Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 83


__ADS_3

Keyla sudah berada dikamar dengan 4 seorang laki-laki yang sudah tua perut buncit.


"Jangan mendekat." Ucap Keyla mundur dan menghindari laki-laki tua itu.


"Ayolah sayang, kita akan memberikan kenikmatan untukmu." Rayu lelaki itu yang sudah menangkap tangan keyla.


Keyla sudah tidak ada tenaga melawan keempat lelaki itu. Ia hanya pasrah apa yang dilakukan laki-laki tua itu pada tubuhnya.


Mereka menikmati tubuh Keyla sampai membuat Keyla tak sadarkan diri karena kelelahan. Dan mereka meninggalkan Keyla yang masih dalam keadaan pingsan.


Tak lama madam Ros masuk melihat Keyla datar.


"Bawah dia keruang kesehatan." Ujar Madam Ros.


"Dia bisa memberiku keuntungan besar, Namun Leo menginginkan dia menderita." Ucap Madam Ros dalam hati dia bingung harus bagaimana.


"Kalau ia tidak menyiksa Keyla, Leo akan membongkar bar. Mending ia cari aman saja." Ujar Madam Ros dalam hati lagi.


Sedangkan di ruang rawat Madam Ros, Keyla sudah sadar dari pingsannya.


"Kenapa nasibku seperti ini." Ucap Keyla dengan air mata menetes di pipinya.


"Bagaimana caranya saya bisa keluar dari sini.


" Ini semua gara-gara Cahaya." Guman Keyla masih menyalahkan Cahaya, Bahkan ia belum sadar dengan kesalahannya.

__ADS_1


"Kenapa mesti kamu kembali, kenapa ngga mati saja." Umpat Keyla penuh dendam pada Cahaya.


Sedangkan dikediaman Chanrick


"Uhuk Uhuk"


"Sayang makan itu hati-hati." Ujar Chandrick memberikan minum pada Cahaya.


"Iya Hubby" Jawab Cahaya


Keesokan paginya dikediaman Chandrick.


cahaya terbangun karena mual. Cahaya masuk kekamar mandi memuntahkan isi perutnya namun yang keluar hanya cairan putih saja.


"Sayang.. " Panggil Chandrick.


"Hubby dikamar mandi." Jawab Cahaya lesu.


Chandrick masukamar mandi melihat Cahaya terduduk lemas. Chandrick mengangkat Cahaya ala Bridal Style lalu membawanya baring dikasur.


"Hubby." Panggil Cahaya dengan menarik kecil baju yang dipakai Chandrick.


"Ada apa sayang, apa kamu menginginkan sesuatu." Ucap Chandrick senyum dan membelak rambut Cahaya penuh kasih sayang.


"Pengen makan bakso Hubby." Ucapnya membuat Chandrick melotot mendengar keinginan Cahaya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, tunggu ya saya tanya koki dulu apa ia bisa membuatkan bakso untuk istriku yang cantik ini" ucap Chandrick dengan mencolek dagu cahaya.


Chandrick turun ke lantai satu menggunakan Lift. ia langsung menuju dapur untuk ketemu koki.


"Apa tuan butuh sesuatu?" Tanya Koki itu pada Chandrick.


"Apa kamu bisa buat bakso." Ucapnya langsung to the point.


"Bisa tuan" Ucap Koki jtu.


"Buatkan segera. dan harus ada dimeja makan sebelum jam 7." Ucap Chandrick yang diangguki Koki itu.


Chandrick kembali ke kamarnya. ketika ia masuk kamarnya, ia melihat Cahaya yang tertidur pulas. Chandrick kembali berbaring disamping Cahaya. Lalu ia melingkarkan tangannya keperut Cahaya


"Sehat selalu ya nak dan jangan rewel diperut Mommy mu." Ucap Chandrick mengusap perut istrinya yang masih rata.


Waktu sudah menunjukan pukul stengah 7. Chandrick sudah bersiap-siap memakai stelan kantornya begitupun dengan Cahaya. Ia ikut Chandrick kekantor. Semenjak Cahaya hamil ia tidak bisa jauh dengan Chandrick.


Seperti saat ini kemanapun Chandrick pergi Cahaya akan selalu mengekorinya.


"Ayo kita turun makan, saya ingin makan bakso buatan Koki Hubby.' Ujar Cahaya lalu menarik tangan Chandrick turun ke lantai satu sedangkan Chandrick hanya pasrah tangannya ditarik oleh kesayangannya.


...***Bersambung***...


Jangan Lupa like, Coment dan Vote

__ADS_1


__ADS_2