
"Sekarang gue minta baik-baik lo pergi dari sini." Ucap Bintang menatap tajam Tari.
"Kalau gue tidak mau lo mau apa." Tantang Tari.
"Lo... " Tunjuk Bintang ke arah Tari.
"Bi, udah kita duduk ajah, masih ada kursi cukup kita berlima." Ucap David
"Tapi Vid lo kan tahu gue... "
"Ya Bi gue tahu biar gue yang duduk disamping cewek itu sedangkan Charlie duduk disitu."
"Baiklah" Pasrah Bintang yang langsung duduk sesuai sarang temannya sementara Tari terus menikmati makanannya tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya.
Tak
Tari meletakkan sendoknya sehingga menimbulkan suara tandanya ia sudah selesai makan.
"Ayo kita kembali ke kelas. " Ucap Tari lalu berdiri yang diikuti Nanda.
"Tar lo berani banget si sama geng Tiger." Ucap Nanda sambil jalan menuju ke kelas.
Sementara suasana di Kantin.
"WA, baru kali ini ada cewek tidak naksir sama lo Bro." Ujar David pada Bintang.
__ADS_1
"Kayaknya kadar ketampanannya sudah menurun de." Timpal Charlie.
"Atau cewek itu kayaknya harus periksa mata." Ujar David.
"Tapi Cantik." Ucap Rasya yang mengagumi kecantikan Tari yang membuat keempat yang berada di kursi menoleh kearahnya.
"Jangan bilang, lo suka sama cewek galak tadi." Ucap Charlie.
"Diam" Bentak Bintang yang membuat semua terdiam dan tidak ada berani membuka suara sampai makanan mereka datang.
...****************...
Bel pulang sekolah berbunyi, Tari sudah berada diparkiran ia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Tari melewati jalanan pintas menuju markasnya. Dengan terpaksa ia harus berhenti karena didepannya terjadi perkelahian.
Bug
Bug
Tari terus memukul para preman itu sehingga membuat preman itu terkapar hanya mesihkan dua orang lagi yang masih bisa melawannya. sama seperti laki-laki itu juga terus melawan 2 orang lagi karena sisanya juga sudah terkapar. Dan mereka berdua bekerja sama untuk melumpuhkan preman yang masih tersisa. Dengan Cepat Tari memberikan tendangan putar sehingga preman yang dia lawan tidak bergerak entah tidak bernyawa lagi atau tidak Tari tidak peduli begitupun dengan laki-laki itu.
"Terimakasih" Ucap laki-laki itu Datar.
"Its ok Pak ketos" Ucap Tari.
Ya Laki-laki itu adalah ketua OSIS disekolah SMU GARUDA SCHOOL. siapa lagi kalau bukan Bintang.
__ADS_1
Smirk. "Menarik"
Tari menaiki motornya dan mendekat kearah Bintang.
"Lo mau tinggal atau nunggu temann preman itu menghajar lo lagi."
Bintang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sebenarnya Motor gue kehabisan bensin."
"Percuma punya motor bagus tapi tidak ada bensin." sindir Tari yang masih berwajah jutek kearah Bintang.
"Ayo naik, biar gue antar lo pulang" Titah Tari.
"Sial baru kali ada yang berani perintah gue seenaknya." Ucap Bintang dalam hati.
"Mau tidak atau gue tinggal ni" ucap Tari lagi karena ia melihat Bintang hanya bengong seperti orang bodoh.
"Tapi motor gue."
"Ya elah tinggal ajah kali kayak orang susah saja. Lu pasti punya anggota kan suruh dia ambil motor lo." Ucap Tari enteng yang membuat Bintang melongo dan tak habis pikir dengan ucapannya.
"Dia pikir itu motor gue beli pakai daun apa?" Ucap Bintang dalam hati.
"Hai mau tidak." Ucap Tari kesel.
"Baiklah, tapi biar gue yang bonceng lo." Ucap Bintang dan Tari pun menuruti perkataan Bintang.
__ADS_1