
Rose menambah lagi kecepatan Motornya dan Roselah Yang keluar jadi pemenangnya dan Bintang yang diurutan kedua. Mereka hanya beda sedikit ketika sampai di garis finish.
"Wau Bro lo kalah," Heboh Daniel sedangkan Bintang hanya diam mendengar ocehan sahabatnya sambil menatap Rose yang berjalan untuk mengambil hadiahnya.
"Woi Bintang dari tadi ini gue bicara sama lo dengar nggak si." Ucap Daniel kesel pada Bintang.
"Kamu liatin dia terus, apa lo tertarik sama dia." Ucap Satria dengan menepuk pundak Bintang.
Bintang menoleh kearah Satria lalu kembali menatap kedepan dan Rose sudah tidak ada. Bintang mengedarkan pandangannya mencari sosok Rose namun Rose sudah tidak ada di arena balap.
"Yu, cabut." Ucap Bintang datar.
"Dasar kulkas 12 pintu." Guman Daniel.
Mereka meninggalkan arena balap, Namun dipertengahan jalan mereka melihat perkelahian yang tak seimbang 10 lawan 1.
"Kita bantu Rose atau hanya jadi penonton." Ucap Charlie kagum melihat rose berkelahi seorang diri bahkan Rose belum terkena pukulan sama sekali.
"Kayak aku pernah lihat gerakan rose dan cara berkelahinya mirip seseorang." Ucap Bintang dalam hati sambil memperhatikan Rose berkelahi bahkan ia tidak sadar ketika keempat temannya memperhatikannya dari tadi.
"Kayaknya Bos kita naksir tu sama si Rose." Bisik Daniel pada Rasya.
"Kayaknya, tu dia liatin terus tanpa berkedit." Jawab Rasya.
Dor.
__ADS_1
Suara tembakan membuat geng Tiger kaget lalu ia menoleh kearah Rose yang terkena tembakan dibahunya.
Bintang turun dari motor mau menolong Rose namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara seseorang yang tidak ia kenal.
"Hai Rose, kita ketemu lagi..." Ucap pria itu.
"Ternyata lo, lo itu bisanya main belakang. pengecut lo." Ucap Rose reme.
"Ha ha ha.., Lo akan mati hari ini Rose tapi sebelum gue habisi lo. Gue akan membuka topengmu dan melihat wajahmu Rose dan setelah itu akan memadu kasih.
"Itu takkan terjadi, karena gue akan lebih dulu membunuhmu dan gue tidak sudi disentuh oleh pria brengsek sepertimu."
Dor Dor Dor
Pria itu terus menembak Rose dengan cara membabi buta, namun Rose terus menghindar tembakan dan diapun mengambil pistolnya yang berada di dalam saku jaketnya sambil menghindar tembakan. Lalu dengan cepat ia berbalik melepaskan tembakan pada pria itu.
Dor
"Lihat hanya satu kali gue menembak senjata lo jatuh." ejek Rose.
"Sial... " Marah pria itu dengan tangan mengepal.
Dor
Rose menembak lagi dan pria terkena bahunya yang membuat pria itu meringis karena sakit
__ADS_1
"Lo ke jalan XXX dan bereskan kekacauan disini" Ucapnya langsung mematikan telponnya sepihak tanpa mendengar jawaban dari sebrang telpon.
Tak lama anggota Rose datang dan membawa ke markas yang masih sadar.
Rose berjalan menghampiri Bintang The gent.
"Apapun yang lo lihat lupakan." Ucap Rose menatap tajam kelima pemuda yang berdiri yang membuat mereka bergidik ngeri namun tidak bagi Bintang. Malahan Bintang sangat penasaran seseorang yang dibalik topeng itu.
Rose menghentikan langkahnya karena tangannya dipegang oleh Bintang.
"Ada apa?" Tanyanya dengan datar.
"Pulanglah kalian duluan." Titah Bintang pada keempat temannya. tanpa perduli dengan pertanyaan Rose
"Tapi lo." Ucap Rasya khawatir.
"Gue ada urusan dengan dia."
"Baiklah" Pasrah Satria meninggalkan bintang yang diikuti ketiga temannya dibelakang.
Setelah melihat sahabatnya pergi ia pun kembali menoleh kearah Rose sedari tadi diam.
"Ayo naik." Titah Bintang yang membuat Rose mengerutkan Alisnya bingung.
Bintang menghela nafas panjang. "Gue mau bicara sama lo."
__ADS_1
"Ndak perlu bonceng gue, Karena gue bawah motor sendiri tinggal bilang lo mau bicara dimana?"
Rose melangkah menuju tempat motornya terparkir. Dan menaiki motornya lalu menjalankan menuju kearah Bintang.