Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 37


__ADS_3

"Dimana dia?" Tanya Cahaya pada Leo


"Dipenjara bawah tanah." Jawab Leo santai dengan mengisap Rokoknya, Namun dengan gerakan Cepat Cahaya menarik rokok yang ada dimulut leo dan mematikan api rokonya lalu membuangnya.


"Berapa kali saya bilang jangan pernah merokok didepanku." Marah Cahaya pada Leo sedangkan Leo hanya menunduk menerima omelan Cahaya kepadanya.


"Maaf." Cicit Leo dan belum berani menatao Ke arah Cahaya yang garang.


"Ya sudah, antarkan saya pada Daniel. Saya pengen tau siapa menyuruhnya untuk membunuhku." Ujar Cahaya


"Ayo ikuti aku."


Leo berjalan didepan dan dibelakangnya Ada Cahaya dan Kevin.


Sesampainya dimana Daniel di tahan dengan tangan dan kaki terikat.


"Bawa dia keruang penyiksaan." Titah Leo pada anggotanya yang menjaga Daniel.


"Baik Tuan." Ujarnya dengan menunduk.


Leo kembali bejalan ke ruang penyiksaan diikuti Cahaya dan Kevin.


Tak lama Para anggota Leo muncul dengan membawa Daniel yang sudah lemas.


Daniel didudukan dikursi lalu dia diikat kembali.

__ADS_1


Cahaya menghampiri Daniel dengam menatapnya tajam.


"Siapa yang menyuruhmu untuk mebunuhku." Tanya Cahaya pada Daniel sambil memegang pisau ditangannya.


"Ha ha ha, Saya akan jawab pertanyaanmu dengan satu syarat. " Ujar Daniel tidak ada takutnya.


"Baiklah kalau kamu tidak mau jawab, kayaknya dengan pisau ini pasti kamu mau jawab pertanyaanku." Ujar Cahaya mengarahkan Pisau kearah muka Daniel.


"Jauhkan pisau itu, Jangan sampai pisau itu menyentuh wajah tampanku." Ujar Daniel yang sempa-sempatnya memikirkan wajahnya. Sedangkan nyawanya sudah berada di ujung tanduk.


"Heii nyawa lo itu sebentar lagi melayang, sempat-sempatnya lo pikirkan wajah kamu itu." Ujar Kevin mencemooh.


"Bagaimana mau jawab tidak." Gertak Cahaya yang mulai menempelkan pisau ke pipi Daniel dan menekan pisau itu membuat pipi Daniel mengeluarkan Darah.


"Ok, tolong jauhkan pisau itu ke pipiku, Saya akan memberitahukan siapa menyuruhku asalkan kamu mau membebaskanku dan saya tidak akan menganggu kamu lagi." Ujar Daniel yang berusaha membuat kesepakatan dengan Cahaya.


Aaaahh kk...


"Berhenti, Saya bilang berhenti." Ujar Daniel yang merasakan sakit di pipinya.


Cahaya berali kepaha Daniel dan menusuknya membuat Daniel menggeram kesakitan.


"Ok, berhenti saya akan jawab pertanyaanmu." Ujar Daniel yang sudah tidak kuat menahan sakit di sekujur tubuhnya.


"Siapa?" Tanyanya yang sudah tidak sabaran.

__ADS_1


"Di.. a... Di.. a...."


"Dia Siapa, " Bentak Cahaya Sedangkan Kevin dan Leo hanya menonton apa yang dilakukan Cahaya terhadap Daniel.


"Dia Keyla selingkuhan suami kamu." Ujar Daniel memberitahu Cahaya siapa yang menyuruhnya.


"Bukan Suami tapi mantan Suami." Ujar Kevin tidak Terima dengan ucapan Daniel sedangkan Leo hanya terkekeh melihat Kevin marah pada Daniel.


"Iya mantan suami kamu." Ralat Daniel.


"Saya akan membeskanmu dari sini." Ujar Cahaya dan itu membuat Daniel senang.


"Jangan senang dulu, kamu harus Terima hukumannya, selama dua bulan kamu jadi pembantu disini mulai membersihkan dan memasak untuk orang-orang di markas ini. walaupun ada seseorang yang datang menyelamatkan mu, kamu tidak boleh ikut. dan sampai kamu ketahuan melarikan diri.kamu akan tau akibatnya. Ujar Cahaya yang diangguki Daniel. Lalu Cahaya memerintahkan Anggota Leo untuk melepaskan ikatan Daniel. Cahaya dan Kevin meninggalkan ruang penyiksaan.


Sedangkan Leo masih berada ruang penyiksaan lalu dia menghampiri Daniel yang sudah tak berdaya.


"kamu beruntung, dia tidak membunuhmu, Gunakan kesempatan yang dia berikan jangan sampai kamu membuat kesalahan lagi." Ujar Leo menatap Daniel yang penuh luka di sekujur tubuhnya.


"Baik saya akan pergunakan kesempatan ini dengan baik. Saya tidak akan Terima tawaran lagi untuk membunuh." Ujar Daniel yang meringis.


"Panggilkan dokter untuk merawat luka-lukanya." Tita Leo pada Anggota nya.


Daniel dibawah diruang perawatan yang ada di markas.


...***Bersambung***...

__ADS_1


Jangan lupa Like, coment dan Vote.


__ADS_2