cahaya di salah satu rumahnya yang berada di bandung.


Satu jam cahaya baru bangun darin pingsannya, namun dia bingung tangan dan kakinya terikat. Cahaya berusaha mengoyangkan tangannya supaya ikatannya terlepas. Namun usahanya hanya sia-sia.


Ceklek (Pintu terbuka dan tampaklah seorang Laki-laki tampan menghampiri Cahaya. Siapa lagi kalau bukan Daniel. Ya Daniel lah yang menghampiri Cahaya.)


Cahaya menatap tajam pada Daniel. Bukannya takut Daniel malah terkekeh melihat Cahaya menatapnya dengan kilatan kemarahan.


Daniel duduk di samping Cahaya sambil mengelus pipi Cahaya dengan lembut.


"Jangan sentuh saya dengan tangan kototmu itu" Marah Cahaya dan memalingkan mukanya kekirih dan kekanan karena dia tidak mau disentuh oleh Daniel.


"Ha ha ha ha" Taw Daniel menggelegar diruangan itu.


"Sayang sekali kalau saya membunuhmu, saya ingin bermain sebentar sama kamu, bolehkan sayang." Ujar Daniel dengan memcolet dagu Cahaya. Lalu dia berdiri keluar namun sebelum dia menyentuh gagang pintu itu Cahaya berteriak.


"Kamu akan menyesal telah memperlakukan saya seperti ini."

__ADS_1


Namun Daniel tetap pergi membuka pintu tanpa memperdulikan Ucapan Cahaya.


...***Bersambung***...


__ADS_2