Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 24


__ADS_3

Brak


"Bisa ngga buka pintu itu pelang-pelang, main dobrak ajah, kalau rusak mau ganti rugi." Ucap Kevin kesal melototkan matanya ke Andre.


"Ya elah Tuan Kevin yang terhormat kayak orang susah saja. Kalau rusak tinggal ganti duitmu tidak akan habis hanya mengganti satu pintu Rumah sakit." Ujarnya membuat Kevin berdengus.


"Ini Makanan yang tuan pesan." Menyimpan Makanan di meja, lalu Kevin menoleh ke arah Cahaya. Cahaya mengerti kode yang diberikan oleh Kevin, dia berdiri menuju brankar Kevin.


"Eh Calon Ibu bos juga ada." Ujar Andre Terkekeh yang membuat Cahaya mendelik.


"Jangan Marah, ini makanan untuk Tuan Kevin, Pasti tuan senang kalau Ibu bos yang suapi." Ujarnya menunjuk makanan diatas meja dan dia pergi ke sofa untuk istirahat karena lelah mencari makanan yang diinginkan Kevin.


"Andre sudah bosan hidup." Ujarnya geram.


"Hehe bos, bercanda. bos saya mau tidur, jangan ganggu." Andre baring disofa dan memejamkan mata. Kevin hanya geleng-geleng kepalanya.


"Sini saya suapi" Ujar Cahaya, lalu dia mengambil makanan yang ada di meja dan menyuapi Kevin sampai buburnya Habis tanpa sisa.


"Vin kenapa kamu bisa dikroyok sama anak brandal itu." Tanya Cahaya penasaran.


"Dia kalah balapan, dia tidak Terima kekalahannya makanya dia keroyok saya. Kamu ingat waktu saya ketuk pintu mobilmu ditempat sepi dan kamu lihat saya babak belur."


Flashback


Brum...


Brum...


Brum...

__ADS_1


Kevin melajukan motornya dengan kecepetan tinggi dan ketika hampir sampai di garis Finish Kevin semakin menambah kecepatan motornya. Kevinlah yang sampai pertama digaris Finish.


"Ambil uangnya, gue harus pergi karena gue punya urusan." Perintah Kevin Kepada anggotanya dan Kevin meninggalkan anggotanya ditempat arena balap.


Tanpa Kevin sadari ternyata ada seseorang mengikutinya dari belakang, ketika di tempat sepi orang itu menghadangnya lalu menghajar Kevin dengan cara keroyokan.


Bruk...


Aaaaahhkk..


Bruk.. .


"Siapa Kalian?" Tanya Kevin yang masih berusaha melawan.


"Kalian tidak perlu Tahu siapa kami." Balas orang yang keroyok Kevin


"Sial, kalau begini terus gue bisa mati," Batin Kevin memikirkan bagaimana caranya kabur dari Geng Srigala yang selalu buat onar.


Bruk...


Kevin sudah babak belur dan darah keluar dari bibirnya. Kevin berusaha Kabur dari orang itu. Kevin berlari dan terus berlari sampai akhirnya dia menemukan mobil yang terparkir dipinggir jalan lalu dia mengetuk pintu mobil itu.


ketika pintu mobil terbuka dia terpanah meliahat kecantikan seseorang yang berada dalam mobil. Walaupun pemilik mobil itu wajahnya sembab karena menangis.


"Tolong saya mba" Ujar pemuda itu.


"saya dikejar sama preman bahkan saya dikeroyok" Ujar pemuda itu menjelaskan.


"Masuk" Suruhnya.

__ADS_1


Pemuda itupun langsung masuk di dalam mobil Cahaya. lalu Cahaya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Mau Kuantar kerumah sakit" Tanya Cahaya kepada pemudah itu. Pemuda itu hanya menggeleng.


"Lalu"


"Mbak bisa antar aku apartemen saja, nanti saya arakan jalannya" Ujar pemuda itu.


Mobil yang dikendarai cahaya berhenti di depan gedung apartemen pemuda itu. Sebelum pemuda itu turun, pemuda itu menatap cahaya begitu dalam.


"Jadi hanya karena kalah balapan kalian sampai bertarung sampai dikroyok." Ujarnya Kaget.


"Awalnya saya tidak tau mba siapa yang keroyok saya. Namun setelah diselidiki ternyata mereka suruhan Chandra ketua geng Srigala."


"Kenapa Kamu tidak lapor polisi."


"Ibu bos kalau kita lapor polisi bisa panjang urusannya. Timpal Andre, Ntah sejak kapan dia bangun.


" Tapi kalau mereka tidak dilaporkan bisa-bisa besok kamu dikeroyok lagi." Ujarnya cemas.


"Mba khawatir saya ya, ah sungguh senangnya hati kalau Mba perhatikan saya, apa lagi mba jatuh cinta pada saya." Gombal Kevin dengan menyanyikan lagu.


"Si... siapa juga yang khawatitin kamu" Salting Cahaya dan kedua pipinya memerah karena malu.


"Ha ha ha ha" Tawa Kevin dan Cahaya memukul lengan Kevin karena kesel.


"sayakeluar Ni..." Ancam Cahaya bersiap keluar namun tangannya dipegang Kevin.


"Mba jangan dong." Rengek Kevin membuat Andre melongoh. Karena baru kini sang sahabat bisa luluh dengan seorang perempuan.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2