Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 74


__ADS_3

Cahaya kembali ke perusahaan Drick, Setelah ia menjelaskan ke Arga siapa dirinya dan membuat Arga percaya padanya.


Sekarang Cahaya sudah berada diruanganya mengerjakan setumpuk dokumen yang harus ia tanda tangani dan ia periksa orang yang mau bekerja sama dengannya.


2 Jam Cahaya masih berkutat dengan kertas-kertas yang ada di atas mejahnya.


Setelah ia menyelesaikannya ia meregahkan tangannya yang merasa kaku.


"Akhirnya selesai juga." Gimana Cahaya.


Cahaya mengambil Handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Buat mukanya cacat." Ujar Cahaya pada sebrang telpon lalu ia mematikan telponnya secara sepihak.


"Ini hukuman kedua kamu clara." Ujar Cahaya dengan tangan terkepal.


Jam 5 semua karyawan bersiap pulang begitupun dengan Cahaya.


Cahaya sudah berada diparkiran dan langsung menaiki mobilnya. Ia melajukan dengan kecepatan sedang. Ia melihat Cafe yang ramai pengunjung. Ia singgah di cafe itu untuk mengisi perutnya yang sudah demo minta diisi.


"Cahaya masuk kedalam dan mencari tempat duduk. Ia melihat kursi kosong yang paling pojok. Lalu ia berjalan di kursi itu untuk ia duduki.

__ADS_1


" Mba" Panggil Cahaya salah satu pelayan Cafe.


"Iya Mba, mau pesan apa?" Tanya pelayan itu pada Cahaya.


"Nasi goreng Seafood dan minumnya Jus jeruk." Ujar Cahaya pada pelayan itu.


Setelah Cahaya menyebabkan pesanannya, ia pergi membuatkan makanan yang Cahaya pesan.


Untuk menghilangkan kebosanannya, Cahaya bermain ponselnya. Lalu ia saling membalas Pesan dengan suaminya.


Cahaya menatap kearah depan tak sengaja pandangannya melihat kearah orang yang ia kenal. Orang itu adalah mantan suaminya.


"Iya, ada bisa saya bantu." Ujar Pelayan itu pada Cahaya."


"Orang itu kerja disini?' Tanya Cahaya sambil menujuk Mantan suaminya yang berdiri dekat kasir. Dan pelayan itu melihat arah yang ditunjuk Cahaya.


" Dia pemilik Kafe ini Mba." Ujar pelayan itu lalu pergi meninggalkan Cahaya yang masih memandang heran mantan suaminya yang sudah sukses.


"Ternyata kamu sudah sukses mas" Cuman Cahaya. "Saya harap mas tidak terlibat dengan kecelakaanku, karena kalau sampai mas terlibat akan kubuat mas hancur kedua kalinya." Ucap Cahaya lagi masih menatap Aditya.


"Permisi bu ini pesanannya." Ucap pelayan itu lalu menata makanan itu di meja Cahaya.

__ADS_1


...****************...


Kevin masih berada di apartemennya, semenjak kejadian dia mentalak Clara ia belum kembali kerumahnya karena masih kesel dengan orang tuanya.


"Seandainya Bunda tidak memaksaku menikah dengan Clara mungkin Cahaya tidak meninggalkanku selamanya." Gimana Kevin menerawang Jauh saat kebersamaannya dengan Cahaya.


Kevin hanya bisa menghela nafas panjang. Handphone Kevin terus berdering namun ia tidak berminat mengangkatnya. Kevin hanya melihat nama orang yang menelponnya.


Dirumah Dirgantara seorang paru baya terus menghubungi anak semata wayangnya. Namun Kevin tidak mau mengangkatnya.


"Bunda tenang ya beri Kevin waktu untuk menenangkan pikirannya." Ujar Ayah Kevin.


"Kevin ya, Bunda takut kalau Kevin kenapa-napa." Ujar Bunda Fiona senduh yang mengkhawatirkan putra semata wayangnya.


Ayah Kevin hanya menghela nafas panjang karena istrinya terlalu keras kepala.


"Ya udah terserah Bunda saja.' Ujar Ayah Kevin pasrah lalu berjalan menuju ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.


" Untung saja perusahaan Drick tidak memutuskan kerja sama karena masalah keluargaku." Guman Ayah Kevin bersandar di kursinya sambil memijit kepalanya pusing memikirkan anak istrinya yang semakin merenggang.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2