Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 19


__ADS_3

Malam harinya Kevin pulang kerumah orang tuanya.


"Bagus ya baru pulang." Kevin memberhentikan langkahnya, ketika dia mendengar suara Bundanya dengan nada menyindir. tanpa menghiraukan ucapan bundanya, dia terus melangkah menuju kamarnya.


"KEVIN.... BUNDA BELUM SELESAI BICARA." Teriaknya dengan menatap kesal anaknya.


20 menit kemudian Kevin keluar dari kamarnya bersiap untuk pergi.


"Vin..." Kevin berhenti melangkah mendengar panggilan Bundanya. Lalu menoleh menatapnya.


"Ada apa bun" Ujarnya datar.


"Vin kamu tu baru pulang, masa mau pergi lagi."


"Kevin ada urusan Bun"


"Sini duduk dulu, bunda mau bicara." Mengajak Kevin duduk disofa.


"Tapi Bun, Kevin ada pertemuan penting." Ujarnya sambil melihat jam tangannya."


" kamu kerja apa malam-malam begini. Atau kamu mau pergi balapan lagi." Ujarnya menyelidik.


"Bunda mau bicara apa, saya tidak punya banyak waktu" Tanya to the point.


"Ayo duduk dulu"


"Vin bisa nggak kamu jangan kasar sama Clara."


"Kalau Bunda cuma mau bahas mengenai Clara, Bunda hanya Buang-buang waktuku saja." Kesel, karena bundanya tetap kekeh menjodohkannya dengan Clara.

__ADS_1


"Vin Clara itu anaknya baik, kamu ajak dia jalan ya." Ujarnya lembut berharap anaknya mau mengikuti kemauannya.


"Bunda hanya melihat dia dari luar saja, tapi bunda tidak tau apa yang Clara lakukan diluar sana."


"Bunda sudah kenal lama dengan keluarganya Clara. mereka juga orang terpandang sama kayak kita."


"Kenapa Bunda selalu melihat orang dari luarnya. dan bunda harus tau, Kevin tidak mau dijodohkan dengan Clara atau dengan siapapun. Kevin punya calon sendiri." Ujarnya lalu berdiri untuk pergi.


"KEVIN, BUNDA TIDAK MAU TAHU KAMU HARUS TETAP TERIMA PERJODOHAN INI DENGAN CLARA." Teriaknya emosi menatap tajam Kevin.


"Ada apa, malam-malam ribut." Ujar Ayah Kevin diatas tangga lalu menghampiri anak dan istrinya.


"Tanya ajah sama istri ayah." Ujarnya kesel dan pergi meninggalkan pasangan suami istri yang berada diruang tamu.


"VIN..." Panggil bunda Kevin, Namun Kevin tidak peduli dengan panggilan bundanya, dia terus melangkah menuju motor kesayangannya.


"Bun kamu kenapa si marah-marah, Ingat nanti darah tingginya kumat."


"Bun, Kalau Bunda terus menjodohkan kevin dengan anak temannya Bunda. Kevin akan semakin marah dan menjauh sama kita. Bun, Kevin itu sudah besar dan dia bisa menentukan jalan hidupnya sendiri." ujarnya mengelus kepala Istrinya dan memberi pengertian. "Bunda ngertikan maksud perkataan Ayah."


"Tapi.. Ya, saya takut kalau Kevin salah cari pendamping." Ayah Kevin hanya tersenyum menatap istrinya cemberut.


"Ayo kita pergi tidur, ini sudah malam. nanti kita bahas lagi.' Ujarnya menarik tangan lembut istrinya kekamar.


...****************...


Sesampainya di markasnya, Kevin langsung duduk disofa dengan muka ditekuk.


" Kenapa itu muka kayak belum distrika, kusut amat tu muka."

__ADS_1


"Bete gue."


"Masalah perjodohan lagi sama ulat keket itu."


"Iya, Yang lain mana?"


"Lagi di jalan katanya."


"Udah dong bro beteknya, atau kita Club ajah, sambil lihat cewek-cewek seksi bro." Kevin melemparkan bantal sofa kemuka Andre.


"Lagi malas, Kamu ajah pergi sana," Ujarnya judes.


"Ha ha ha 😀😀"


"Hai semua orang ganteng sudah datang" teriak Nathan narsis dan membuat temannya seketika menggelengkan kepala.


"Berisik"


"He he Bos udah datang." Ujar Nathan tersenyum lebar memperlihatkan gigi putihnya yang rapi. Nathan langsung duduk disamping Kevin dan diikuti yang lain.


"Kapan ada balapan lagi." Ujarnya datar.


"Sebentar jam 12 malam bos, Hadiahnya lumayan."


"daftarkan, saya akan ikut balapan malam ini."


"Baik Bos"


...***BERSAMBUNG***...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMEN DAN VOTE


__ADS_2