Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 63


__ADS_3

Keesokan Harinya Cahaya sudah berada di Indonesia. Cahaya keindonesia seorang diri tanpa ditemani oleh suaminya. Karena suaminya masi ada meeting yang harus ia hadiri dan tidak bisa diwakilkan.


Cahaya pergi dirumah yang sudah disediakan oleh Suaminya.


Cahaya menaiki taksi menuju alamat yang sudah siberitahu oleh suaminya.


Hampir satu jam Cahaya berkendara dia sudah sampai di perumahan elit.


Cahaya turun dari mobil taksi setelah dia sudah membayar argonya. Dia masuk kedalam rumah dan disambut beberapa pelayang yang bekerja dirumah itu atas perintah Chandrick.


"Selamat datang Nona." Ujar pelayan itu menunduk.


"Mari Nona Saya antar kekamar." Pelayan itu menghampiri Cahaya dan membawa barang-barang Cahaya menuju kamar utama. Sedangkan Cahaya hanya mengikutinya.


Cahaya membaringkan tubuhnya di kasur King Size karena lelah. Karena kelelahan dia tertidur lelap.


Pelayan itu hanya menatap Nonanya yang sudah terlelap. Setelah merapikan pakaian Cahaya pelayan itu keluar dari kamar mandi untuk menelpon seseorang.


"Hallo tuan." Ujar pelayan itu dalam telpon.


"Bagaimana, apa dia baik-baik saja." Ucap Chandrick pada pelayan itu untuk menjaga Cahaya.


"Nona baik tuan, Nona lagi tidur."


Setelah pelayan itu selesai menelpon dengan Tuannya dia mematikan telpon dia memasak untuk Nona Mudahnya.


...****************...

__ADS_1


Siang Hari Cahaya baru bangun dari tidurnya. Lalu dia masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Cahaya mengambil laptopnya dan menyalahkannya.


Cahaya seorang hacker yang tak pernah diketahui orang, baru kali dia menggunakan kepandaiannya meretas karena untuk menyelidiki siapa yang berniat untuk membunuhnya.


"Saya harus meretas CCTV yang ada dirumah Kevin. kenapa Rem mobilku bisa blong."


Cahaya Mulai Meretas CCTV yang ada dirumah Kevin.


Dia tercengang melihat pelakunya membuat rem mobilnya blong.


"Brengsek," Marah Cahaya melihat orang itu yang membuatnya hampir celaka.


"Saya harus temui Leo." Cahaya bersiap untuk pergi menemui Leo.


"Nona mau pergi.?" Tanya pelayan itu yang diangguki oleh Cahaya.


"Nona tidak makan dulu."


"Tidak usah Bi."


Cahaya masuk kedalam penyimpanan mobil yang ada dirumah itu. Lalu dia mengambil salah satu mobil yang mewah untuk dia kendarai.


Cahaya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun didepan Cafe Bintang, Cahaya melihat Kevin bersama seseorang perempuan.


Cahaya memarkirkan mobilnya didepan Cafe bintang. Dia turun dari mobil dan mendekat pada kedua pasangan itu.

__ADS_1


Mata Cahaya membola ketika dia mengetahui perempuan yang bersama Kevin adalah orang yang menyebabkan rem mobilnya blong sehingga dia hampir kehilangan nyawanya.


Cahaya mengepalkan tangannya, dia menahan emosinya agar tidak meledak didepan orang itu.


"Saya akan hancurin kamu." Ucap Cahaya dalam hati dengan menatap tajam perempuan itu yang tak jauh darinya.


Cahaya kembali ke mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan pelang.


"Apa hubungannya Kevin dengan perempuan itu, apa mereka ada hubungan." Cahaya menggelengkan kepalanya agar tidak memikirkan Kevin lagi karena dia sudah ada Chandrick yang sangat perhatian dan baik.


Cahaya sudah ada didepan rumah Leo.


"Semoga Leo tidak kemarkas." Ucap Cahaya dan masih mengintai rumah Leo yang sepi hanya ada 2 Satpam didepan gerbang.


Tok Tok Tok


Cahaya menurunkan kaca mobilnya dan menatap Satpam yang berdiri di depannya.


"Nona cari siapa.?" Tanya Satpam itu pada Cahaya yang dari tadi mengintai rumah tuannya.


"Leo ada Pak?" Cahaya bertanya balik pada Pak Satpam itu.


"Ada didalam." Jawab Pak Satpam.


"Bisa panggilin, Katakan sama dia kalau Cahaya mencarinya."


Pak Satpam itupun masuk kedalam rumah untuk menemui Leo kalau ada seseorang mencarinya.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2