Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 93


__ADS_3

"Sayang, beri saya kesempatan satu kali lagi. Saya masih sangat mencintaimu." Melas Aditya agar Cahaya mau kembali kepadanya...


Cahaya terkekeh. "Tidak ada kesempatan kedua, apalagi saya sangat mencintai suamiku." Ucap Cahaya sambil memegang tangan Chandrick.


"Dan kamu mas, jangan pernah datang lagi keperusahanku, kamu itu bukan siapa-siapa ku lagi." Ucapnya sinis.


"Security.. Security..." Panggil Cahaya dan tak lama security datang dan memegang tangan Aditya. Aditya memberontak namun tenaganya kalah kedua security yang berbadan besar.


"Keterlaluan kamu Cahaya, saya akan membalasmu." Teriak Aditya yang masih memberontak pada pak satpam itu. Namun tenaganya kalah kedua Pak Satpam yang berbadan besar.


Sedangkan Chandrick menatap tajam Aditya yang berani mengancam istrinya."Maaf sayang, terpaksa saya turun tangan untuk memberi pelajaran pada mantanmu itu. Saya tidak mau dia membuatmu terluka lagi." Ujar Aditya dalam hati.


"Tunggu nya sayang, saya mau telpon seseorang Dulu." Ujar Chandrick yang diangguki oleh Cahaya.


Chandrick agak menjauh untuk menelpon seseorang.


"Saya ingin kamu tangkap Aditya. Nanti saya kirimkan fotonya." Ujar Chandrick pada sebrang telpon."


Setelah Chandrick selesai menelpon ia kembali kesamping Cahaya yang duduk santai.


"Kenapa sayang." Ucap Chandrick lembut mengelus kepala Cahaya yang serius melihat nama-nama yang ikut memberontak diperusahaannya.


Cahaya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya tandanya tidak apa-apa.

__ADS_1


"Arga." Panggil Cahaya pada Arga asistennya.


"Iya Nona." Jawab Arga sopan.


"Saya ingin kamu pecat yang ada namanya di sini." Ujar Cahaya memberikan berkas pada Arga. "Ar buka lowongan kerja dan Terima yang betul-betul mau bekerja." Ucap Cahaya lagi yang masih sibuk melihat-lihat kertas-kertas yang didepannya.


" Baik Nona."


"Urus semua, Saya pergi dulu." Ujar Cahaya.


"Ayo pergi Hubby." Ujar Cahaya menggandeng tangan Chandrick.


"Arsya, kaku kembali ke perusahaan tidak usah mengikutiku." Ujar Chandrick pada Arsya sambil berjalan.


"Baik bos."


Chandrick dan Arsya berjalan terpisah karena Arsya akan kembali kekantor sedangkan Chandrick ia akan kembali kerumah untuk istirahat bersama istri cantiknya.


...****************...


DIDALAM MOBIL


"Brengsek... Brengsek. Aaaaaahhh.." Teriak Aditya didalam mobil dengan memukul stirnya kesal. Aditya terus melakukan mobilnya tanpa ia tahu ada mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Jalanan yang sepi mobil Aditya dihadang oleh sekelompok orang yang tidak ia kenal.


Aditya terus membunyikan klakson mobilnya agar orang yang didepannya pergi. dengan perasaan kesal Aditya turun dari mobil untuk menghajar orang yang berani menghadang jalannya.


"Pergi kalian dari sini, singkirkan mobilmu, saya mau lewat." Ujar Aditya dengan menunjuk orang didepannya. Sedangkan yang ia tanya hanya menyeringai.


"Tangkap dia." Perintah pemimpinnya kepada Anggotanya.


Walaupun Aditya memberontak dan berusaha melawan. Namun tenaganya masih kalah jauh oleh preman yang berbadan kekar memegangnya.


Aditya sudah di bawah kedalam mobil dengan diapit dia orang kiri kanan agar ia tidak bisa kabur.


Bruk...


Aditya didorong masuk kedalam ruangan gelap yang ada di markas.


Pintu tertutup. Aditya bangun dan mengedor pintu agar ia dibukakan pintu.


"Buka... Buka. Awas kalian semua saya akan melaporkan kalian kepolisi." Ujar Aditya yang sambil mengedor-ngedor pintu.


"Aaaaaahhhh," Teriak Aditya mengusap mukanya dengan kesal.


Aditya menatap sekeliling namun tempat ia berada tidak ada celah untuk kabur.

__ADS_1


"Buka, saya akan memberikan apapun, Tolong buka pintunya."


Aditya terus mengedor pintu itu dengan keras. Namun usahanya tidak membuahkan hasil.


__ADS_2