
"Lihat, semua gara-gara kamu Kevin membentakku, ibu kandungnya sendiri."
" Maaf tante kalau kehadiran saya menganggu ketenangan tante." Ujar Cahaya.
"Emeng kamu alah karena telah menganggu hubunganku dengan Kevin." Cibir Clara pada cahaya.
"Diam kamu, kamu tidak ada sangkut pautnya dengan keluargaku, dan satu lagi saya tidak akan pernah menikah sama kamu." Marah Kevin dengan menunjuk Clara. Clara hanya mendengus mendengar perkataan Kevin.
"Tidak Vin, Clara akan tetap menjadi Calon Istrimu, dan kalian akan tetap menikah. dan bunda harap tinggalkan gadis mandul ini. kecuali kau boleh menikahi dia tapi jadikan Clara jadi istri keduamu." Ujar Bunda Kevin tanpa rasa bersalah yang membuat orang diruang tamu itu kaget.
"Tante mau tau kenapa saya bercerai dengan suami saya, saya kasih bocoran sedikit tentang perceraian ku. suami saya selingku dengan sahabatku sendiri sama halnya dengan tante yang juga menginginkan keturunan. Oh satu lagi dari pada saya diduakan, mending saya tidak usah menikah dengan anak tante karena saya tak suka diduakan."
Setelah mengucapkan itu Cahaya mengambil kunci mobilnya diatas meja lalu berlari keluar menuju kemobilnya tanpa menghiraukan teriakan Kevin yang memanggilnya terus.
"Bunda puas, saya benci sama bunda." Ujar Kevin dan berlari keluar berharap Cahaya belum pergi.
Namun dia sudah tidak melihat mobil Cahaya yang terparkir di halaman rumahnya. Kevin menggusar rambutnya dengan kasar karena pujaan hatinya telah pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Vin kan masih ada saya, Vin kenapa kamu tidak mencoba menerimaku saja." Ujar Clara yang memeluk Kevin dari belakang dan mencoba merayunya.
"Lepas Clara, sampai kapanpun saya tidak akan pernah mau sama kamu." Balas Kevin dengan melepaskan pelukan Clara dengan kasar.
Kevin kembali kedalam dan menaiki tangga menuju kamarnya untuk mengambil barang-barangnya yang penting.
Setelah sampai dikamar, Kevin merogo sakunya untuk menghubungi Andre orang kepercayaannya.
"Hallo Vin" Sapa Andre disebrang telpon.
Setelah Kevin mengambil barang-barangnya yang penting, dia menuruni tangga dengan menggeret kopernya.
"Vin kamu mau kemana? Membawa koper segala." Tanya bunda Fiona dengan menghampiri Kevin yang sedang mengeret kopernya.
"Pergi." Ujar Kevin datar tanpa menoleh ke arah bundanya.
"Vin kenapa harus pergi ini rumah kamu juga, jangan pergi ya." Bunda Fiona berusaha membujuk Kevin.
__ADS_1
Ayah Kevin jengah mendengar pertengkaran anaknya dan istrinya. Jadi dia menyalahkan telvisi, Namun dia kaget mendengar berita kecelakaan seseorang.
"KEVIN.. . " Teriak Ayah Kevin masih syok mendengar berita di telvisi.
"Ada apa si ya." Jawab Kevin dengan sedikit malas.
"Vin apa pacar kamu bernama Cahaya Aditama." Tanya Ayah kevin dan belum mengalihkan pandangannya dari TV.
Kevin tidak menjawab pertanyaan ayahnya, dia mengikuti arah pandangan ayahnya ke TV. Namun dia syok karena berita di TV kalau sang pujaan hatinya jatuh kejurang dan belum ditemukan.
"Ini semua gara-gara bunda, kalau Cahaya sampai kenapa-napa, saya tidak akan pernah memafkan bunda." Ujar Kevin berlari dan meninggalkan kedua orang tuanya yang masih ada diruang tamu.
"Vin kamu mau kemana." Panggil bunda Kevin pada anaknya. namun Kevin tidak menghiraukan panggilan Bundanya.
"Bun, tenang jangan membuat Kevin semakin marah." ujar Delon berusaha menenangkan Istrinya.
...***Bersambung***...
__ADS_1