
"Ibu... Ibu... Ibu... " Teriak Aditya masuk kedalam rumah Ibunya.
"Ada apa dit, Pulang-pulang teriak." Ucap Ibu Aditya dari dapur menghampiri anaknya.
"ada kabar gembira Bu, Ayo kita duduk dulu." Aditya menarik tangan Ibunya menuju sofa dengan senyum yang masih terpancar bahagia.
"Apa yang membuatmu bahagia?" Tanya Ibu Aditya ketika melihat Aditya tersenyum bahagia.
"Bu, ternyata Cahaya masih hidup, Cuma wajahnya sudah berubah Bu." Ibu Aditya mengernyitkan Alisnya bingung maksud dari perkataan Aditya
Aditya yang mengerti kebingungan Ibunya, iapun menjelaskan bagaimana bisa tahu kalau Cahaya masih hidup.
"Jadi, apa yang kamu lakukan ketika ketemu dengan Cahaya?" Tanya Ibu Aditya.
"Saya akan kembali dengan Cahaya dan berusaha membujuknya aga dia mau kembali padaku." Ucap Aditya. "Dan saya akan merebutnya dari tangan suaminya" lanjut Ucapnya dalam hati.
"Dit, Cahaya itu mandul, mending kamu cari perempuan lain yang lebih kaya dari Cahaya. Apa lagi sekarang kamu juga sudah sukses." Ucap Ibu Aditya mendengus kesal.
"Tidak bisa Bu, saya masih mencintai Cahaya dan saya yakin Cahaya juga masih mencintaiku." Ucap Aditya dengan PDnya.
__ADS_1
"Terserah kamu saja." Ibu Aditya berdiri meninggalkan anaknya yang masih duduk disofa.
Tak lama kepergian Ibunya, ia juga naik ke kamarnya untuk Istirahat.
Sesampainya dikamar Aditya langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan dirinya dan berpakaian ia merebahkan barangnya dikasur King Sizenya denganrnatap langit-langit kamarnya.
...****************...
Keesokan harinya pukul jam 9 : 00 Cahaya sudah bersiap kekantor ditemani oleh Chandrick.
"Apa kamu sudah siap sayang menghadapi tikus-tikus yang ada diperusahaanmu."
Ia melepaskan pelukannya. "Ayo sayang." Ujarnya menggandeng tangan Cahaya keluar dari kamar. Ia sudah berada dalam Lift untuk turun ke ke lantai satu.
"Mau Sarapan dulu?" Tanya Chandrick dengan mengusap kepala Cahaya dengan sayang.
"Tidak Hubby. Kita langsung saja ke perusahaan. Takutnya nanti telat." Jawab Cahaya yang mulai melangkah duluan.
"Sayang.. Tunggu kok ditinggal." Ucap Chandrick yang sudah berdiri. disamping Cahaya dekat mobil yang akan ia gunakan.
__ADS_1
"Hubby yang lelet jalannya." Ujar Cahaya masuk kedalam mobil dan Chandrick juga masuk kedalam mobil di bagian kemudi.
Chandrick mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan Aditama.
Di dalam Mobil.
"Hubby, bawakan bukti-bukti tentang saya. Saya takutnya dewan direksi tidak percaya karena melihat wajahkh yang berubah?" Tanya Cahaya pada Chandrick yang serius mengemudikam mobil mewahnya.
"Sayang, tenang saja semua berkasnya sudah saya urus dan Arsya sudah menunggu kita diperusahaan Aditama." Jawab Chandrick dengan mengelus Kepala Cahaya lalu tersenyum menatap Cahaya sejenak dan kembali menatap jalanan kembali.
Arsya sudah berdiri disamping mobilnya menunggu bosnya. Ketika ia melihat mobil Chandrick memasuki parkiran. Ia dengan cepat menghampiri bosnya dan membukakan pintu Cahaya.
"Selamat pagi Nona." Sapa Arsya.
Arsya beralih mau membukakan pintu Chandrick, namun Chandrick lebih dulu membuka pintu mobilnya.
"Apa berkasnya sudah siap?" Tanya Chandrick yang sudah berada disamping Arsya.
"Sudah Tuan." Jawab Arsya mantap.
__ADS_1
Semua karyawan menatap heran, kenapa orang terkenal dan terkaya nomor 1 didunia berada diperusahaan Aditama yang kalah jauh dari perusahaan Drick. Itulah pikiran karyawan yang bekerja diperusahaan Aditama.