Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 69


__ADS_3

Cahaya sudah berada di kediamannya. Ia langsung naik ke kamarnya, namun ia dikagetkan oleh seseorang yang langsung memeluknya secara tiba-tiba. Tanpa disangka Cahaya membanting orang itu dengan kuat karena berani memasuki kamarnya dan memeluknya.


"aaaahhh.. Sakit sayang.." Rengek Chandrick dengan memegang pinggangnya yang aga sakit.


"Salah sendiri ngapain ngagetin." Ucap Cahaya santai dan tidak berniat menolong suaminya yang masih meringis kesakitan.


Cahaya berjalan menuju kasur dan langsung duduk.


"Sayang apa kamu tidak merindukanku?" Tanya Chandrick sudah berdiri lalu menghampiri istri tercintanya.


Cahaya tersenyum manis.


Cup.


Cahaya mengecup bibir Chandrick Sekilas lalu ia memalingkan wajahnya dengan pipi merona karena malu.


Chandrick menagkup wajah Cahaya dan menatapnya penuh cinta dan kerinduan. Chandrick. Chandrick mencium bibir sang istri dengan lembut. Chandrick tersenyum dibalik ciumannya karena Cahaya membalasnya.Mendapat lampu hijau dari sang istri, Chandrick semakin bersemangat. Ciuman yang tadi pelang kini menjadi panas. Mulut keduanya saling bertautan, lidah masing-masing saling membelit membuat keduanya terbakar oleh nafsu.


Merasa sang istri mulai kehabisan nafas, Chandrick melepas ciumannya.Cahaya mengambil nafas sebanyak-banyaknya. ia menatap tajam orang didepannya.


"Hubby ingin membunuhku." omel Cahaya pada Chandrick


Chandrick hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Maaf sayang" Ujar Chandrick menatap Cahaya memandang Cahaya penuh Damba.


"Bolehkah" Ujar Chandrick yang diangguki Cahaya.


Chandrick kembali mencium Cahaya, mereka melakukan pergulatan panas.


Chandrick memandang Cahaya yang sudah tertidur karena Capek. Lalu ia bangung dengan pelang agar tidak menganggu istirahat Cahaya yang tertidur pulas.


Chandrick masuk kekamar Mandi untuk membersihkan dirinya. ia hanya memerlukan waktu 15 menit untuk membersihkan diri. Ia keluar kamar mandi melihat istrinya yang masih tertidur nyenyak.


Malam harinya Chandrick kembali kekamar untuk membangunkan istrinya yang masih tertidur pulas.


"Sayang.." Panggil Chandrick menggoyangkan tubuh Cahaya. Namun Cahaya hanya menggeliat dan semakin merapatkan selimutnya.


"Sayang bangun.' Chandrick mencium seluruh wajah Cahaya. Tak lama Cahaya membuka perlahan matanya yang pertama ia Lihat suami tampannya.


"Sayang sana gi pergi bersih-bersih, Setelah itu kita makan." Chandrick mengelus kepala Cahaya dengan sayang.


Cahaya bangun dan pergi kekamar mandi dengan melilitkan selimut di badangnya karena ia tidak menggunakan sehelai pakaian di badangnya.


Mereka sudah berada di mejah makan. Mereka makan dengan diam itulah kebiasaannya. Hanya suara dentingan sendok didengar. Setelah mereka selesai makan.


Cahaya dan Chandrick bersantai diruang TV.

__ADS_1


"Hubby" Panggil Cahaya.


"Iya sayang." Ujarnya dengan mengelus kepala Cahaya.


"Hubby, besok malam temani saya menghadiri undangan ulang tahu perusahaan dirgantara. Sekalian buat kejutan sama seseorang."


"Iya sayang, saya akan menemanimu."


Keesokan Harinya Cahaya dan Chandrick bersiap pergi ke butik namun handphone Cahaya berbunyi panggilan telpon masuk.


"Hallo Leo, ada apa?" Tanya Cahaya pada sebrang telpon.


"Bisa kita ketemu, ada harus saya katakan mengenai preman yang membuatmu juga kecelakaan." Ujar Leon.


"Tunggu saya minta izin ke suamiku dulu." Ujar Cahaya lalu mematikan telponnya secara sepihak.


Cahaya menghampiri suaminya yang masih duduk sofa.


"Sayang bisakah saya ketemu dengan Leo, ada harus saya bicarakan dengan dia." Ujar Cahaya meminta izin pada suaminya.


"Suruh saja dia kesini sayang." Ujarnya lembut.


"Bener sayang." Ujar Cahaya dan diangguki Chandrick.

__ADS_1


Cahaya mengirimkan pesan melalui WA dan mengirimkan alamat rumahnya. Karena ia akan bertemu dengan Leo dirumah nya saja. toh suaminya juga ada dirumah.


...***Bersambung***...


__ADS_2