Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 78


__ADS_3

"Arsya buatkan janji dengan dokter kandungan." Ujar Chandrick yang diangguki Arsya.


Ceklek


Chandrick masuk kedalam ruangan melihat istrinya yang sudah bangun. Chandrick mendekati istrinya yang tersenyum kepadanya.


"Bagaimana keadaanmu sayang." Ujar Chandrick lembut sambil mencium kening istrinya dan turun ke bibirnya.


"Ehem ada orang disini." Arsya berdehem membuat Chandrick mendengus kesal karena menganggu momennya ketika ia bersama dengan istrinya. Sedangkan Cahaya pipinya sudah memerah seperti tomat karena malu


"Keluar sana cari cewe." Usir Chandrick.


"Dasar Bucin." Guman Arsya namun masih didengar oleh Chandrick.


"Apa kamu bilang."


"Tidak ada Bos." Ucap Arsya berlari keluar sebelum singa mengamuk.


"Ngeri juga ya kalau Chandrick mengamuk bahkan lebih ganas dari seekor singa. " Ucap Arsya bergidik ngeri.


Arsya berjalan kearah kantin untuk mengisi perutnya yang sudah minta diisi.


Sesampainya dikantin Rumah sakit Arsya hanya memesan Nasi goreng Seafood dan Es teh untuk menyegarkan tenggorokannya.

__ADS_1


ketika Arsya menikmati makanannya, tak sengaja ia melihat dokter cantik lewat didepannya.


"Cantik" Ucap Arsya dalam hati.


Arsya terus memandang dokter itu sampai lamunannya terhenti karena suara Handphonenya yang berisik.


"Hallo Chandrick, ada apa?" Tanya Arsya yang manggil Chandrick bukan sebutan Tuan karena bukan jam kerja kecuali masih jam kerja Arsya akan memanggil Chandrick dengan sebutan Tuan.


"Belikan makanan Gado-gado buat istriku, saya tunggu stengah jam dari sekarang." Ucap Chandrick langsung mematikan telponnya secara sepihak.


"Dasar, istrinya yang mau makan kenapa saya yang repot carikan." Guman Arsya kesal.


"Makanan Gado-gado itu seperti apa ya." Ucap Arsya bingung memikirkan makanan yang diinginkan oleh sahabatnya.


Tiba-tiba Arsya mempunyai ide cemerlang di otaknya.


"Boleh saya duduk disini." Tanya Arsya meminta izin untuk duduk satu mejah dengan dokter itu.


Dokter itu mengangguk menyetujui permintaan Arsya.


"Dok, boleh saya minta tolong." Ucap Arsya menggaruk kepalanya merasa tidak enak sama dokter itu.


Dokter itu mengernyitkan Alisnya bingung kenapa orang didepannya tiba-tiba minta tolong kepadanya. Kenal saja tidak begitulah pikirnya. Setelah lama terdiam dokter itu mengangguk.

__ADS_1


Arsya tersenyum lebar. "Dok temani saya cari gado-gado."


Dokter itu melotot kan matanya.


"Ini orang aneh datang-datang minta temani cari gado-gado." Ujarnya dalam hati.


"Tolonglah dokter cantik, saya tidak tau gado-gado itu seperti apa sedangkan Kakak Iparku sedang ngidam mau makan gado-gado." Ujar Arsya mengatupkan tangannya memohon pada dokter itu.


Dokter itu menghela nafas panjang. "Baiklah ini demi kakak Iparmu yang lagi ngidam."


"Arsya" Ucap Arsya mengulurkan tangannya pada Dokter cantik itu.


"Ratih" Ucap dokter itu menerima uluran tangan Arsya.


Setelah Ratih selesai makan, Arsya mengajak Ratih ke parkiran menuju ke mobilnya.


Ratih mengarahkan Arsya kejalan yang biasa menjual gado-gado.


"Kamu yakin makanan disitu bersih, kenapa kita tidak cari direstoran." Ucap Arsya menatap pedagang kaki lima.


"Iya, saya biasa belli gado-gado disitu, gado-gadonya sangat enak. percaya de sama saya." Ucap Dokter Ratih membuka pintu mobil lalu menghampiri penjual gado-gado langganan ya yang biasa ia tempati makan.


"Eh neng Ratih, kemana ajah Neng baru kelihatan?" Tanya penjual gado-gado itu.

__ADS_1


"Kamu kenal sama penjual itu" Bisik Arsya yang sudah berada di dekat Ratih.


...***Bersambung***...


__ADS_2