
"Drick, tugasku sudah selesai, saya ingin mengundurkan diri jadi sekretatismu." Ujar Cahaya.
"Kenapa masih panggil nama, Sebentar lagi kita menikah, Ubah panggilan kamu ya sayang." Ujar Chandrick lembut.
"Kamu maunya dipanggil apa?" Tanya Cahaya sambil menautkan alisnya bingung.
"Terserah kamu saja sayang, Yang penting jangan panggil namaku."
"Nanti saya pikirkan, Oh iya Saya akan mengundurkan diri jadi sekretarismu." Chandrick hanya mengelah Nafas panjang mendengar permintaan calon istrinya.
"Terserah kamu saja, yang mana membuatmu nyaman."
"Drick inikan hampir makan siang sekaligus waktu istirahat karyawan, saya ingin jalan-jalan dikotamu, Nanti saya balik kekantor jam 1." Ujar Cahaya meminta isin keluar kantor lebih awal.
"Mau kutemani?" Tanya Chandrick
"tidak usah saya bisa sendiri." Cegah Cahaya agar Chandrick tidak ikut bersamanya.
"Baiklah, Hati-hati ya kalau ada apa-apa cepat hubungi saya." Chandrick hanya bisa pasrah, Membiarkan calon istrinya pergi tanpa dia.
...****************...
Cahaya sudah berada ditaman namun dia hanya duduk termenung seorang diri sambil menatap didepan.
__ADS_1
Cahayapun memikirkan tentang pernikahannya dengan Chandrick yang sebentar lagi. Hanya menunggu 1 minggu statusnya akan berubah. Bukan lagi seorang janda melainkan dia akan menjadi istri Chandrick yang seorang pengusaha terkenal.
"Apa keputusanku menikah dengannya sudah tepat, Saya sendiri bingung dengan perasaanku padanya."
"Saya takut dikecewakan kesekian kalinya, ketika saya membuka hatiku." Monolog Cahaya yang bingung memikirkan nasibnya setelah menikah dengan Chandrick.
"Namun saya butuh dia untuk membalaskan demdamku pada orang yang mau mencelakaiku bahkan membunuhku. Pusing memikirkan itu semua." Cahaya hanya menghelah nafas panjang.
Namun Cahaya kembali mengingat kenangan ketika dia bersama Kevin, Cahaya hanya tersenyum kecut.
"Maafkan saya Vin, mungkin kita tidak berjodoh, semoga kamu mendapatkan seseorang yang lebih baik dari saya." Do'a Cahaya tulus Namun air matanya menetes karena tidak bisa bersama dengan orang yang dia sayang.
Cahaya menghapus kasar air matanya lalu menatap tajam kedepan.
"boleh saya duduk" Ujar orang itu langsung duduk tanpa mendengar jawaban Cahaya.
Namun Cahaya hanya diam dan pergi meninggalkan taman.
Sedangkan orang itu hanya tersenyum Smirk melihat kepergian Cahaya
"Menarik" Ujar orang itu melihat keprgian Cahaya. Orang itu terus menatap punggung Cahaya yang makin menjauh.
Cahaya mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju Cafe untuk mengisi perutnya sebelum kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum dia mengundurkan diri.
__ADS_1
Sesampainya di Cafe, Cahaya memanggil salah satu pelayan untuk memesan makanan.
"Mbak mau pesan apa?" Tanya pelayan itu dengan sopan.
"Saya pesan Seafood Pizza dan Cream Brulee." Ujar Cahaya
"Itu saja Mba." Ujar pelayan itu.
"Iya itu saja dulu."
Pelayan itupun pergi untuk membuatkan makanan pesanan Cahaya.
Cahaya hanya memainkan handphonenya sambil menunggu pesanannya yang baru dibuatkan. Setelah beberapa lama Cahaya menunggu akhirnya pelayan itu datang membawa pesanan Cahaya dan menatanya dimeja.
"Selamat menikmati" Ujar pelayan itu setelah selesai menata makanan lalu da pergi meninggalkan Cahaya dan pindah kemeja lain untuk melayani pelanggan lain.
Setelah Cahaya selesai makan dia kekasir untuk membayar makannya. Lalu kembali kekantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum dia berhenti menjadi sekretarisnya Chandrick.
Beberapa menit kemudian Cahaya sudah sampai dikantor dan langsung berkutat dengan komputer di depannya.Karena dia harusmenyelesaikan pekerjaannya sebelum dia resain.
...***Bersambung***...
Mohon maaf kalau ada salah kata.
__ADS_1
Jangan Lupa Comen, Like dan Vote.