Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 53


__ADS_3

"Ayo cepat katakan karena apa." Ujar Chandrick lagi yang tidak sabaran.


"Karena saya tidak pantas buatmu, Kamu mending cari perempuan yang lebih baik dari saya." Ujar Cahaya menunduk, sambil mengigit bibirnya yang bergetar karena menahan untuk tidak menangis.


Chandrick mengangkat pelang dagu Cahaya untuk menatapnya.


"Kamu itu sangat pantas buatku, Aku mencintaimu saat pertama kali aku melihatmu. Kamu wanita pertama yang membuat jantung ini berdebar."


"Tapi, saya sudah pernah menikah. Bahkan mantan suami saya selingkuh dibelakanku karena saya tidak bisa memberikannya keturunan." Ujar Cahaya sendu. "Saya takut Drick saya juga tidak bisa memberikan kamu anak, dan kamu kecewa sama saya."


Chandrick hanya menghela nafas panjang dan menarik Cahaya dalam pelukannya.


"Aku tidak peduli dengan semua itu, Dan soal kamu tidak bisa memiliki anak, itu tidak masalah bagi saya." Ujar Chandrick melepas pelukannya lalu menatap Cahaya begitu dalam


"Sayang dengar jaman sekarang sudah canggi, Kamu bisa berobat dengan dokter terbaik. Dan kita juga banyak-banyak ikhtiar dan berdoa."

__ADS_1


"Tapi, apa keluargamu tidak malu punya menantu janda seperti saya dan mandul." Ujar Cahaya menunduk karena mengingat kenangannya dengan Kevin, dia tidak diterima di keluarganya Kevin karena dia seorang janda dan tidak bisa memberikan anak.


"Dengar sayang, saya tidak mempunyai keluarga, ayah dan ibuku kecelakaan disaat umurku 17 tahun. aku begitu terpuruk disaat kedua orang tuaku harus pergi selamanya. Dan tak lama kepergian orang tuaku perusahaan mulai goyah karena penggelapan uang dari keluarga Daddy ku sendiri. Dan setelah mereka membuat perusahaan Daddyku bangkrut mereka meninggalkanku sendiri." Cahaya hanya diam mendengar Chandrick berbicara tanpa menyelah.


"Saya harus berjuang sendiri untuk membangkitkan perusahaan Daddyku supaya berjaya kembali, sampai akhirnya saya bertemu dengan Hanz dijalanan terlunta-lunta bahkan nasibnya lebih buruk dari nasibku. Ujar Chandrick terkekeh mengingat masa lalunya.


" Tidak usah dikenang, itu hanya masa lalu." Ujar Cahaya lembut memegang tangan Chandrick.


Chandrick hanya tersenyum menatap Cahaya.


"Maaf Chandrick bukan saya tidak mau menikah denganmu, tapi saya harus kembali kenegarahku untuk membalas dendam sama orang-orang yang membuatku seperti ini." Ujar Cahaya penuh dendam.


"Sayang, kamu tetap bisa kembali dinegaramu untuk membalaskan dendammu. saya juga bisa ikut denganmu karena saya juga punya perusahaan di Indonesia yang dikelola oleh orang kepercayaannku disana. Chandrick berusaha meyakinkan Cahaya agar dia mau menikah dengannya.


"Baik, tapi biarkan saya yang kelola perusahaan mu di Indonesia. Karena untuk sementara saya tidak mungkin kembali ke perusahaan Aditama." Ujar Cahaya.

__ADS_1


"Tapi, bukankah kamu sudah menelpon asisten mu yang berada di indonesia dan mengabarinya kalau kamu masih hidup.


" Saya tidak jadi mengabarinya, apa lagi saya belum tau siapa musuh saya sebenarnya. biarkanlah mereka menganggapku mati."


"Baiklah, kamu bisa mengelola perusahaan yang di Indonesia. Tapi sebelum kamu ke Indonesia kita menikah dulu ya." Ujar Chandrick yang diangguki Cahaya.


"1 minggu lagi kita menikah ya sayang." Ujar Chandrick dengan polos.


"Mana bisa satu minggu, kita harus mempersiapkan banyak hal, Dan urus mengenai data diriku apa lagi saya bukan orang sini." Ujar Cahaya cemberut.


"Sayang kamu hanya perlu duduk manis, biar itu semua jadi urusanku." Ujarnya dengan mencolek dagu Cahaya.


"Terserah, orang kaya ma bebas." Paarah Cahaya yang membuat Chandrick terkekeh. Lalu Chandrick mencubit hidung Cahaya dengan gemas.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2