
Kevin menyalahkan HPnya dan mencoba melacak keberadaan Cahaya melalui cincin yang dipakai Cahaya. Namun dia heran tempat Cahaya berada jauh dari rumahanya. Dia terus mengikuti petunjuk melalui GPS yang terpasang di cincin pujaan hatinya.
"Sayang kamu dimana, Maafkan saya sayang, saya tidak bisa menjagamu." Guman Kevin yang masih fokus ke jalan.
Kevin terus menjalankan mobilnya mengikuti GPS dimana cahaya berada. Namun dia tercengang GPS itu mengarah mobil yang kecelakaan.
Kevin keluar dari mobilnya dan dia berlari untuk turun kejurang namun dia dihadang polisi.
"Stop, bapak tidak bisa turun kebawah, itu sangat berbahaya." Ujar Polisi itu menghadang Kevin agar tidak turun kedasar jurang.
"Tapi Pak calon istriku membutuhkan bantuanku pak. Aku harus turun menyelamatkannya Pak." Kevin berusaha memberontak dari pegangan polisi supaya dia bisa turun melihat keadaan Cahaya Namun karena pegangan polisi begitu erat sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Dari belakangan Arga dan dicky berlari menuju dimana Kevin berada.
"Vin bukankah kamu sama Nona Cahaya, kenapa Cahaya bisa berada disini." Tanya Dicky pada Kevin dan melihat Jurang yang begitu dalam. Sedangkan Kevin hanya diam dan menyesali semuanya yang terjadi pada Cahaya.
"Vin Jawab pertanyaanku, Jangan diam saja." Bentak Dicky yang mulai tersulut emosi. Dicky menyugar rambutnya karena tidak bisa menjaga Nona dan dia juga takut kalau Leo tau. Pasti Leo akan murka kepadanya.
__ADS_1
"Maaf ini semua salahku, karena saya membiarkan Cahaya pulang sendiri dengan mengendarai mobilnya Cuma... " Ujar Kevin menunduk menyesal tidak berani menatap Dicky karena memeng kesalahannya.
"Cuma apa Vin..." Tanya Arga penasaran, Cuma dia tidak bisa banyak bicara karena rahangnya masih sakit. Namun ketika dia mendengar Kecelakaan Cahaya dia mencabut infusnya dan langsung keluar dari rumah sakit dengan Dicky tanpa persetujuan Dokter.
"Cuma saya bingung, Kenapa Cahaya sampai disini, inikan jalanan bukan menuju ke rumahnya ataupun kantornya." Ujar Kevin yang masih bingung menimpah Cahaya.
"Maksud kamu, ada yang berusaha mencelakai Cahaya begitu." Tanya Dicky pada Kevin.
"Ya udah nanti kita bahas itu dirumah, yang penting kita cari Nona Cahaya dulu." Ujar Arga menenangkan Dicky dari kemarahannya.
Arga mendekat ke arah polisi.
"Pak Biarkan Tim kami turun untuk mencari Nona Cahaya." Ujar Leo yang baru Datang dan menatap tajam polisi yang berada di lokasi.
"Baik, Silahkan Pak Leo." Ujar Polisi itu mempersilahkan Tim Leo turun ke lokasi.
"Kalian harus cari Nona Cahaya dengan baik. Saya tidak ingin ada kesalahan dan saya juga akan ikut turun bersama kalian." Ujar Leon tegas pada anggotanya.
__ADS_1
"Baik Tuan."
lalu Leon menatap Kevin dengan tajam.
"Saya tunggu penjelasanmu." Ujar Leo Pada Kevin.
Leo dan timnya ikut turun bersama timsar untuk mencari Cahaya di dasar jurang. Leo meneliti setiap inci disekitar kecelakaan.
"Kayak ada yang janggal mengenai kecelakaan Cahaya. Saya tahu dia, dia tidak pernah bertindak Ceroboh, saya harus periksa di bagian mobilnya." Guman Leon yang masih memikirkan penyebab kecelakaan Cahaya.
Lalu Leo menghampiri mobil Cahaya yang sudah hangus terbakar. Leo meneliti setiap detail mobil Cahaya seakan mencari sesuatu yang bisa dia jadikan petunjuk.
Leo terus memutari mobil Cahaya sehingga dia merasa mengenjak sesuatu. Dia begitu syok melihat apa yang dia injak, Lalu Leo mengambil barang itu, Barang itu adalah Sebuah pistol kesayangan Cahaya yang selalu dia bawah ke mana-mana. Namun disamping pistol itu ada sebuah cincin pemberian Kevin tergeletak disamping pistol Cahaya.
"Berarti Cahaya sempat mengeluarkan pistol, Apa dia sempat bertarung, tapi dengan siapa" Monolog Leo bingung apa yang menimpa Cahaya.
"Saya harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Sampai saya menemukan orang itu yang menyakiti Cahaya, Saya sendiri yang akan menghabisinya dengan tanganku." Ucap Leo dengan mengepalkan tangannya.
__ADS_1
...***Bersambung***...