Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 52


__ADS_3

Tok Tok Tok


"Masuk" Ujar Chandrick yang masih pokus dengan laptopnya.


Cahaya berjalan santai dan langsung duduk didepan Chandrick tanpa dipersilahkan.


Chandrick tersenyum melihat Cahaya yang sudah ada di depannya.


"Ada apa tuan memanggilku?" Tanya Cahaya yang bersikap Formal pada Chandrick karena masih jam kantor..


Chandrick hanya mendengus kesal mendengar panggilan Cahaya kepadanya.


"Sayang jangan panggil tuan, kita kan hanya berdua." Ujar Chandrick lembut.


"Tidak bisa, kita harus profesional apa lagi kita masih berada area kantor." Ujar Cahaya tegas.


"Terserah kamu saja." Pasrah Chandrick.


"Apa kamu sudah menemukan yang mencuri data-data perusahaanku." Tanya Chandrick sambil menatap Cahaya.


Tanpa menjawab pertanyaan Chandrick. Cahaya mengambil Handphonenya yang berada disaku blazernya. Cahaya menyalakan Video yang sempat tadi ia rekam. Setelah rekaman itu menyalah, Handphonenya langsung diberikan Pada Chandrick. Chandrick menatap Handphone itu dengan perasaan yang tidak bisa dia artikan.


Chandrick mengambil handphonenya yang berada di atas mejah kerjanya. Lalu dia menghubungi asistennya.


"Hallo Tuan." Sapa Hanz yang berada dalam telpon.


"Hanz keruangan ku sekarang." Ujar Chandrick dan langsung mematikan telponnya secara sepihak. Sedangkan Hanz hanya mengumpat bosnya dengan kesal.


"Kebiasaan, Untung bos." Ujar Hanz berjalan menuju keruangan Chandrick.


Tok Tok Tok

__ADS_1


"Masuk" Ujar Chandrick dari dalam.


Ceklek


Hanz langsung menghampiri Chandrick.


Chandrick melihat pipi Hanz yang memerah kayak bekas tamparan.


"Hanz, kenapa dengan pipimu memerah begitu?" Tanya Chandrick Dengan menunjuk pipi Hanz, Sedangkan Hanz melirik Cahaya.


"Kenapa kamu melirik Cahaya begitu." Bentak Chandrick tidak suka Hanz walaupun hanya melirik Cahaya saja.


"Maaf tuan." Ujar Hanz menunduk.


"Terus itu pipimu kenapa?" Chandrick kembali bertanya pada Hanz karena masih penasaran dengan pipi Hanz yang memerah.


"Tuan ini ulah Nona Cahaya, dia menampar saya ketika saya memanggil dia untuk memberitahu kalau tuan mencarinya. Malah pipiku yang mulus terkena sasaran." Aduh Hanz pada Chandrick. Sedangkan Chandrick hanya melongo mendengar perkataan Hanz seakan tidak percaya.


"Tidak sengaja, habisnya dia ngagetin saya jadi tanganku kesasar kemukanya." Ujarnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Hanz hanya bisa menghela nafas "Katanya tangannya kesasar dipipiku. Tidak tau apa, kalau ini pipi sakit karena ulahnya." Batin Hanz kesal.


"Ayo kita ngobrol disofa." Ajak Chandrick pada Cahaya dan Hanz.


"Ada apa tuan memanggik saya kesini." Ujar Hanz membuka obrolan. Walaupun Rahangnya agak sakit namun dia tetap berusaha berbicara dengan menahan sakit.


Tanpa menjawab pertanyaan Hanz, Chandrick langsung memutar Video yang masih berada dihandphone Cahaya.


"Saya ingin kamu menangkap orang yang berada dalam handphone Cahaya. Dan bawah dia ketempat biasa. Ujar Chandrick pada Hanz.


" Baik tuan." Ujar Hanz. Lalu berdiri untuk mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh Chandrick.

__ADS_1


" Kamu mau apakan orang itu.? Tanya Cahaya penasaran, Sekarang Chandrick hanya berdua dalam ruangan karena Hanz sudah keluar untuk mengerjakan tugas.


"Hanya bermain saja sama dia sayang." Ujar Chandrick lembut lalu berpindah duduk dekat Cahaya.


"Boleh saya ikut, saya juga ingin bermain sama mereka. boleh ya" Ujar Cahaya dengan mempelihatkan puppy eyes yang membuat Chandrick gemas pengen mencubit pipi Cahaya.


Chandrick hanya menghela nafas panjang mendengar permintaan Cahaya yang susah sekali ia tolak.


"Baiklah, nanti kamu ikut." Chandrick hanya pasrah mengikuti kemauan sang pujaan hatinya.


"Ndrick, Kalau kita sudah mengatasi para penghianat itu, saya akan kembali kenegarahku untuk membalas mereka yang hampir melenyapkan nyawaku." Ujar Cahaya dengan serius sambil menatap Chandrick.


Deg


Jantung Chandrick seakan berhenti sejenak.


"Apa kamu harus kembali.?" Tanya Chandrick dengan menatao Cahaya begitu dalam.


Chandrick memegang tangan Cahaya. "Cahaya apa kamu tidak mau mempertimbangkan untuk menikah denganku.


" Bukan saya tidak mau tapi..."


Chandrick langsung memotong perkataan Cahaya.


"Tapi apa?" Tanya Chandrick yang tidak sabaran."


"Makanya dengarin dulu." Ujarnya dengan kesel karena Chandrick memotong perkataannya.


"Iya, cepat katakan karena apa.?" Tanya Chandrick yang tidak sabaran.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2