
Chandrick memarkirkan mobilnya secara asal. Ia menggendong istrinya masuk kedalam rumah sakit sambil berteriak.
"Dokter.... Dokter... Tolong istri saya.." Teriak Chandrick yang masih menggendong istrinya.
Suster itu dengan cepat menghampiri Chandrick yang panik dan masih menggendong istrinya yang sudah dalam keadaan pinsang.
"Baringkan di sini tuan." Ujar suster itu yang mendorong berangkar depan Chandrick.
Chandrick membaringkan istrinya di brangkar. "Tolong istriku." Ujar Chandrick pada suster itu. Suster itu dengan cepat mendorong Cahaya masuk ke ruang UGD untuk diperiksa.
Ceklek
"Bagaimana dok keadaan istriku?" Tanya Chandrick pada dokter yang baru keluar setelah memeriksa istrinya.
"Istri tuan harus segera dioprasi." Ujar dokter itu pada Chandrick.
"Lakukanlah dok, yang penting istri dan anakku baik-baik saja." Ujar Chandrick khawatir.
"Silahkan tuan urus administrasinya dulu." Ujar dokter Selvi yang diangguki Chandrick.
Setelah Chandrick selesai mengurus administrasinya. Cahaya pun masuk ke ruang Operasi.
Chandrick menunggu dengan cemas.
__ADS_1
Tak lama leo dan Arsya hampir bersamaan datang kerumah sakit karena dihubungi oleh Chandrick.
"Bukankah kandungannya nona baru 7 bulan." Ujar Arsya pada Chandrick.
"Ia, ia terlalu banyak pikiran sehingga ia harus melahirkan secara prematur." Jawab Chandrick menjelaskan pada Arsya.
"Ba..bagaimana keadaan Nona Cahaya." Ujar Arga ngos-ngosan yang baru datang.
"Kita belum tahu, ia masih ada di dalam." jawab Arsya yang diangguki oleh Arga.
Mereka harap cemas menunggu operasi Cahaya selesai.
Oek oek oek..
"Selamat Tuan anak anda sudah lahir" Ujar Arsya dengan menjabat tangan Chandrick.
"Selamat akhirnya kamu jadi seorang Ayah" Ujar Arga memberi selamat pada Chandrick. "dan Impian nona Cahaya juga terwujud menjadi seorang Ibu." Ujar Arga dalam hati dengan mata berkaca-kaca.
Ceklek
"Selamat tuan, anak anda perempuan cantik seperti Ibunya." Ujar Dokter Selvi yang baru keluar dari ruangan operasi.
"Terimakasih dok, bagaimana keadaan istriku.?" Tanya Chandrick yang khawatir mengenai kondisi istrinya.
__ADS_1
"Alhamdulillah istri tuan baik-baik saja." Jawab dokter Selvi.
"Bisa kami melihatnya dok?" Tanya Arga.
"Bisa, setelah kami pindahkan ruang rawat. Cuma bayinya belum bisa dilihat, ia harus dirawat di ruang inkubator." Ujar dokter Selvi yang membuat Chandrick syok dan begitupun ketiga pemuda yang berdiri disamping Chandrick.
"Kami permisi dulu." Ujar dokter Selvi melangkah pergi karena ia harus membawa bayi Chandrick ke ruangan Inkubator untuk bayi.
"Sabar tuan, saya yakin nona kecil pasti baik-baik saja." Arsya berusaha menenangkan Chandrick.
"Bener tuan, kata Arsya. Tuan harus tenang. Karena kalau tuan sedih pasti nona Cahaya juga ikut sedih." Ujar Arga yang mencoba memberi pengertian pada Chandrick.
"Sabar Bro, kamu harus kuat demi Cahaya." Ujar Leo dengan menepuk punggung Chandrick yang hanya diam.
Chandrick bangkit dari duduknya karena ia melihat istrinya didorong untuk pindah ke ruang rawat.
Cahaya belum sadar karena pengaruh obat bius. Mereka berempat menunggu Cahaya sampai sadar.
...****************...
"Orang gila orang gila." Anak-anak terus mengolok-olok seorang gadis yang mukanya rusak bahkan pikirannya sudah tidak stabil siapa lagi kalau bukan Clara.
"Minggir kalian, jangan ganggu nanti wajah cantikku rusak." Ujar Clara sambil mengusir anak-anak yang masih terus mengolok-oloknya.
__ADS_1
"Kevin.. kevin.. Kamu di mana sayang." Ujar Clara terus berjalan berteriak-teriak sebentar menangis dan sebentar ketawa.
Yang dulu selalu kelihatan cantik dan rambut terawat. sekarang semua hilang dan badangnya sudah kurus kulit kusut bahkan sudah tidak ada kecantikan dalam dirinya. berbanding terbalik Clara yang dulu selalu glowing ketimbang sekarang Clara yang buruk rupa.