Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
SEASON 2 BAB 7


__ADS_3

"pergi dari sini atau aku suruh satpam itu menyeretmu keluar." Siska tidak menghiraukan perkataan temannya. is tidak tahu dengan sikap arogannya itu akan membuat ia kehilangan segala-galanya.


"Emangnya lo siapa berani ngusir gue." Ucap Tari tidak memperdulikan lagi tentang kesopanan.


"Tenang dulu ya de, tunggu aku telpon dulu sekretaris Tuan Chandrick." Ucap Resepsionis itu lembut dan masih tersenyum ramah.


"Tidak perlu telpon, aku tahu dia perempuan seperti apa, aku yakin dia hanya mau menggoda Tuan Chandrick." Ucap Siska sang Resepsionis yang memandangnya tak suka.


"Sis, tidak baik bicara seperti itu." Ucap Resepsionis itu mencoba menasehati temannya.


Tari sudah habis kesabaran mendengar drama didepannya dan ia langsung mengeluarkan ponselnya dan menelpon sekretaris daddynya.


"Hallo Om Arsya aku ada di lobby perusahaan. Segera turun dalam waktu 5 menit om kalau tidak aku akan suruh DADDY hukum Om membuat putri kesayangannya menunggu terlalu lama." Ancam Tari dengan nada dinginnya dan seringainya dia tunjukan kearah Siska.

__ADS_1


Mereka yang mendengar perkataan Tari bertanya-tanya siapa Tari sebenarnya dan ada hubungan apa dia sama Tuan Arsya atau pemilik perusahaan ini. Itulah yang dipikirkan karyawan kantor yang dari menonton perseteruan antara Tari dan Siska.


Sedangkan Arsya yang sibuk mengerjakan tugasnya dari Chandrick harus menghentikannya karena mendapat telpon dari anak sahabatnya yang sudah dia anggap keponakannya sendiri.


Sedangkan di loby perusahaan Tari masih bersitegang dengan Siska sang Resepsionis angku.


"Satpam serek jalan kecil ini keluar." Teriak Siska lantan memanggil Satpam.


"Cepat laksanakan perintah ku serek dia keluar dari perusahaan ini." Amuk Siska yang mukanya semakin merah padam. Siska mengangkat tangannya mau menampar Tari namun itu terhenti mendengar suara bariton menghampirinya.


"Hentikan.., Apa yang kamu lakukan padanya." Ucap Arsya menatap Tajam Siska.


Nyali Siska langsung menciut melihat tatapan Arsya kepadanya. "Maaf Tuan dia seorang jalan mau menggoda Tuan Chandrick."

__ADS_1


"Siapa yang kamu maksud jalan, kamu akan menyesal memperlakukan dia seperti itu."


"Mulai hari ini kamu dipecat silahkan pergi di HRD ambil gajimu." Ucap Arsya tegas.


"Ta.. tapi Tuan, apa salahku sehingga aku dipecat dan pekerjaanku selama ini baik-baik saja. aku hanya melarang dia masuk karena dia mau menggoda Tuan Chandrick." Ucap Siska bahkan ia belum menyadari kesalahannya dan akibat perbuatannya itu ia akan kehilangan segalanya termasuk pekerjaannya.


Tari menghentikan Arsya ketika mau berbicara pada Siska.


"Kamu mau tahu apa kesalahanmu kan, baik biar ak kasih tahu kesalahan yang pertama kamu tidak menghargai tamu yang datang dan kedua kamu sudah menghinaku. dan satu lagi aku adalah mentari Alexander pewaris perusahan Drick dan aku anaknya Chandrick. Kamu paham kan dimana letak kesalahanmu sekarang. Oh iya seharusnya kamu bersyukur karena kamu tidak di blacklist dari perusahaan jadi kamu tetap bisa mencari pekerjaan. " Setelah mengatakan itu Tari melangkah menuju lift khusus untuk naik keruangan Daddynya.


Sementara Siska duduk termenung di loby kantor dengan tangan mengepal. Semuanya hancur dalam sekejab, air matanya pun menetea deras hanya tinggal penyesalan namun itu sudah tidak ada artinya lagi. Bahkan orang-orang hanya melihat tanpa mengasihani.


"Tidak.. Tidak.. aku tidak boleh menangis, aku akan balas gadis itu, aku tidak peduli ia anak siapa aku akan membuat ia menyesal karena telah berurusan dengan siska." Ucap Siska menghapus air matanya dengan kasar dan berdiri untuk menemui HRD mengambil gajinya.

__ADS_1


__ADS_2