Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 88


__ADS_3

'"Mba..." panggil Chandrick pada pelayan restoran.


"Iya tuan, mau pesan apa." Tanya pelayan itu.


"Sayang mau pesan apa?" Tanya Chandrick pada Cahaya yang lagi melihat-lihat menu.


"Sauerkraut, Bratwurst dan Kartoffelsalat, Minumannya Eiskaffee. Chandrick melongo mendengar pesanan Cahaya yang menurutnya sangat banyak untuk ukuran perut istrinya.


" Yank, Apa kamu bisa habisin semua itu?" Tanya Chandrick.


"Bisa, saya lapar sama dedeknya." Ucap Cahaya sambil mengelus perutnya sedangkan pelayan itu hanya tersenyum mendengar pembicaraan pasangan suami istri itu.


"Kalau masnya mau pesan apa?" Pelayan itu beralih bertanya pada Chandrick yang belum menyebutkan pesannya.


"Eiskaffee" Ucap Chandrick datar tanpa melirik Pelayan itu.


Setelah pelayan itu mencatat pesanan Chandrick dan Cahaya ia langsung pergi untuk membuatkan pesanannya.


Cahaya melihat email masuk dari Asistennya dari Arga.


Mata Cahaya membulat ketika ia membaca pesanan Arga. Tangannya mengepal karena menahan Emosi. Chandrick menyadari perubahan muka Cahaya.


"Ada apa sayang?" Tanya Chandrick dengan menyentuh tangan Cahaya agar tenang.


"Hubby, saya harus kembali ke Indonesia. ada masalah dengan perusahaan Aditama."

__ADS_1


"Masalah bagaimana sayang." Tanya Chandrick bingung.


"Entahlah Hubby, Cuma kata Asistenku, Saya harus hadir diperusahaan, karena ada yang menyebar kalau saya sudah tidak ada.' Cahaya menjelaskan pada Chandrick masalah yang dialami perusahaannya.


" Baiklah besok saya akan temani kamu ke Indonesia." Jawab Chandrick yang masih memegang tangan Cahaya.


Mata Cahaya berkaca-kaca, dia begitu merasa dicintai oleh suaminya. Ia langsung berdiri dan duduk dipangkuan suaminya memeluk leher suaminya. Cahaya tidak peduli orang-orang yang memandangnya.


Chandrick mengelus punggung istrinya untuk menenangkannya.


"Permisi tuan, Nyonya." Ucap pelayan itu merasa tidak enak karena menganggu keromantisan pada pasangan pasutri itu. Sedangkan Cahaya menunduk malu bahkan pipinya sudah merah seperti tomat.


Chandrick hanya berdehem menjawab pertanyaan pelayan itu dan Cahaya sudah berdiri dari pangkuan suaminya ketika ia melihat makanan yang diatas mejah sudah tertata rapi.


Cahaya langung menyantap makanan yang sudah ia pesan sedangkan Chandrick sudah merasa kenyang melihat istrinya makan.


"Hu hu hu." Chandrick dengan cepat memberikan air untuk Cahaya.


"Tuh sayang, kalau makan hati-hati." Chandrick mengambil tisue lalu melap muluk Cahaya sampai bersih.


"Hubby, kenapa tidak makan?" Tanya Cahaya, karena ia hanya melihat suaminya minum.


"Masih kenyang sayang, makanlah.' Jawab Chandrick lembut.


Skip

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka kembali kekantor.


Sekarang mereka sudah berada diruangan. Chandrick kembali dikursi kebesarannya dan Cahaya juga berada di kursinya.


Sedikit Info Cahaya dan Chandrick satu ruangan Cuma mereka punya mejah kerja masing-masing.


Cahaya masih serius mengerjakan, pekerjaannya yang sempat tertunda karena ia lapar.


Jam sudah menunjukan pukul 5 Sore.


"Akhirnya selesai juga." Ucap Cahaya meregangkan otot-ototnya yang merasa kaku.


Chandrick mendekati istrinya. "Sayang, Saya mau ketemu hans dulu, kamu tunggu sebentar ya disini.


" Iya Hubby." Ucapnya tersenyum lalu Cahaya menuju ke sofa untuk membaringkan badannya yang lelah.


"Sayang, dikamar ajah baring." Ucap Chandrick ketika ia melihat istrinya baring disofa.


"Disini saja mas." Ucap Cahaya lalu memejamkan matanya. Chandrick hanya menggelengkan matanya.


Ia melihat istrinya sebentar. Lalu mengecup keningnya.


Skip


Chandrick sudah sampai diruangan Hanz.

__ADS_1


"Bos, ada apa tumbeng datang ke sini." Ucap Hanz ketika melihat bosnya masuk ke ruangannya.


__ADS_2