Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 75


__ADS_3

"Cahaya sudah sampai di rumahnya. Ia naik. Pelayan itu menghampiri Cahaya yang baru datang.


" Nona mau dimasakkan apa?" Tanya Pelayan itu pada Cahaya."


"Tidak usah bi, saya sudah makan." Ujar Cahaya lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi Cahaya Membaringkan badannya dikasur king sizenya. Karena tubuhnya sangat lelah seharian bekerja.


Handphone Cahaya berdering terus, Namun pemilik handphone masih berada dalam dunia mimpinya.


Sedangkan di negara lain seorang lelaki cemas karena telponnya tidak diangkat. Ia sudah menelpon hampir 50 kali namun tidak ada respon dari kesayangannya.


"Chandrick menelpon ART yang khusus menjaga Cahaya.


" Hallo bi, apa Cahaya sudah pulang? " Tanya Chandrick disebrang telpon.


"Sudah tuan, Nona ada dikamar Tuan." Ujar ART itu pada Chandrick.


"Apa Cahaya baik-baik saja, telpon ku tidak diangkat dari tadi Bi." Ujar Chandrick cemas.


"Tunggu tuan, saya lihat Nona Cahaya dulu dikamar." ART Itu menaiki tangga menuju kekamar Cahaya. Sesampainya didepan pintu kamar Cahaya.


Tok Tok Tok


Tok Tok Tok


ART Membuka pintu kamar Cahaya dengan pelang, karena tidak ada suara dari dalam.

__ADS_1


ART itu melihat Cahaya tertidur pulas, bahkan tidak terganggu saat ART itu masuk kedalam kamarnya.


Setelah melihat Cahaya baik-baik saja ia keluar dari kamar majikannya.


ART itu kembali melaporkan pada Chandrick yang masih tersambung telponnya.


"Bagaimana bi, apa Cahaya baik-baik saja." Ujar Chandrick khawatir.


"Iya Tuan, Nona baik-baik saja. Nona lagi tidur Tuan kayaknya nona sangat kelelahan sehingga ia tidak menyadari saya masuk ke kamarnya."


Setelah Chandrick mengetahui pujaan hatinya baik-baik saja, ia mematikan telponnya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


...****************...


Cahaya sudah berada di meja makan. Ia menikmati sarapan paginya


Setelah selesai makan Cahaya bersiap pergi untuk menemui seseorang.


Cahaya sudah berada di markas, markas itu adalah milik suaminya. Cahaya langsung pergi menemui seseorang yang berada diruang persenjataan.


Brak


Cahaya membuka kasar pintu membuat orang didalam kaget. Mereka tidak ada berani mengumpat, mereka tahu siapa yang datang dengan membuka pintu cukup keras. Tidak mungkin mengumpat atau memaki istri kesayangannya king mereka.


"Ikut saya." Ucap Cahaya datar lalu berjalan lebih dulu dan diikuti bastian dibelakangnya.


Cahaya memasuki Ruangan yang besar.

__ADS_1


"Bagaimana apa kamu sudah menjalankan tugasmu." Ujar Cahaya datar.


"Sudah nona, Bahkan wajahnya sangat rusak." Ujar Bastian mantap.


"Pantau dia terus jangan sampai kehilangan jejak."


"Baik Nona."


"Biarkan dia menderita lebih dulu. Setelah 1 minggu bawah dia ke markas kita eksekusi dia." Ujar Cahaya datar dan diangguki Bastian.


Cahaya berjalan keluar dari markas dan naik ke mobilnya lalu mengendarainya dengan pelan.


"Satu persatu akan ku singkirkan yang telah membuatku menderita. Sekarang giliranmu Keyla. kamu berusaha membunuhku dengan mengirim preman sehingga saya terjatuh kejuran." Guman Cahaya namun ia tetap pokus menyetir.


Cahaya sudah berada di kantornya, Namun saat ia berjalan mau masuk ke Lift, Tiba-tiba ia merasakan pusing kepalanya hingga ia hampir terjatuh.


"Nona tidak apa-apa"Ujar orang itu memegang pinggang Cahaya."


Cahaya membuka matanya lalu ia memandang laki-laki yang masih memegang pinggang nya


Deg


"Mata itu mirip mata Cahayaku, bahkan jantungku berdetak lebih kencan ketika saya berdekatan dengannya.Apakah dia." Ujar orang itu dalam hati lalu menggelengkan kepalanya.


"Tuan, tuan tidak apa." Cahaya bingung, apa yang dipikirkan orang didepannya tentang dirinya.Begitulah Pikirnya.


"Tuan Kevin anaknya, Tuan Dirgantara kan." Ujar Cahaya berpura-pura tidak kenal.

__ADS_1


"Iya Saya anaknya Deon Dirgantara. Saya yang menggantikannya untuk membahas kerjasama dengan perusahaan Drick." Ujar Kevin masuk kedalam Lift, Cahaya tetap berdiam kaku, bingung ikut masuk atau tidak.


...***Bersambung***...


__ADS_2