Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 43


__ADS_3

6 Bulan semenjak kecelakaan Cahaya. sampai sekarang Cahaya belum ditemukan. Namun Leo dan Anggotanya tidak pernah lelah mencari Cahaya dan dia juga berusaha mencari pelaku yang berusaha membunuh Cahaya. Namun usahanya belum membuahkan hasil, Jejak pelaku belum ditemukan begitupun Cahaya tidak ada jejak dimana keberadaannya sekarang apa dia masih hidup atau sudah mati.


"Bagaimana." Ujar Leo datar.


"Maaf tuan kami belum bisa menemukan pelakunya. Dia kayaknya sangat pandai menghilangkan jejak. Sehingga tim kami susah melacak dimana keberadaannya." Ujar Anggota Leo menunduk.


"Brengsek." Marah Leo dengan membanting gelas yang ada di tangannya sehingga pecahannya berserakan dilantai. "Kalian Harus secepatnya menemukan pelakunya, kalau perlu kerahkan beberapa anggota lagi untuk mencari pelakunya. dan selidiki mantan suami dan Sahabatnya Nona Cahaya, Kalau mereka sampai terlibat dengan kecelakaan Nona Cahaya Kalian tahukan apa yang mesti kalian lakukan. Ujar Leo lagi pada anggotanya.


"Baik Tuan" Jawabnya serentak dan meninggalkan Leo di dalam ruangannya.


Setelah anggotanya pergi Leo mengambil ponselnya yang berada di mejanya dan dia menghubungi seseorang.


"Ada apa.?" Sapa Seseorang yang di dalam telpon.


"Bagaiman perusahaan, aman-aman saja kan, tidak ada buat masalah kan, semenjak hilangnya Nona Cahaya." Tanya Leo pada Arga mengenai perusahaan Cahaya.


"Santai, Semua aman terkendali. Masih bisa kuatasi. Dan bagaimana pencarian tentang Nona Cahaya." Ujar Arga yang masih memandang laptopnya masih menyala.


Leo hanya menghembuskan Nafasnya. "Belum ada Ar, Kayaknya ada orang kuat dibelakang menutup akses hilangnya Cahaya."


"Ya udah, kalau ada Informasi tentang Cahaya, beritahu saya secepatnya ya. Sudah dulu saya ada meting sebentar lagi." Ujar Arga. Lalu dia menutup Telponnya.


Arga duduk di kursinya dengan menyandarkan kepalanya.

__ADS_1


"Dimana lagi saya mencari Nona, Saya sudah mencoba melacak keberadaan Nona namun Nihil. Saya berharap Nona baik-baik saja dan cepat kembali sama kami." Guman Arga tanpa terasa air matanya menetes.


...****************...


"KEVIN... " Teriak Flora.


"Apa si bun, Kevin tidak budek telinga Kevin masih berfungsi." Ujarnya Kesal.


"Vin mau sampai kapan kamu kayak gini Cahaya itu sudah tidak ada. Vin menikahlah dengan Clara bunca mohon Vin. Clara itu anak yang baik vin." Ujar Flora memohon pada Kevin agar dia mau menikahi Clara anak sahabatnya.


"Bun Kevin tidak cinta sama Clara, Kevin hanya mencintai Cahaya bun. Tolonglah Bun ngertiin Kevin." Ujar Kevin lesu.


"Kevin kamu harus menikah dengan Clara, dan Bunda tidak mau tau minggu depan kalian harus menikah." Ujar Flora tidak terbantahkan.


Didalam Mobil Kevin memukul stirnya karena emosi.


"kamu dimana sayang, kalau kamu marah sama saya jangan hukum saya seperti ini." Guman Kevin dengan air mata menetes di pipinya. Namun dia tetap pokus menyetir mobilnya.


Kevin sampai di markas tempat dia kumpul dengan geng motornya.


Semua temannya menatap Iba bosnya yang kondisinya sudah memperhatikan. Sekarang tubuhnya tidak terawat dan agak kurusan.


"Andre apa ada balapan.?" Tanya Kevin.

__ADS_1


"Apa kamu yakin mau balapan dengan kondisi seperti ini." Bukan Andre yang menjawab pertanyaan Kevin tetapi Lucas yang menjawab pertanyaan.


"Iya saya yakin." Jawabnya mantap tanpa ada keraguan.


Lucas hanya menghembuskan nafasnya kasar.


"Lihat dirimu, kayak tidak terurus sama sekali, kamu akan diejek sama geng motor yang lain melihat kondisi kamu seperti ini, Rapikan diri kamu dulu baru ikut balapan sebentar malam. Ujar Lucas. Lalu dia memberikan alat cukur untuk Kevin. Sejenak Kevin menatap alat cukur itu lalu mengambilnya dan berdiri pergi kekamar mandi untuk mencukur jengot dan kumisnya.


Beberapa menit kemudian Kevin sudah kembali duduk bersama teman-temannya.


"Ini baru Bos kami yang digilai dengan cewek-cewek." Ujar Nathan senang melihat bos kembali gagah seperti dulu walaupun badangnya agak kurusan.


"Terimakasih." Ujar Kevin.


"Bos kenapa galau begitu?" Tanya Nathan Pada Kevin.


"Minggu depan bunda menyuruh saya menikah dengan Clara." Ujar Kevin lesu dan mengambil sebatang rokok yang ada dimeja lalu dia bakar dan hisapnya lalu dia hembuskan asapnya keatas.


"Jadi kamu mau menikahi Clara cewek ular itu.? Tanya Andre, karena Andre tau Kevin sangat tidak menyukai Clara.


" Mau gimana lagi, bunda sangat ngotot supaya sayabmenikah dengan Clara." Ujarnya tersenyum kecut meratapi kisah percintaan yang tidak berjalan mulus.


"Sabar bos." Ujar Nathan menyemangati Kevin dan Kevin hanya mengangguki.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2