Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 28


__ADS_3

Keesokan harinya Keyla ke kafe untuk menemui seseorang. Keyla memasuki Kafe dan dia menuju ruangan VIP.


Ceklek


"Maaf membuatmu menunggu. "


"Santai saja Key, Kita juga baru sampai. BTW apa yang kamu mau bicarakan sama kita."


"Begini Nin apa kamu kenal seorang preman atau semacam kayak mafia gitu." Ujar Keyla


"Tidak ada, untuk apa kamu mencari orang seperti itu, Itu berbahaya lo." Jawab Nindi memperingatkan Keyla.


"Tapi, saya butuh orang yang kuat untuk menghancurkan seseorang." Ujar Keyla menyiratkan kemarahan dimatanya.


"Saya punya kenalan dia seorang Mafia kejam. Saya yakin dia mau membantu kamu. Cuma bayarannya mahal." Ujar Rara memberitahu keyla.


"Saya tidak masalah mengenai bayaran, Yang penting dia bisa menghancurkan seseorang kalau perlu menghabisinya saya juga tidak peduli."


"Tunggu saya hubungi dia dulu."


Rara mengambil handphonenya yang ada di dalam tas Lalu dia menghubungi seseorang.


Setelah Rara selesai berbicara dengan orang yang dia telpon lalu dia berali menatap Keyla.


"Bagaimana, apa dia mau?" Tanya Keyla penasaran.


"Iya dia mau, ayo kita pergi temui dia." Ujar Rara dan duangguki Keyla.


1 Jam kemudian Keyla dan teman-temannya sampai ke markas Mafia yang akan dia sewa untuk menghancurkan Cahaya.


"Ra kamu yakin ini tempatnya, serem banget." Keyla bergidik ngeri melihat tempat yang ia datangi.

__ADS_1


"Iya Key saya yakin. Ayo masuk..." Ajak Rara memasuki markas Mafia dan membuat temannya bergidik ngeri dan menatap sekeliling markas itu. Para penjaga pintu gerbang badang-badangnya besar berotok dan mukannya sangar, Keyla begitu ketakutan melihat penjaga itu yang seram menurut Keyla. Sedangkan Rara hanya santai masuk di markas.


"Eh neng Rara, kok baru datang." Ujar Mafioso itu dan membuat kedua sahabat Rara kaget mendengar penuturan Mafioso yang berbadan kekar dan lumayan tampan.


"Sibu, banyak urusan." Jawabnya cuet.


Mafioso itu hanya terkekeh, karena dia tau kalau Rara orangnya cuet.


"Cari tuan Andi ya?" Tanya Mafioso itu pada Rara dan duangguki Rara.


"Ada di ruangannya." Beritahu Mafioso itu pada Rara.


Tanpa sepata kata Rara berjalan melewati Mafioso itu.


"Ayo" Ajaknya Pada kedua temannya.


Tok Tok Tok


"Masuk" Ujar orang didalam yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Sayang" Ujar Rara dan langsung duduk di pangkuan Andi.


"Kamu sudah datang," Ujar Andi mengelus lembut kepala Rara.


"Iyalah, kalau saya belum datang, yang duduk disini siapa, masa hantu." Ujar Rara cemberut yang membuat Andi gemes lalu mengecul bibir Rara.


"Sayang bos kamu dimana?" Tanya Rara yang masih setia duduk dipangkuan Andi.


"Ada di kamarnya, buat apa kamu cari dia sayang." Ujarnya ketus karena cemburu.


"Eiits bukan saya yang cari sayang, tapi temanku." Ujar Rara menunjuk arah Keyla.

__ADS_1


"Untuk apa dia mencari tuan Daniel?" Tanya Andi.


"Sini saya bisikin." Rara mendekatkan mulutnya kearah telinga Andi yang dianggukinya.


"Yang berdiri dulu ya." Ujarnya lembut.


"Saya nyaman berada diapngkuanmu sayang." Ujar Rara dan mengeratkan pelukannya pada Andi.


"bagaimana temanmu bisa ketemu sama bos, kalau masih dudut dipangkuan ku sayang."


"He he he, iya ya." Ujar Rara cengegesan yang membuat Andi geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya.


Setelah Rara berdiri di pangkuan Andi. Andi juga ikut berdiri dan mengajak ketiga wanita itu menuju kekamar bosnya.


Tok Tok Tok.


Ceklek


Kedua wanita itu kagum melihat ketampanan sang bos Mafia yang terkenal kejam.


"Ada apa Ndi?" Tanya Daniel dan berali menatap ketiga wanita yang berdiri dibelakang Daniel. Daniel mengenal Rara, karena Rara adalah pacarnya Andi orang kepercayaan sedang kedua wanita itu dia tidak mengenalnya.


"Bos dia ingin ketemu" Ujar Andi


"Ayo kita bicara diruangan sana." Ujar Daniel dan menunjuk salah satu ruangan.


Ruangan itu adalah tempat berkumpulnya Para Mafia.


Daniel memasuki ruangan itu dan dia langsung duduk di kursi kebesarannya sebagai ketua Mafia.


"Ada apa kalian ingin menemuiku." Ujar Daniel dengan gagahnya sambil menatap satu persatu orang yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Sedangkan Keyla sudah gemetar ketakutan karena Daniel menatapnya dengan tajam.


...***Bersambung***...


__ADS_2