
"Mommy..... " Teriak Tari memanggil Mommynya.
"Tar, berapa kali mommy katakan jangan teriak-teriak." Ucap Cahaya pada anak semata wayangnya.
Sedangkan Chandrick hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan istrinya.
Sementara Tari hanya tersenyum dan mencium pipi mommynya.
"Hanya mommy dicium ni daddynya tidak." Ujar Chandrick dengan wajah cemberut.
Tari langsung mencium pipi Daddynya yang membuat Chandrick tersenyum.
Mentari Alexander atau bisa dipanggil Tari. Ia anak dari pasangan dari Cahaya Alexander dan Chandrick Alexander.
"Apa sudah siap sayang, kita akan kembali ke Indonesia." Ucap Chandrick pada kedua wanita kesayangannya.
"Iya Dad." Ucap Tari penuh semangat. sementara Cahaya hanya mengangguk.
"Hans, seperti biasa kamu urus perusahaan ku disini, aku akan kembali ke tanah kelahiran istriku dan menyekolahkan anakku disana." Ucap Chandrick pada asisten kepercayaannya siapa lagi kalau bukan Hans.
Hans juga sudah menikah. dan dia mempunyai seorang putra yang sangat tampan seperti ayahnya.
"Baik Tuan." Ucap Hans patuh.
__ADS_1
"Mari Tuan, Nyonya dan Non Tari aku antar kebendara." Ucap Hans membukakan pintu Tuannya sedangkan Cahaya dan Tari membuka sendiri.
Didalam mobil Tari tidak berhenti bertanya pada Mommy nya.
"Mom apa di negara kelahiran Mommy itu indah seperti tempat kelahiran Daddy?" Tanya Tari penasaran.
"Bagus, cuma tempat kelahiran Mommy itu panas sayang." Ucap Cahaya sambil mengelus kepala anaknya.
"Mom, disekolah baruku, aku tidak mau pakai marga daddy ya, aku mau menyamar jadi anak kurang mampu." Ucap Tari lagi yang membuat mommy dan daddynya kaget.
"Terserah kamu saja sayang, yang mana menurut kamu nyaman." Ucap Chandrick.
"Ok daddy, daddy memeng yang terbaik." Ucap Tari dengan senyum.
Semua pengawal Chandrick menunduk ketika melihat Tuannya datang naik di pesawat.
"Wau pesawat Daddy keren" Ucap Tari dengan mata binar menatap sekeliling pesawat daddynya.
15 jam 45 menit pesawat mendarat di bandara Bandar Udara Internasional soekarno Hatta.
Chandrick memakai masker begitupun dengan Cahaya.
Tak lama datang seorang laki-laki paru baya menghampiri Chandrick dan Cahaya.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan dan Nyonya." Ucap Laki-laki itu menunduk.
"Mana mobilmu Arsya" Ucap Chandrick datar.
Yang menjemput Chandrick adalah Arsya yang mengelola perusahaannya yang berada di Indonesia.
"Bagaimana kabarmu Non." Ucap Laki-laki itu.
"Aku baik, kalau kamu sendiri bagaimana kabarmu Arga." Ucap Cahaya tersenyum pada asistennya yang selalu setia kepadanya.
"Aku..... "
"Mom... Dad.., sebentar lagi lanjut bicaranya ini panas tidak lama kulitku hitam kalau berdiri disini terus." ucap Tari cemberut dan memotong perkataan Arga
"Maaf sayang." Ucap Chandrick menatap putrinya.
"Arsya.... " Panggil Chandrick yang langsung Arsya menyerahkan sebuah kunci mobil karena ia paham apa yang diminta Sahabatnya sekaligus bosnya.
chandrick mengambil kunci mobil dan memencet tombol yang ada dikunci mobilnya agar ia tahu yang mana mobil yang harus ia pakai. setelah ia menemukan mobilnya ia langsung menaiki mobilnya bersama keluarganya.
Chandrick mengendarai mobilnya kecepatan sedang dan diikuti dua mobil dibelakangnya. Chandrick memasuki perumahan elit dimana rumahnya ia berada.
Sesampainya dirumah yang hanya berlantai tiga.chandrick keluar dari mobil dan begitupun kedua wanita yang berada didalam mobil.
__ADS_1
Sementara pelayan berjejer rapi menyambut kedatangan pemilik rumah ini.