Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 9


__ADS_3

Arga memandang cahaya dengan tatapan Iba.


"Ar apakah hanya tidak bisa memberikan seorang anak, mereka menghianatiku.Hatiku hancur aku kecewa, aku terluka.


Arga membiarkan cahaya meluapkan keluh kesahnya, dia merasa kasihan dengan atasannya yang begitu hancur.


"Kalian akan menyesal, telah membuat non cahaya terluka, kalian lebih memilih membuang berlian dan memungut batu kerikil." Batin Arga menatap nanar Cahaya yang masih menangis tersedu-seduh.


"Pulang ajah dulu menenangkan pikiran Nona." Ucap Arga kepada Cahaya dan diangguki oleh Cahaya.


Cahaya mengambil tasnya dan bersiap pulang.


Sebelum dia membuka pintu, dia menoleh dan menatap kearah Arga.


"Ar Kamu bisa handelkan perusahaan beberapa hari, saya ingin liburan dan menenangkan pikiran."


"Ok, pergilah liburan kalau urusan kantor biar saya yang urus"


...****************...


"Ibu dari mana saja?" Tanya Aditya panik.


"Ibu dari menemui Cahaya" Ucapnya lesu.


"APA...." Teriak Aditya.


"Dit bagaimana kalau Cahaya bener-bener menggugat cerai, kita akan susah lagi seperti dulu" ucap Ibu Aditya lesu.

__ADS_1


"Bu biarkan mas Adit bercerai dengan Cahaya, apalagi saya mengandung anak mas Adit, bukankh Ibu sangat menginginkan keturunan" Ucap Keyla santai sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Saya memeng menginginkan anak dari Aditya, Tapi saya juga tidak mau kehilangan yang bisa memberiku segalanya." Ucap Ibu Aditya sambil menatap tajam Keyla. Ini semua karena kamu, kalau saja kamu tidak menggoda Aditya, pasti hidup Aditya tidak akan melarat seperti ini" Ibu Aditya menyalahkan Keyla apa yang menimpanya.


"Bu, kenapa menyalahkanku, kita saling mencintai. bahkan sebelum mas Aditya mengenal Cahaya dia lebih mengenal saya lebih dulu."


"Diam kamu" bentak Ibu Aditya yang sudah geram.


Keyla terdiam mendengar bentakan Ibu Aditya.


Setelah lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Mas..... "


"Maaf Kayla, aku masih Mencintai istriku" Ucap Aditya memotong perkataan Keyla.


Setetes air mata keluar dari pipi Keyla.


"Mas janji mau menukahiku, saya juga sedang mengandung anakmu mas, Saya idak mau tau mas harus menukahiku secepatnya." Ketus Kayla


"Tapi.. ... "


"Tidak ada tapi-tapian atau saya akan gugurkan anak yang ada di dalam perutku ini" Ancam Kayla pada Aditya.


"Jangan sayang, kita akan menikah setelah urusanku dengan Cahaya selesai"


"Aku mau secepatnya menikah mas, perutku akan bertambah besar"

__ADS_1


"Itu bener Aditya perutnya akan bertambah besar, bagaimana kalian menikah siri dulu, rahasiakan pernikahan kalian" Ucap Ibu Aditya setelah lama memperhatikan keduanya.


"sial, Cahaya lagi.... Cahaya lagi. ini semua gara-gara Cahaya saya benci sama dia, saya akan membuat Aditya membencinya dan Aditya jadi milikku" Batin Kayla tersenyum miring.


Keheningan


"Dit Ibu punya Ide, bagaimana mana kamu datangi Cahaya dan minta maaf kepadanya, sebentar lagi jam pulang kantor. "


"Iya bu bener, saya pergi sekarang ya bu" Pamit Aditya Pada Ibunya Namun tangannya dicekal oleh Kayla dan membuat Aditya menatapnya.


"Apa.... "


"Saya tidak akan membiarkan dia menemui Cahaya bagaimanapun caranya" Batin Cahaya seringai kelicikan.


"Mas perutku sakit mas" Bohong Kayla.


"Apa kita kerumah sakit sekarang ya" Panik Aditya.


"Ya Kayla, kita kerumah sakit, saya tidak mau cucuku kenapa-napa"


"Tidak usah mas, saya hanya butuh istirahat mas, antar saja sayakeapartemen mas"


"Tapi Key saya. .... "


"Yaudah mas tidak mau antar, biar saya pergi sendiri, tapi kalau anak ini kenapa-napa jangan salahkan saya" Ucap Kayla Kesel.


"Ok, saya antar kamu keapartemen" Ucap Aditya lesuh.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2