
"Adu sakit pantatku" Ucapnya meringis.
"Vin jangan kasar sama perempuan" Cahaya Bangkit dari tempat duduknya berniat menolong Clara.
"Mba, orang kayak dia tidak perlu di baiki, dia tidak punya rasa malu"
Pelayanpun datang membawa pesanan mereka dan menatahnya diatas meja mereka.
"Terimakasih ya mba" Ujar Andre tanpa menghiraukan sekitarnya.
"Sini saya bantu berdiri." ujar Cahaya lembut.
"Tidak usah, saya bisa sendiri." Ketus Clara dan mendorongnya Cahaya sehingga dia terjungkal hampir jatuh seandainya Kevin tidak menangkapnya.
"Mba tidak apa-apa?" Ucapnya lembut.
"Iya Vin saya tidak apa-apa."
Clara bertepuk tangan. "wou wou jangan-jangan perempuan jalan ini membuatmu berpaling dariku dan tidak menerima perjodohan ini." Melirik Cahaya mengejek.
"Jaga ucapanmu, saya tidak seperti yang kamu ucapkan dan saya sama Kevin tidak punya hubungan apa-apa." Ujarnya dan berlalu pergi begitu saja tanpa makan.
"CAHAYA... " Teriak Kevin dan mengambil kunci mobil. " Ndre kamu naik taksi ya saya pinjam mobilmu dulu. Tanpa mendengar balasan dari Andre dia langsung mengejar Cahaya.
Kevin berlari mengejar Cahaya dan dia mengenggam tangan Cahaya dan mengajaknya masuk kedalam mobil.
Sedangkan di waktu yang sama di dalam restoran.
"Awas kamu Vin akan kuadukan kamu sama mamamu." Guman Cantika yang masih didengar oleh Andre.
"Ha ha ha.. Clara... Clara... emeng Kevin peduli jika kamu mengadukannya. Bahkan Kevin sukses tanpa bantuan orang tuanya. walaupun orang tuanya menghapus dia jadi ahli waris, dia tidak akan jatu miskin." Ujarnya dan melenggang pergi tanpa membantu clara berdiri. Andre berjalan kebagian Kasir untuk membayar makanannya.
__ADS_1
"Sial... sayabharus mendapatkanmu. bagaimanapun Caranya." Ujarnya lalu berdiri, walaupun dia meringis menahan sakit dia tetap berusaha berdiri dan pergi kemobilnya.
...****************...
Tok... Tok... Tok...
"Siapa ya mas ketik pintu malam-malam begini. Kayak tidak tau waktu aja." Ujarnya dengan kesal.
"Mana kita tau sayang. Tunggu ya mas buka dulu." Ujar Aditya lembut sambil mengelus kepala Kayla.
Aditya Berjalan menuju pintu.
Ceklek.
"Ibu..., Kok malam-malam kesini." Kaget.
"Emang Ibu tidak boleh kesini." Ujarnya dengan ketus. Langsung menyelonong masuk dan duduk disofa.
Melempar amplok ke meja. "Itu untukmu"
"Lihat ajah sendiri."
"Ibu.... " Ujar Kayla lalu menghampiri ibunya Aditya untuk salim.
"Itu apa sayang" Tanyanya ke Aditya.
"Ini baru mau buka."
Deg
Seakan jantung Aditya mau berhenti ketika dia membuka Amplop yang di bawah ibunya.
__ADS_1
"I... bu... Ini Amplop da.. ri.. pengadilan Bu.." Ujarnya dengan gemetar. "Dan besok jadwalnya bu"
"Apa.... " Kaget Ibunya Aditya. Dit ini tidak boleh dibiarkan. Ibu tidak mau jatuh miskin." Panik sambil memikirkan apa yang harus iya lakukan supaya mereka tidak miskin.
"Bu, Itukan lebih bagus kalau Aditya bercerai sama si mandul itu." Ujarnya sinis.
"Dit kamu minta ajah Harta goni gini sama istrimu itu."
"Ibu bener, saya tidak akan menceraikan tanpa kita mendapatkan apapun." Ujarnya licik.
"KAYLA MAU KEMANA" teriak Aditya ketika melihat Keyka pergi.
"Tidur." Ucapnya singkat, lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
"Lihat dit orang yang kamu cintai, kayak tidak ada sopan santunnya ke orang tua." Ujar sinis menatap Kayla pergi.
"Bu.. Bukankah itu juga keinginan Ibu, supaya ibu cepat mendapatkan cucu."
"Iya itu memeng keinginan ibu, tapi kamu terlalu bodoh. Seharusnya kamu mencari wanita yang lebih kaya dari Cahaya. Ini malah kamu mendapatkan perempuan yang tidak punya Apa-apa." Ujarnya Emosi ke Aditya yang mengebu-gebu. sampai-sampai Nafas Ibu Aditya naik turun sakin emosi ke anaknya.
"Mau gimana lagi bu, nasi sudah jadi bubur." Ujarnya lesu dan terduduk disofa sambil memandang surat dari pengadilan.
"Dit Ibu tidak mau tau, ibu tidak mau jadi miskin lagi." Ujarnya lalu berlalu keluar dari Apartemen Aditya.
"IBU MAU KEMANA." Teriak Aditya memanggil ibunya.
"PULANG"
"Ibu bermalam ajah disini, inikan udah malam bu."
"Tidak usah Ibu mau pulang saja." Tanpa mendengar ucapan anaknya, dia langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
...*** BERSAMBUNG***...
Jangan lupa Comen, like dan vite