Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
BAB 2


__ADS_3

"Tok.... Tok... Tok..." Suara ketukan.


***DIDALAM MOBIL***


Cahaya membuka pelang matanya. lalu dia membuka pintu mobilnya, Ia mengernyitkan alisnya melihat pemuda yang berdiri didepannya dengan acak-acakan dan pipi lebam, bibir berdara, Walaupun dia luka-luka tidak mengurangi kadar ketampanannya.


"Tolong saya mba" Ujar pemuda itu.


"saya dikejar sama preman bahkan saya dikeroyok" Ujar pemuda itu menjelaskan.


"Masuk" Suruhnya.


Pemuda itupun langsung masuk di dalam mobil Cahaya. lalu Cahaya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Mau Kuantar kerumah sakit" Tanya Cahaya kepada pemudah itu. Pemuda itu hanya menggeleng.


"Lalu"


"Mbak bisa mengantar saya ke apartemen saja, nanti saya arakan jalannya" Ujar pemuda itu.


Mobil yang dikendarai cahaya berhenti di depan gedung apartemen pemuda itu. Sebelum pemuda itu turun, pemuda itu menatap cahaya begitu dalam.


"Kevin" Ujar Kevin sambil mengulurkan tangannya.


"Cahaya" Ujar cahaya sambil menerima uluran tangan Kevin.


Kevin membuka pintu mobil cahaya, Cahaya hanya menatapnya keluar dari mobil.


"Aduh.. " terjatuh

__ADS_1


Cahaya berlari keluar dari mobil untuk menolong pemuda itu.


"kamu tidak apa-apa? " Tanya Cahaya kepada Kevin.


"Aku tidak apa-apa kok mba" Ujar Kevin sambil meringis.


"Sini saya bantu" Ujar cahaya sambil memapah Kevin.


"No Apartment mu berapa" Ujar Cahaya.


"No 302 Mba" Balas Kevin.


Sesampainya di apartemen Kevin menekan sandi apartement nya lalu masuk kedalam bersama cahaya. Cahaya meneliti setiap sudut apartemen pemuda itu, Cukup rapi dan bersi bagi seorang laki-laki pikirnya.


"Apa kamu punya kota obat? " Tanya cahaya


"Punya, ada dikamar" Balas Kevin.


Krucuk Krucuk


"Ha.. ha.. ha.. mba Lapar?' Tanya Kevin terkekeh melihat Orang yang menolongnya.


sedangkan Cahaya hanya menunduk malu Tanpa berniat menjawab pertanyaan Kevin.


"Kita delivery ajah ya Mbak" Ujar Kevin, Cahaya hanya mengangguk.


"Mau makan apa? " Tanya Kevin lagi.


"Samain ajah yang kamu pesan" Jawab Cahaya.

__ADS_1


"Oh iya mbal, saya masuk kamar dulu, mau ganti baju, baju saya kotor, ini uang untuk bayar makanan." Ujar Kevin sambil menyerahkan uang pecahan 300.000. Cahaya hanya menggangguk.


Tok... Tok... Tok... "Suara ketukan pintu


Cahaya membuka pintu dan mengambil makanan yang dia pesan dan tak lupa pula dia membayarnya lalu dia membawa makanan itu kedapur.


Ceklek


Pintu kamar Kevin terbuka. Kevin keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri cahaya yang sudah selesai menyediakan makanan yang pesan tadi. Kevin duduk dan diikuti cahaya lalu mereka makan bersama-sama, hanya dentingan sendok yang terdengar di meja makan.


"Mba bermalam ajah di sini, besok baru pulang, ini sudah larut malam. Mba bisa tidur di kamarku saya akan tidur diruang tv' Ujar Kevin kepada Cahaya.


Cahaya berfikir sejenak lalu dia menganggukan kepalanya menandakan dia setuju.


" Kev kamu ajah tidur di kamar, biar saya yang tidur di sofa" Ujar Cahaya Liri dan merasa tidak enak.


"Tidak usah mba ajah yang tidur di kamar" Ujar Kevin


"Tapi... "


Ucapan cahaya terpotong karena suara deringan telpon. Cahaya hanya memandangya dan menghiraukan handphone nya yang berbunyi.


"Mba kenapa tidak diangkat, siapa tau penting" Ujar Kevin penasaran dan menatap Cahaya intens.


"Ngga penting" Jawab Cahaya singkat.


Mereka pun sama-sama diam dan keheningan dalam ruangan itu. ntah apa yang mereka pikirkan.


...***BERSAMBUNG***...

__ADS_1


Jangan lupa Follow, coment, like, vote.


__ADS_2