
Satpam itu sudah berada di ruang tengah dimana Leon berada.
"Tuan ada seseorang mencarimu."
Alis Leon mengernyit, dia bertanya-tanya dalam benaknya siapa yang mencarinya.
"Bilang sama dia kalau saya sibut." Ujar Leon dan bersiap pergi kekamarnya.
"Tapi Tuan... "
Leon tetap berjalan tanpa memperdulikan ucapan Pak Satpam.
"Yakin tidak mau menemuiku." Ujar orang itu yang ada didepan pintu.
Deg
"Suara itu, apa dia Cahaya." Ucap Leo dalam hati lalu berbalik menghadap ke asal suarah itu. Namun ketika melihat wajah orang itu dia kecewa karena bukan orang yang ia harapkan.
"Siapa kamu, kenapa datang kerumah ku. Dan seenaknya masuk tanpa permisi." Leo menatap tajam orang itu yang sudah berani masuk kedalam rumahnya tanpa permisi.
Sedangkan orang ditanya hanya terkekeh. Dan dia tidak ada takutnya ketikaLeo menatapnya dengan tajam. Malahan dia masuk duduk disofa tanpa minta persetujuan pada tuang rumah.
"KELUAR DARI RUMAHKU." Teriak Leo emosi bahkan mukanya sudah memerah.
"Leo Saya Cahaya, masa kamu lupa dengan suaraku. " Ujar Cahaya memberitahukan namanya.
"Apa buktinya kalau kamu Cahaya.."
__ADS_1
Cahaya mulai menceritakan pertemuan awal dia ketemu dengan Leon sampai apa yang tidak dia suka dan ia suka.
Leo berkaca-kaca dan langsung memeluk Cahaya dengan erat.
"Jadi Jadi kamu masih hidup, Kita terus mencarimu namun timku tidak bisa menemukan jejakmu."
Cahaya menghela nafas panjang. "Kamu tidak akan pernah bisa menemukanku. karena saya ditolong bukan orang sini.
" Kenapa muka kamu berubah kayak gini." Ujar Leo dengan menatap mukah Cahaya yang bedah jauh dari sebelumnya.
"Saya melakukan operasi plastik,karena mukaku rusak. " Ujar Cahaya singkat dan dia tidak mengatakan mukanya berubah karena ulah suaminya menyuruh dokter melakukan tindakan operasi plastik.
"Bi, buatkan minum."
"Iya deng."
Cahaya menatap serius Leo.
"Saya ingin kamu membantuku menyelidiki preman yang menyerang ku dan bawah dia ke markas."
"Saya sudah menangkap preman yang menyerangmu itu, Namun masih ada dua orang lagi belum kami tangkap karena dia melarikan diri dan timku belum menemukannya bahkan jejaknya hilang." Ujar Leo pada Cahaya yang berada didepannya.
Cahaya mulai berpikir keras tentang preman yang tidak bisa Leon temukan bahkan sampai jejaknya hilang.
"Ada orang kuat dibalik kecelakaanku, Kita harus berhati-hati ddalam bertindak dan Rahasiakan keberadaanku dengan yang lain. cukup kamu yang tau kalau saya masih hidup."
"Jangan Khawatir, saya akan merahasiakan keberadaannmu."
__ADS_1
"Saya pulang dulu." Pamit Cahaya lalu berdiri untuk keluar dari rumah Leo.
"Kevin sudah menikah dengan Clara."
Deg
Cahaya berhenti melangkah ketika mendengar Leo berbicara mengenai seseorang yang dari masa lalunya.
Cahaya berbalik terkekeh sinis.
"Sayang sekali Kevin tidak akan lama lagi dia akan jadi duda."
Leon mendekati Cahaya dan menatap mata Cahaya yang memancarkan dendam.
"Ada apa kamu kecewa Kevin melupakanmu dan menikah dengan orang lain.?" Tanya Leon dan terus memandang Cahaya dengan Iba.
Tangan Cahaya terkepal dan memejamkan matanya sejenak untuk meredam kan emosinya agar dirinya tidak lepas kendali.
"Saya tidak peduli dia mau menikah dengan siapa. Cuma kenapa dia harus menikah dengan Clara." Leo mengernyitkan alisnya, bingung dengan perkataan Cahaya mengenai Clara.
"Emeng ada dengan Clara.?" Tanya Leon pada Cahaya agar penasarannya hilang mengenai tentang Clara.
Cahaya menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Clara menyebabkan rem mobilku blong."
Cahaya menceritakan semua yang menimpanya pada Leon Sehingga dia sampai jatuh kejurang lalu mukanya yang bisa berubah.
...***Bersambung***...
__ADS_1