Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 17


__ADS_3

"Terimakasih, sekarang selanjutnya ke saudara tergugat. Terlebih dahulu konfirmasi identitas saudara, Nama saudara Aditya Saputra, umur 32 Tahun, status menikah alamat di jalan kenanga no xxx. Apa semua data itu benar."


"Benar yang mulia"


"Apa keadaan anda sehat dan tidak dalam tekanan atau paksaan.


"Saya dalam keadaan sehat yang mulia. dan tidak dalam paksaan atau tekanan."


"Terima kasih"


Hening.


"Untuk sidang pertama ini merupakan sidang pembacaan tuntutan. Dan sesuai surat tuntutan yang masuk. Kalau saudara Cahaya menggugat cerai Saudara Aditya, karena Saudara Aditya berselingkuh sehingga selingkuhannya mengandung anaknya.


Apakah data itu semua bener saudara Cahaya."


"Bener Yang mulia"


"Apakah anda bisa membuktikan kalau suami anda berselingkuh."


" Bisa yang mulia"


"Apa anda tidak mau mempertimbangkan lagi keputusan Anda untuk mempertahankan pernikahan kalian."


" Saya tetap mau bercerai yang mulia."ucapnya tegas.


"Maaf yang mulia, saya tidak ingin bercerai."


"Saudara tergugat apa bener yang dikatakan saudara cahaya, kalau anda berselingkuh sampai menghamili selingkuhan anda."

__ADS_1


"Itu tidak benar yang mulia, tidak mungkin saya berselingkuh. karena saya sangat mencintai istriku. dia hanya salah paham dan marah kepada saja yang mulia. Saya tidak ingin bercerai dengannya. izinkan saya berbicara dengan istriku dan meluruskan kesalahpahaman ini yang mulia. Bohong Aditya.


" Keberatan yang mulia, klien saya tidak mau bicara pribadi dengan tergugat. kalau ada yang mau dibicarakan, bisa dibicarakan dalam sidang ini."


"Ijin yang mulia, Ini hanya salah paham antar suami istri yang mulia. Karena selama penggugat tetikat pernikahan. tergugat tidak pernah melakukan KDRT kepada penggugat.


" Keberatan Yang mulia, Saudara Cahaya sudah bertekat ingin bercerai dengan tergugat. Tidak ada kesalah pahaman karena kami memiliki bukti kuat.


"Keberatan yang mulia,.... "


"Cukup... Waktu sudah habis, karena kedua belah pihak belum menemukan titik temu. dilanjutkan minggu depan sidang kedua. jam 10"


"Dengan ini saya nyatakan sidang ditutup."


Tok... Tok.... Tok..


Ketukan palu hakim menandakan sidang berakhir.


Aditya melihat istrinya mau pergi dia bergegas menghampiri Cahaya.


"Cahaya" Aditya mencekal tangan Cahaya.


"Lepas"


"Ya tidak bisakah kita Kembali seperti dulu."


"Tidak mas, dan itu tidak akan pernah terjadi" Ujar Cahaya lalu meninggalkan Aditya.


"Cahaya Tunggu" Teriak Aditya ingin mengejar Cahaya Namun ada seseorang menahan tangannya.

__ADS_1


Aditya menoleh "Kayla" Kaget.


"Mas, untuk apa mas mengejarnya." Kayla menarik Aditya pergi dan Cahaya melihat itu semua.


"Semua yang kamu ucapkan kepadaku hanya kebohongan mas" Ucapnya liri dan menghapus kasar air matanya.


"Ya, kamu menangis, apa karena laki-laki brengsek itu." Tanyanya dan menatap iba sahabatnya.


"Saya tidak apa-apa ris."


...****************...


"Kayla, kamu ngapain si tarik-tarik saya" Ujarnya melotot lalu melepas kasar tangannya dan membuat Kayla terhuyung kebelakang.


"Mas, au sakit mas" Ujar Kayla meringis menahan sakit. Seketika Aditya menoleh dan kaget melihat Kayla yang terjatuh.


"Kayla kamu tidak apa-apakan." Panik sekaligus Khawatir.


'Mas perutku sakit"


"kita kerumah sakit ya, tahan sebentar ya." Ujarnya dan menggendong Kayla masuk kemobilnya untuk pergi kerumah sakit terdekat.


Aditya mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi. dia tidak peduli pengendara lain yang mengumpatnya. Dia sampai dirumah sakit hanya memakan waktu 15 menit.


Dia turun dari mobil lalu menggendong Risa yang sudah tidak sadarkan diri.


"Dokter, tolong istri saya." Teriaknya dan membuat yang berada dirumah sakit menoleh kearahnya.


Kayla dibaringkan dibrankar, dia didorong masuk ke UGD untuk diperiksa kondisinya.

__ADS_1


...***Bersambung*""...


__ADS_2