Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 42


__ADS_3

Ketika Aditya mendengar Cahaya kecelakaan masuk jurang. Aditya bersiap-siap pergi tempat kecelakaan Cahaya.


"Mas mau kemana?" Tanya Keyla dengan menahan Tangan Aditya agar tidak keluar dari kamar.


"Lepas, Lepas Keyla." Bentaknya pada Keyla dan menghentakkan tangannya dengan kasar sehingga cekalan tangan Keyla terlepas.


"Kamu bentak saya mas, Buat apa kamu kesana ngga guna tau." Keyla membentak kembali Aditya. Atau mas masih mencintai mantanmu yang mandul itu. Jawab mas, jangan cuma diam, Jawab mas." Ujar Keyla dengan suara tinggi karena emosinya yang tak terbendung lagi.


"Iya saya masih mencintai Cahaya dan saya berharap dia selamat dari kecelakaan itu, kamu sudah dengarkan jawabanku. Walaupun kamu melarangku pergi saya akan tetap pergi." Ujar Aditya meninggalkan Keyla sendiri didalam kamar.


Keyla hanya melihat suaminya pergi tanpa berniat menghalanginya lagi.


"Brengsek, sudah mati saja selalu saja jadi bayang-bayang dihidupku. saya benci kamu Cahaya, aku sangat benci." Ujar Keyla dengan menghamburkan barang-barangnya dikamar.


...****************...


Sudah dua jam pencarian namun dia tidak menemukan mayat Cahaya. Sedangkan tanpa mereka ketahui ada seseorang tersenyum menyeringai dengan kecelakaan yang menimpa Cahaya.


"Semoga lo mati, dan tidak pernah kembali lagi." Ujar seseorang itu dengan seringai jahatnya. Lalu dia meninggalkan tempat di mana cahaya kecelakaan karena takut ada yang melihatnya.


"Tuan kita sudah mencari dimana-mana, Namun kita tidak menemukan mayat Nona Cahaya. Jangan-jangan Sudah ada yang menolong nona." Ujar anggota Leo yang ikut mencari keberadaan Cahaya.


"Kamu benar, Kita kembali ke markas bahas mengenai kecelakaan Cahaya. Ini cincin berikan pada polisi karena cincin ini terpasang GPS." Leo memberikan Cincin pada anggotanya.

__ADS_1


"Baik tuan." Setelah Anggota Leo mengambil cincin itu, dia langsung menemui polisi untuk menyerahkan Cincin Cahaya.


"Panggil Arga dan Dicky kesini"


"Baik Tuan."


Tak lama Arga dan Dicky menghampiri Leo yang masih melihat jurang tempat kecelakaan Cahaya.


"Ayo kita ke markas" Ajak Leo pada Arga.


Namun Arga menghentikan Leo yang bersiap mau jalan.


Leo mengernyitkan alisnya bingung, karena Arga menghalang jalannya. "Kenapa?"


"Kamu ada Markas lain." Tanya Arga pada Leo.


"Kita kesana ajah bahas mengenai kecelakaan Cahaya.' Ujar Arga yang diangguki Leo.


" Leo... Arga... " Panggil Kevin dan berlari kearahnya.


"Ada apa?" Ujar Leo datar.


"Kalian mau kemana?" Tanya Kevin karena mereka semua mau pergi meninggalkan tempat Cahaya kecelakaan sedangkan Cahaya belum ditemukan.

__ADS_1


"Saya ada urusan, kamu disini saja. Kalau ada perkembangan cepat hubungi kami." Ujar Arga dan diangguki Kevin.


...****************...


Sesampainya di markas mereka semua ngumpul diruang tamu untuk membahas kecelakaan Cahaya.


"Kayaknya ada yang janggal dengan kecelakaan Nona Cahaya." Ujar Arga yang memulai percakapan.


"Ya itu juga yang sedang saya pikirkan, dan Saya menemuka pistol ini dekat mobil Cahaya." Ujar Leo dengan menyimpan pistol diatas meja membuat membuat semua tercengang melihat pistol itu.


"Tuan kenapa tidak menyerahkan pistol itu juga ke polisi sedangkan cincinnya tuan kasih pada polisi. " Tanya anggotanya.


"Karena Cincin itu Sudah terpasang GPS. sedangkan pistol itu milik Cahaya." Jawab Leo.


Arga mengambil pistol itu dan melihatnya seksama.


"Kamu benar Leo ini milik Nona Cahaya, Cuma bagaimana pistol ini bisa jatuh didekat mobil sedangkan pemiliknya tidak ada." Ujar Arga yang masih bingung.


"Janga-jangan sebelum mobil terbakar Nona cahaya sempat keluar dari mobil untuk menyelamatkan dirinya. Dan disaat dia keluar dari mobil pistolnya terjatuh tanpa ia sadari." Timpal Dicky dan diangguki Leo dan Arga.


"Saya berharap Cahaya tidak kenapa-napa dan ada seseorang menyelamatkan dia." Ujar Arga penuh harap.


"Bagaimana dengan perusahaan Nona Cahaya.?" Tanya Leo khawatir dengan kecelakaan Cahaya perusahaannya terkenah imbas.

__ADS_1


"Saya bisa handel perusahaannya Nona, Saya akan tetap buat perusahaannya berjaya sampai Nona Cahaya kembali pada kita." Ujar Arga penuh tekad dan diangguki semua orang yang berada dalam ruangan itu..


...***Bersambung***...


__ADS_2