Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 80


__ADS_3

DIKANTOR


Ketika Cahaya serius mengerjakan berkas-berkas diatas mejahnya Telponnya berbunyi.


"Hallo, ada apa Leo." Ucap Cahaya pada sebrang telpon


"Keyla sudah ada dimarkas, kamu mau apakan dia." Ucap Leo


"Jadikan dia babu dimarkas dan jangan biarkan dia mati dulu." Ujar Cahaya. Lalu ia mematikan telponnya.


...****************...


"Lepaskan saya brengsek, Siapa nyuruh kamu menculikku." Ucap Keyla merontah.


Plak


Wajah Keyla memerah karena ditampar oleh Leo Bahkan sudut bibirnya berdarah.


"Diam" Bentaknya.


Keyla langsung menciut mendengar bertahan Leo.


"Ini balasan untukmu karena kamu sudah berani menyakiti Cahaya." Ujar Leo lalu berjalan keluar dari tempat penyekapan Keyla.

__ADS_1


Leo berhenti menatap anggotanya yang menjaga pintu.


"Kalian boleh menikmati tubuhnya tapi ingat jangan biarkan dia mati." Ujar Leo pada anggotanya. Membuat anggotanya senang dan masuk ke dalam tempat penyekapan Keyla.


Keempat penjaga itu masuk melihat Keyla masih terikat. salah satu diantara mereka mendekati Keyla.


"Ka.. kamu mau apa?" Tanya Keyla takut.


"Jangan takut manis, kita-kita akan memuaskanmu." Ujar anggota Cahaya yang membuat Keyla membulatkan matanya.


"Jangan memdekat." Ujar Keyla namun laki-laki itu tetap mendekat dan membuka ikatan Keyla.


Lalu ia membelai pipi Keyla. Keyla terus memberontak untuk dilepaskan.


Plak


"Hiks hiks tolong jangan lakukan ini kepadaku hiks hiks." Ujar Keyla menangis namun keempat orang itu menulikan telinganya.


Setelah Keyla tidak memakai sehelai benang. Mereka menggauli Keyla membuat Keyla mendesah dan ia hanya pasrah keempat orang itu menikmati tubuhnya.


hampir 3 jam mereka bermain membuat Keyla kelelahan dan pingsan tak sadarkan diri.


"Dia pingsan" Ujar salah satu laki-laki itu yang melihat Keyla yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Kita tinggalkan saja, sebentar juga dia sadar." Ujar Lelaki itu Cuek lalu pergi meninggalkan Keyla yang masih tidak menggunakan sehelai benang.


Setelah hampir stengah jam kepergian lelaki itu, Keyla mengerjapkan matanya. Setelah itu dia melihat dirinya yang belum memakai pakaian dibidangnya.


Ia segerah bangun untuk memakai pakaiannya.


"hiks Hiks hiks kenapa nasibku seperti ini." Ujar Keyla menangis tersedu seduh sambil memakai baju.


"Saya tidak kenal mereka, tapi mereka mengurung ku. Kenapa nasibku begitu buruk. Bahkan anakku juga harus meninggalkanku untuk selamanya sedangkan mas Aditya menceraikan ku karena saya tidak bisa memberikan anak lagi karena rahim ku sudah tidak ada hiks hiks." ujar Keyla menangis meratapi nasibnya.


Sedangkan Cahaya sudah berada di rumahnya. Ia merindukan suaminya, semenjak Cahaya hamil ia tidak bisa jauh-jauh dari suaminya.


Ceklek


Cahaya membuka pintu mencari suaminya, namun Chandrick tidak ada dikamar. Tak lama ia mendengar gemericik air. Lalu ia duduk dikasur menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka melihat suami tampannya yang baru selesai mandi. Cahaya mendekat kearah suaminya dan memeluknya menyalurkan rasa rindunya. Pada hal baru beberapa jam tidak ketemu Cahaya sudah kangen.


"Mas kangen." manja Cahaya dan mendongak menatap suaminya yang tersenyum kepadanya dan membelai rambutnya. Lalu ia mengangkat istrinya alah bridal style. Chandrick membaringkan istrinya ditempat tidur padahal Chandrick masih memakai handuk.


...***Bersambung***...


Jangan Lupa Like, Coment dan Vote

__ADS_1


^^^Maaf kalau masih banyak salah kata-katanya^^^


__ADS_2