Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 34


__ADS_3

"Begitulah ceritanya sayang, gara-gara Cincin ini akhirnya kita menemukanmu."


"" Kita, maksudnya." Cahaya menatap sekeliling dan dia hanya melihat Kevin dan tidak melihat orang lain selain dia dan Kevin.


"Mereka lagi pantau situasi sayang"


"Vin saya mau telpon seseorang dulu."


Cahaya menulis nomor seseorang dengan menggunakan handphone Kevin. Satu kali tersambung tidak diangkat. Panggilan kedua orang baru mengangkat telponnya.


"Hallo, ini siapa?" Tanya orang disebrang telpon.


"Siapkan anggotamu, dan lacak keberadaan Arga." Ujar Cahaya datar.


"Baik Nona" Balas orang itu disebrang telpon.


"Tapi ingat Leo, saya tidak ingin ada kesalahan. Ujarnya tegas.


" Iya Nona."


Cahaya menutup telponnya dan menghapus Nomornya Leo agar tidak ada bisa melacak keberadaan Leo.


"Sudah sayang." Tanya Kevin dan diangguki Cahaya yang masih bersembunyi di pohon besar.


Sedangkan suasana didalam.


Daniel sangat marah ketika dia masuk kekamar, Dia tidak menemukan seseorang didalam kamar


Daniel menghancurkan semua yang ada dikamar.


PRANG....


PRANG....

__ADS_1


Daniel melempar semua barang-barang yang ada dikamar. Dilantai sudah dipenuhi pecahan-pecahan.


"Brengsek... aaaahhh.. sial.. " Ujar Daniel marah dan teriakan menggema di dalam kamar.


"Mafioso"


"Pelayang"


Teriakan Daniel manggil anggotanya bahkan pelayan rumahnya.


Tak lama kemudian Mafioso dan pelayang datang dan menghampiri Daniel yang masih menyiratkan kemarahan dimatanya.


"Kalian Cari perempuan itu cepat, saya yakin dia belum terlalu jauh perginya." Perintah Daniel pada anggotanya untuk mencari Cahaya.


"Baik Tuan" Ujar Mafioso itu dan melaksanakan perintah yang diberikan oleh Daniel.


Sedangkan disisi Cahaya dan Kevin.


"Kayaknya mereka sudah tahu kalau saya tidak ada di kamar." Ujar Cahaya yang masih melihat situasi.


"Andre, bagaimana situasi."


"Astaga.."


"Ada apa Andre, apa ada masalah."


"Tuan ini sangat bahaya, mereka mempunyai begitu banyak pasukan. tuan bersembunyi dulu jangan sampai ketahuan. Kayakny Daniel sudah mengerahkan anggotanya untuk mencari Nona Cahaya tuan." Beritahu Andre pada Kevin.


"Baik, kita akan bersembunyi." Panik Kevin sedangkan Cahaya hanya santai melihat kepanikan Kevin.


"He he sayang, santai tidak usah panik." Ujar Cahaya santai tanpa ada rasa takut.


"Tapi sayang.... "

__ADS_1


perkataan Kevin terpotong oleh Cahaya.


"Tarik Nafas dan buang begitu seterusnya supaya kamu tenang." Ujar Cahaya


"Tapi..."


"Tenang 5 menit lagi kita maju lawan mereka." Ujar Cahaya yang membuat Kevin melotot mendengar perkataan kekasihnya.


"Kamu tidak serius kan, sayang saya hanya membawa ketiga sahabatku dan saya tidak membawa anggotaku sayang, kita bisa mati konyol kalau menghadapi Mafioso Daniel." Ujar Kevin panjang lebar agar Cahaya mengerti maksudnya.


"Lihat ajah sebentar." Ucap Cahaya yang tetap santai sambil menelisik setiap pergerakan Mafioso yang sedang mencarinya.


"Diam no debat." Ujar Cahaya datar dan membuat nyalinya Kebin menciut.


Cahaya mulai menghitung, dan Cahaya mengambil sesuatu yang tersimpan di dalam bajunya lalu dia pasang ke telinganya. Sedangkan Kevin hanya melihat apa yang dilakukan sang pujaan hatinya


"Kamu dimana?" Tanya Cahaya datar


"Kami sudah ada di posisi masing-masing Nona." Ujar seseorang yang tersambung dengan alat Cahaya yang terpasang ditelingahnya.


"Bagaimana dengan Arga, apa kalian sudah menemukannya."


"Sudah Nona, beberapa anggota terlati sudah saya kirim kesana Nona."


"Kalian semua bersiap, kita akan menyerang."


"Iya Nona, kita sudah siap, kita hanya menunggu instruksi dari nona."


"Saya ingin ketuanya dalam keadaan hidup, saya ingin tahu siapa yang menginginkan nyawaku. dan satu lagi jangan meninggalkan jejak"


"Baik Nona."


Semua anggota Cahaya bersiap untuk menyerang Daniel.

__ADS_1


...***Bersambung***...


"


__ADS_2