Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 8


__ADS_3

"Bu bukti ini sangat kuat, Wajah suami anda sangat jelas dengan selingkuhannya yang berada dalam kamar. Bukti ini juga susah dibantah, sekeras apapun suami anda membantah atau mencoba mengelak dan mempertahankan pernikahannya sangat sulit. Kecuali ibu Cahaya yang mencabut gugatan dan bersedia rujuk dengan suamimu."


"Ya nggak mungkinkah saya mencabut gugatan ini, saya paling tidak bisa menerima penghianatan bu, apalagi dia menghianati saya dengan orang selama ini sudah kuanggap saudara sendiri. bagi saya cinta boleh tapi jangan bodoh."


"Asalkan Bu Cahaya tetap teguh pada saat sidang mediasi, maka kemungkinan besar akan ada putusan cerai untuk Ibu. Dalam persidangan nanti, pasti dari pihak suami ibu akan mengusahakan untuk sidang mediasi, ibu perlu hanya bersikap tegas dan tetap pada gugatan suami ibu. "


"Maaf permisi Bu.. "


kedatangan seorang pelayan membawa makanan pesanan, membuat mereka berhenti bicara.


"Oh iya silahkan Mbak"


Para pelayan memulai menata makanan diatas meja, setelah makanan tersaji di meja makan, mereka langsung menyantap makanan itu karena mereka memeng sudah lapar belum makan siang.


"Alhamdulillah... sudah Kenyan, terimakasih atas nikmatmu yang engkau berikan ya Allah"


Cahaya mengucapkan syukur setelah selesai makan.


"Enak ya makanan, lain kali kita kesini makan ya"


"Ok"


"Besok saya akan mendaftarkan gugatan ibu kepengadilan"


Mereka keluar dari restoran, dan pergi ke tempat tujuan masing-masing.


Tika pulang kerumahnya sedangkan Risa dan Cahaya menuju kantornya masing-masing.

__ADS_1


15 menit kemudian Cahaya sampai dikantornya.


"Bu, ada seseorang menunggu diruanganmu, dia mengaku Ibu mertuamu." Ucap Resepsionis sopan kepada Cahaya.


"Baiklah, saya akan menemuinya. " Ucap Cahaya lalu pergi menuju ke ruang kerjanya.


Sesampainya didepan pintu, dia langsung membukanya terus berjalan tanpa menghiraukan orang yang memandangnya dengan geram. dia langsung duduk di kursi kebesarannya.


Cahaya menatap orang yang ada didepannya.


"Ada apa bu datang menemuiku dikantor?" Tanya Cahaya kepada ibu mertuanya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Tidak nak Ibu hanya ingin bilang, kenapa uang bulanan Ibu belum dikirim." Jawab Ibu mertua Cahaya dengan suara selembut mungkin"


"Maaf Bu, Uang bulanan Ibu sudah kustop dan Ibu minta uang saja sama anak Ibu."


"Ibu minta penjelasan sama anak Ibu sendiri." Ucap Cahaya dengan santai.


"Tapi nak, apa tidak bisa kasih Ibu uang sedikit saja. Ibu sangat butuh uang."


"Tidak bisa, Kalau tidak ada urusan Ibu bisa keluar dari ruanganku."


"KAMU JANGAN SOMBONG CAHAYA" Ucap Ibu mertua cahaya dengan marah dengan mata melotot kerah Cahaya. "Ingat Cahaya, Aditya sangat berjasa dengan perusahaanmu." Sambungnya.


Prok... prok... prok...


Tepukan tangan mengemah diruangan itu, karena merasa lucu dengan ucapan Ibu mertuanya.

__ADS_1


"Wau, Ibu bilang kalau Mas Aditya sangat berjasa diperusahaanku. Bahkan mas Aditya malah membuat kekacauan diperusahaanku" Ucapnya sinis terhadap Ibu mertuanya.


"ARGA.......... " Teriak Cahaya memanggil Asistennya.


"Tok... Tok... Tok... " ketukan pintu dari luar.


"Masuk" Ucap Cahaya Dari dalam.


Arga memasuki Ruangan Cahaya dan dia berdiri disamping tempat duduk Cahaya.


"Arga Coba jelaskan kepada Ibu mertuaku yang tersayang ini apa saja yang dikerjakan Mas Aditya selama dia memimpin perusahaan ini." Ucap Cahaya kepada Arga dan diangguki oleh Arga.


"Tuan Aditya tidak pernah menghadiri rapat penting di perusahaan, ia selalu meninggalkan pada pekerjaannya kesaya, dia hanya memiliki pekerjaan memberi tanda tangan dan . ..."


"Cukup Arga hufft... dengar sendiri kan Ibu mertua, saya tidak menyangka hidup dengan orang-orang seperti kalian. Dimana kekurangan ku Ibu, bahkan saya selalu mentransferkan Ibu uang tiap bulan. Bahkan saya juga mengirimkan uang kepada Adeknya yang berada diluar negeri." Ucap Cahaya emosi karena dia hanya dijadikan mesin ATM berjalan.


"Cukup Cahaya, kamu ingin tau apa kekuranganmu. kekuranganmu adalah kamu tidak bisa melahirkan anak dan kamu adalah wanita mandul, kamu mandul Cahaya" Balas Ibu mertua Cahaya yang tidak bisa menahan emosinya dengan nafas tersengal-sengal.


Deg


Cahaya duduk termenung tak terasa air matanya menetes dipipi mulusnya tanpa noda


"Ibu keluar sekarang dari ruangan ini" Ucap Arga sambil mendorong Ibu mertua Cahaya.


"Kamu jangan kurang ajar sama saya ya, kamu itu hanya babu disini..." Ucapan Ibu mertua Cahaya terpotong karena Arga mendorongnya keluar dari ruangan dan langsun menutup pintu.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2