
" Apa rencanamu" Tanya Risa menatap sendu sahabatnya
"Saya ingin bercerai." Jawab Cahaya
"Apa pun yang kamu lakukan saya akan tetap dukung kamu'
" Makasih besti, kayaknya saya akan berhenti jadi model"
"Kenapa? " Tanya ke Cahaya dengan kaget
"Saya.... "
Ucapan Cahaya terpotong karena datang seorang pelayang membawa pesanan mereka dan meletakkan makanan itu di meja.
"Ayoh lanjutkan"
"Saya harus urus perusahaan Ayahku, besok saya akan kekantor"
"Iya sepantasnya kamu yang urus perusahaan ayahmu bukan para benalu itu" Ujar Risa yang diangguki Cahaya.
"Ris kamu ada kenalan seorang pengacara" Tanya Cahaya kepada Risa"
"Ada, dia pengacara hebat, dia tidak pernah gagal menghadapi kasus. cuma bayarannya lumayan cukup mahal"
"Tidak masalah, yang penting saya cepat bercerai dengan mas Aditya."
"Nanti Saya hubungi temanku"
Setelah mereka cukup lama ngobrol dikafe, mereka pun pulang karena hari sudah mulai sore.
...****************...
Pagi hari cahaya bersiap-siap untuk pergi kekantor, dia merias diri dengan tipis lalu mengambil tas brandednya dan kunci mobil diatas meja riasnya.
Sesampainya Cahaya di perusahaan, Banyak karyawan tidak percaya bos mereka telah kembali. Semenjak ia menikah dengan Aditya. Ia membiarkan Aditya mengelola perusahaannya Karena ia sangat mempercayai suaminya bisa mengembangkan perusahaannya dengan baik. Namun kepercayaannya dihancurkan begitu saja. seperti pepatah mengatakan serapat rapatnya kau menyimpan kebohongan pasti ketahuan juga.
__ADS_1
Perselingkuhan itu tetap diketahui oleh Cahaya. Ia langsung bertindak untuk mengakhiri kebohongan demi kebohongan suaminya.
"saya ingin memipin kembali perusahaan ini, mohon kerja samanya dengan baik. Dan terimakasih untuk Arga, karena telah membantu suami saya memajukan perusahaan ini, jika bukan karena dia mungkin perusahaan ini tidak akan berkembang atau bisa gulung tikar." Ucap Cahaya memberi penghormata pada Arga dan semua karyawan bertepuk tangan atas prestasi Arga yang memajukan perusahaan.
"Anda terlalu berlebihan nona, ini tugas saya sebagai karyawan." Ucap Arga penuh hormat
Arga adalah Sosok asisten yang cekatan, dia adalah kepercayaan Cahaya, karena dialah perusahaannya maju. Aditya masih kurang faham mengenai perusahaan yang dikelola Cahaya.
"Nona ini laporan yang nona minta, kami sudah mengeceknya berulang kali dengan laporan yang Anda berikan tadi, semua datanya tidak sama nona." Ucap Karyawan yang bagian Administrasi.
"Terimakasih, kau boleh keluar" Ucap Cahaya dan menatap sekeliling ruangan. Ia tersenyum getir melihat dinding tempat fotonya yang biasa terpajam, itu sudah tidak ada.
Tiba-tiba pintu perusahaan terbuka dengan keras, Di lihat Kayla yang mata memerah melihatnya tajam. Bukannya takut Cahaya hanya menatapnya tersenyum.
"Maaf Nona, saya sudah melarang mereka, tetapi tuan Aditya memegang tangan saya. sehingga wanita ini sampai disini Nona" Ucap Pak Satpam.
"Tidak masalah pak, aku memeng sudah menunggu mereka, bapak bisa pergi sekarang" Ucap Cahaya sambil tersenyum memandang kedua pengianat itu.
Tiba-tiba Arga datang menerobos dan berdiri didepan Cahaya.
"Brengsek kamu Cahaya, Gara-gara kamu saya dipecat dari perusahaan dan di blaclist dari perusahaan manapun. Karena aku dituduh sebagai pelakor" teriak Keyla emosi yang mengebuh-gebuh.
"Lah dimana salahnya, kan emang kamu pelakor, berarti tidak salah dong" Ucap Cahaya polos"
"Aya berikan mas kesempatan satu kali lagi. Mas janji tidak akan pernah menghianatimu. Ujar Aditya memohon pada Cahaya.
"Haaaaa Haaaaa"
Tawa Cahaya pecah mendengar perkataan kedua manusia yang ada didepan mereka.
"Seharusnya saya yang marah, Tapi kamu datang marah-marah kepadaku. Sungguh dunia sudah terbalik, pelakor lebih galak dari pada istri sah"
Prok prok prok.
Cahaya bertepuk tangan melihat kedua pasangan menurutnya tidak tau malu.
__ADS_1
"Ya kumohon maafkan saya, saya akan melakukan apapun asalkan kamu mau memafkanku" Ucap Aditya yang membuat Cahaya tertawa kembali.
"Arga apakah semua laki-laki seperti dirinya tidak mempunyai harga diri dan tidak punya pendirian" Tanya Cahaya dengan nada mengejek.
"Tidak Nona, laki-laki akan dilihat ucapan dan pendirian, itulah laki-laki sejati Nona" Ucap Arga
"Baiklah Mas, saya akan memaafkanmu, tapi kamu harus meninggalkan dia dan anaknya, apakah bisa?" Tanya Cahaya yang membuat Keyla membulatkan matanya.
"keterlaluan kamu Cahaya, kamu ingin memisahkan anak dari ayahnya, apakah kamu tidak punya perasaan" Teriak Keyla.
"Seharusnya kata-kata itu untuk mu, wanita murahan, apakah kamu sadar apa yang kamu ucapkan, laki-laki yang ada disampingmu itu suamiku" Ucap Anisa geram.
"Itu karena kamu mandul, suami dan mertuamu membutuhkan keturunan. tapi kamu tidak bisa memberikannya anak." Ucap Keyla menggebu gebu.
Cahaya berdiri dari kursi kebesarannya dan menghampiri Keyla.
Plak. .
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Keyla. Aditya ingin mencegah namun dengan cepat Arga mencekak tangan Aditya sehingga dia tidak bisa bergerak menolong Kayla.
"Tuan sebaiknya anda nikmati kemarahan Istrimu. tamparan itu pantas kepada sang pelakor. " Ucap pelan Arga dengan seringai jahatnya.
"Aw.. " Pekik Keyla kala Cahaya menarik rambutnya.
"Dasar murahan, pelakor beraninya kamu menghina saya" Ucap Cahaya seraya membenturkan kepala Keyla di meja kerjanya, sehingga kening Keyla berdarah.
"Pergi kalian dari tempat ini dan kamu Aditya jangan pernah menginjakan kakimu di kantor ini kamu saya pecat" Teriak Cahaya.
'saya akan melaporkan mu kepolisi atas kasus penganiayaan " Teriak Keyla menahan sakit kepalanya karena benturan keras ia Terima dari Cahaya.
"Aku tunggu, kita lihat saja siapa yang dipenjara Saya atau kamu" Ucap Cahaya Sambil memberi kode Arga untuk menyeret kedua manusia itu.
Cahaya langsung terduduk lemas di kursi kebesarannya, dadanya terasa sangat sesak, hatinya hancur dan peri karena penghianatan suami dan sahabatnya.
...***Bersambung***...
__ADS_1