Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 71


__ADS_3

Acara ulang tahun perusahaan berlangsung tanpa ada kendala sekaligus penyerahan jabatan ahli waris Dirgantara Group.


1 jam mereka sudah lalui dan Kevin sudah resmi mewarisi Dirgantara Group.


Semua lampu tiba-tiba mati sehingga orang yang ada di dalam dipesta kaget.


Sehingga Sebuah layar besar menyalah dan menampilkan sebuah Video yang sedang mengotak atik mobil.


Semua tamu undangan yang hadir di acara ulang tahun perusahaan sekaligus perkenalan pemimpin baru diperusahaan.


Clara sudah berkeringat dingin.


"Video kedua Clara yang bersama laki-laki yang berada di dalam kamar hotel yang sedang memadu kasih. Video itu terus berputar.


" Ini bohong, pasti ada orang memfitnah ku." Panik Clara Lalu menghampiri Kevin.


"Ternyata menantu tuan Delon Dirgantara sangat murahan." Ujar tamu yang datang.


"Betul, Bahkan dia rela ngangkan bersama laki-laki lain" Ujar Tamu menatap Jiji Clara


Tak lama datang seorang perempuan menghampiri Clara.


Plak

__ADS_1


Orang itu menampar bolak balik Clara sehingga Clara tertoleh kesamping. Pipi putih Clara memerah karena bekas tanparan orang itu.


"Gara gara kamu sahabatku mati, kamu harus bertanggung jawab." Ujar orang itu sambil menjambak rambut Clara.


Tak lama ada orang menahan tangannya. Sedangkan Cahaya hanya tersenyum sinis menatap penderitaan Clara.


"Ini belum seberapa. Tunggu permainan selanjutnya. Akan kubuat kamu menderita." Guman Cahaya dengan tangan terkepal.


"Mas, hiks hiks mas, itu bukan aku, itu editan mas." Clara menghampiri Kevin sambil menangis. Kevin tetap diam menatap kosong kedepan.


Plak


Sebuah tamparan yang diterima lagi oleh Clara, yang menamparnya adalah ibu mertuanya sendiri.


"Bun, percaya sama aku. Itu semua bohong." Ujar Clara berusaha meyakinkan mertuanya.


Tak lama Video Clara terganti lagi dimana Clara berdiri di pohon besar bersembunyi ketika Cahaya terjatuh kejurang. dan Video itu tanpak jelas apa yang dikatakan Clara dalam Video itu.


Kevin mencekik Clara.


"Brengsek, lo yang membunuh Cahayaku.' Ujar Kevin yang masih mencekik Clara.


" Vin... V.. i... n.... Vi... n... le..p..a.s.." Ujar Clara terbata dan. pipinya sudah memerah.

__ADS_1


"Kevin, sudah nak, kamu bisa membunuhnya." Ujar Bunda Fiona yang mencoba melepaskan tangan anaknya di leher Clara.


Tuan Delon Dirgantara dengan cepat mencoba melepas tangan anaknya yang masih berada di leher Clara namun tidak bisa karena cekekan Kevin sangat kuat. Sedangkan Clara mulai lemas karena tidak bisa bernafas. Tak lama Chandrick juga menghampiri Kevin dan menolong Clara yang dicekik oleh Kevin dan cekekan Kevin berhasil ia lepas.


Clara menarik nafas panjang lalu ia melihat Chandrick yang menolongnya Ia mulai terpana dengan ketampanan Chandrick.


tanpa banyak bicara Chandrick kembali ke arah istrinya.


"Sayang buat apa kamu menyuruhku menyelamatkannya?" Tanya Chandrick penasaran apa yang direncanakan Istrinya.


Cahaya tersenyum menatap suaminya. "Aku tidak ingin dia mati, tapi aku menginginkan dia menderita." Ujar Cahaya dan Chandrick mengangguk mengerti.


"Dasar murahan" Umpatan tamu yang masih menonton Clara yang sudah acak-acakan.


"Ternyata dia yang membunuh Cahayaku orang yang kucintai." Ujar orang itu sambil menatap tajam Clara.


Clara terus menangis, pipinya sudah bengkak karena tamparan.


"Mas, Hiks... Hiks.. " Clara berusaha menggapai tangan Kevin. Namun Kevin menghempaskan tangan Clara.


"Clara Ayudia kujatuhkan talak tiga padamu, dengan ini kamu bukan lagi istriku." Ujar Kevin mantap tanpa ada keraguan.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2