
"Vin" Panggil Cahaya Kepada Kevin, seketika Kevin langsung menoleh menatap Cahaya.
"Iya Mba"
"Aku kekamar dulu ya" Ujar Cahaya lalu Kevin menganggukan kepalanya.
Setelah Cahaya masuk kamar, Kevin langsung pergi kebalkon, Kevin mengeluarkan telponya dan menelpon sesorang.
"Andre" Panggil Kevin pada seseorang yang ada didalam telpon.
"Iya tuan" Jawab Andre sedikit malas, Karena tau jika Kevin menelponnya tengah malam pasti Kevin akan memberi tugas kepadanya.
Andre adalah tangan kanan Kevin sekaligus sahabat.
"Kamu cari tau orang yang hampir mencelakai saya" Ucap Kevin
"Gimana keadaan kamu, Kamu tidak apa-apakan?" Tanya Andre pada Sahabatnya sekaligus orang kepercayaannya.
"Saya pengen secepatnya kamu menyelidiki orang itu." Ucap Kevin dan mematikan sambungan telponnya.
Kevin masuk kedalam, karena ia juga sudah mengantuk dan badangnya terasa sakit semua karena ulah orang yang mengeroyoknya tak ia kenal. Lalu dia rebahkan dirinya disofa tak lama matanya terpejam.
...****************...
Keesokan paginya Cahaya terbangun jam 5, karena dia sundah terbiasa. Waktu dia menikah dengan Aditya, dia selalu bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan suaminya sebelum berangkat kerja.
Cahaya beranjak dari tempat tidur, lalu dia masuk kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah selesai mencuci muka Cahaya langsung pergi kedapur.
__ADS_1
!Sesampainya di dapur, Cahaya membuka kulkas ternyata tidak ada bahan yang bisa dia masak. dia celingak celinguk mencari apa yg bisa dia masak.
Cahaya terjingkat kaget karena suara orang dibelakang mengagetkannya.
"Mba lagi apa?" Tanya Kevin yang berada dibelakang Cahaya.
"Astaghfirullah" Ucap cahaya kaget sambil mengelus dadanya.
"Maaf mba kalau saya ngagetin" Ujar Kevin sesal.
"Tidak ap-apa vin" Ujar Cahaya menenangkan.
"Mba emang Cari apa si? "
"Mba Cari yang bisa dimasak, eh ternyata dikulkas tidak ada apa-apa yang bisa dimasak"
"he he he, kan aku ngga bisa masak mba" Ujarnya sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
...****************...
Setelah 30 Menit berkendara, Cahaya pun sampai dirumahnya. Namun ketika dia mau membuka pintu ada seseorang memanggil namanya.
"Cahaya" Panggil Aditya kepada cahaya yang membuatnya menoleh asal suara itu.
"Buat apa lagi kamu kesini?" Tanya Cahaya ketus.
"Kamu dari mana?" Tanya Aditya balik dan Tidak menghiraukan pertanyaan Cahaya.
__ADS_1
"Bukan Urusanmu" Ujar Cahaya ketus sambil memutar kunci pintu rumahnya.
"Ya itu masih urusanku, karena kamu masih istriku" Ujar Aditya menegaskan kata Istri.
"Sebentar lagi akan jadi mantan" Ucapnya sinis.
"Aya tolong, maafkan saya. Saya akan bersikap adil sama kalian. Bukankah kita menginginkan seorang anak, Keyla sekarang hamil anakku dan itupun akan jadi anakmu juga" Ujar Aditya tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Nggak saya tidak akan memaafkan seorang penghianat sepertimu" Ujar Cahaya langsung membuka pintu rumahnya dan menutupnya lalu menguncinya supaya suaminya tidak bisa masuk kedalam rumahnya.
Cahaya masih dibelakang pintu menangis dan meratapi nasibnya. Pernikahannya harus kandas karena orang ketiga. orang ketiga itu sahabatnya sendiri yang sudah dia anggap saudara.
Gedor... Gedor... Gedor...
"Cahaya buka, kita harus bicara" Ujar Aditya berteriak sambil mengedor pintu rumah Cahaya dengan keras sehingga tetanggan berdatangan menatap Aditya mencemoh.
"Dasar suami tidak bersyukur, punya istri cantik dan punya segalanya masih ajah dikhianati." Ujar salah satu tetangga
"Pergilah mas, saya tidak ingin bicara sama kamu. Kita akan ketemu di pengadilan mas" Ujar Cahaya di balik pintu.
"Tidak bakalan ada perceraian, karena saya tidak akan pernah menceraikanmu" Balas Aditya dan pergi meninggalkan kediaman cahaya.Karena tetangga mulai berdatangan menatap Aditya mengejek.
Cahaya masih bersandar si balik pintu sambil menangis sesugukan.
"saya harus kuat, saya bukan wanita lemah, saya tidak boleh menangisi penghianat itu" guman Cahaya penuh tekat sambil menghapus air matanya.
...***BERSAMBUNG***...
__ADS_1
kalau ada salah kata mohon dimaafkan.
Jangan lupa ya di Like, Coment dan Vote.