
"Apa sekarang kamu menyesal tidak ketemu sama Cahaya." Ucap Keyla mengejek. Namun Aditya hanya diam. "Cahaya sekarang akan semakin susah kamu gapai mas." Ucap Keyla lagi lalu melangkah pergi. Namun ketika ia mendengar perkataan Aditya ia berhenti melangkah.
"Saya tidak peduli, saya akan merebut Cahaya kembali dari suaminya."
"Sebaiknya kamu jangan macam-macam sama Cahaya kalau kamu tidak ingin susah. Mas Cahaya yang sekarang bedah dengan Cahaya yang kamu kenal. " Ucap Keyla lalu melangkah pergi pada segerombolan Pria yang sedang duduk.
"Saya tidak peduli apa katamu key, yang saya mau harus mendapatkan Cahaya kembali." Ucap Aditya pergi keluar dari Bar karena ia mulai jijik dengan kelakuan Keyla sekarang.
Aditya langsung masuk ke mobilnya dan ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Brengsek" Ucap Aditya memukul stirnya.
"Saya harus mendapatkan kamu lagi Cahaya. Apapun terjadi kamu harus jadi milikku." Ucap Aditya menyeringai.
Aditya meminggirkan mobilnya untuk ia berhenti sejenak. Ia mencoba menenangkan hati dan perasaannya yang kacau. Setelah merasa cukup tenang ia kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya ia belli dari hasil penghasilan Cafenya.
...****************...
Pagi harinya Cahaya sudah bersiap dengan stelan kantornya karena sekarang ia membantu suaminya diperusahaan. Walaupun Cahaya dalam keadaan hamil ia tak pernah mengeluh. Ia akan tetap ikut suaminya kekantor.
"Sayang kamu yakin mah ikut." Ucap Chandrick khawatir.
__ADS_1
"Yakin mas, bosan dirumah mending ikut sama hubby ngantor." Jawab Cahaya yakin tanpa keraguan.
"Baiklah." Ucap Chandrick pasrah lalu merangkul Cahaya menuju ruang makan menggunakan Lift.
"Wa Kayaknya enak Hubby, ternyata Kokimu jago juga masak." Puji Cahaya lalu duduk di kursi bersiap menyantal makanan yang ada dimeja.
Chandrick juga ikut duduk disamping Cahaya.
Skip
Cahaya dan Chandrick sudah sampai dikantor. Karena sekarang Cahaya merangkap sebagai sekretaris Chandrick.
"Laper, pengen makan." Cahaya berdiri dari kursinya, ia menghampiri suaminya yang sibuk memeriksa laporan keuangan bulan ini.
"Ada apa sayang." Jawab Chandrick lalu mengulurkan tangannya kearah Cahaya dengan senang hati Cahaya menerima uluran tangan Chandrick.
Cahaya sudah berada di pangkuan suaminya.
"Hubby apa tidak berat." Ucapnya yang dijawab Chandrick dengan menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu butuh sesuatu?" Tanya Chandrick yang masih mengelus kepala Cahaya yang berada di pangkuannya.
__ADS_1
"Hubby, Laper." Rengek Cahaya sambil jari lentik bermain di dada suaminya.
"Tunggu ya sayang, saya telpon OB dulu untuk pesan kan kamu makanan." Chandrick mengambil handphonenya untuk menelpon OB, Namun Cahaya menghentikannya.
"Kenapa sayang?" Tanya Chandrick mengernyitkan alisnya bingung.
"Saya maunya makan direstoran Hubby." Ucapnya cemberut yang membuat Chandrick gemes lalu mencubit hidung Cahaya.
"Baiklah, ayo kita pergi sekarang." Chandrick berdiri dari tempat duduknya lalu menggandeng Cahaya keluar dari ruangannya.
Chandrick dan Cahaya sudah berada di di depan Lift.
Ting
Pintu Lift terbuka Cahaya dan Chandrick masuk kedalam Lift untuk sampai di lantai satu.
Cahaya dan Chandrick sudah sampai dilantai satu. Ada beberapa Karyawan menyapanya ketika berpapasan.
Chandrick mengendarai mobilnya menuju ke restoran yang diinginkan Cahaya. 15 menit mereka sudah sampai direstoran cepat saji.
Cahaya sudah duduk santai diikuti Chandrick yang duduk didepannya.
__ADS_1
"Mba..." panggil Chandrick pada pelayan restoran.
"Iya tuan, mau pesan apa." Tanya pelayan itu.