Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku

Penghianatan Suamiku Dan Sahabatku
Bab 79


__ADS_3

"Kamu kenal sama penjual itu" Bisik Arsya yang sudah berada di dekat Ratih.


"Ya kenal, saya selalu belli disini." Ucap Dokter Ratih tanpa menoleh.


"Ini Neng gado-gadonya." Ucap penjual gado-gado itu.


Setelah Arsya mendapatkan pesanan yang diminta oleh Chandrick. Ia segera kerumah sakit.


Bran


Arsya membuka kasar pintu ruangan tempat dirawat Cahaya.


"Arsya cari mati kamu" Ujar Chandrick kesel.


Arsya hanya cengengesan memperlihatkan gigi putih nya.


"Ini pesanan anda tuan baginda Raja." Ucap Arsya memberikan gado-gado itu pada Chandrick.


Chandrick menyuapi Cahaya dengan telaten. Sampai bubur gado-gado itu habis tidak tersisa.


Satu minggu kemudian Cahaya sudah beraktifitas seperti biasa. dan hari ini ia akan ke markas ditemani oleh suaminya.


Chandrick dan Cahaya sudah berada dalam mobil ia mengendarai dengan kecepatan pelan. Ia harus tetap menjaga keselamatan istri dan anaknya dalam kandungan Cahaya.


"Sayang biar saya saja yang turun tangan membalaskan dendammu ya." Ujar Chandrick dengan memegang tangan Cahaya.


"Tidak hubby, jangan khawatir hubby. Saya akan menyelesaikan secepatnya dan ikut bersama Hubby di Jerman.


Chandrick menghela nafas panjang. "Baiklah, tapi kamu harus hati-hati ya sayang." Pasra Chandrick.


Mereka sudah sampai dimarkas KING OF DEAD.

__ADS_1


Cahaya turun dan menemui Bastian. "Dimana dia"


"Ada diruang bawah tanah Nona." Ujar Bastian menunduk.


"Selamat datang tuan." Ujar para Anak Buahnya yang berada dimarkas.


"Heem"


Chandrick dan Cahaya berjalan menuju ke ruang bawah tanah.


Sesampainya di bawah tanah ia melihat Clara yang terikat.


"Siram dia." perintah Cahaya.


"Kamu..., Kenapa kamu menyuruh orang menculik ku bahkan kita tidak saling kenal." Ujar Clara menatap Cahaya.


"Yakin kamu tidak mengenalku." Cahaya duduk didepan Clara dengan santai kursi yang sudah disiapkan oleh anggotanya.


"Bukankah kamu Cek diperusahaan Drick yang bekerjama dengan perusahaan ayah mertuaku." Ujar Clara mengingat pernah ketemu dengan Cahaya di Cafe bersama suami dan mertuanya.


Cahaya tersenyum menyeringai, lalu ia mendekat kearah Clara yang tangannya masih Terikat.


"Kamu pasti kenal Cahaya Aditama kan." Ucapnya berbisik dekat telinga Clara.


Deg


"I.. iya.." Ujar Clara Gagap dan mulai merasa ketakutan.


"Cahaya Aditama itu saya. dan Gara-gara kamu muka saya rusak dan hampir tewas. Seandainya waktu itu tidak ada orang menolongku." Cahaya menatap tajam Clara.


Deg

__ADS_1


"Jadi ka... mu.. Ma.. sih hidup." Ujar Clara gugup dan takut.


"Iya saya masih hidup." Ujar Cahaya


"Siram dia." Perintah Cahaya lalu mendekat kearah suaminya.


Clara disiram dengan Air keras.


Aaaahhh.. sakit...


Clara berteriak ketika wajahnya disiram dengan air keras sehingga badannya sebagian terkena.


Cahaya hanya menatap datar Clara.


"Buat dia, dia sendiri meminta kematiannya." Ujar Cahaya pada Bastian lalu ia melangkah ke luar dari ruangan bawah tanah.


"Hubby Gendong." Rengek Cahaya. Semenjak Cahaya hamil, ia tidak bisa berjauhan dengan Suaminya.


Chandrick tersenyum lalu ia menggendong cahaya Alah Bridal Style menuju ke mobilnya.


Chandrick mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Cahaya menatap luar entah apa yang ia pikirkan.


Chandrick tidak sengaja melirik istrinya yang sedang melamun. Ia menyentuh tangan Istrinya dan tangan satunya tetap memegang kemudi. "Apa yang kamu pikirkan sayang."


"Tidak ada mas" Ucapnya tersenyum ke arah suaminya.


"Maaf Hubby, saya telah menyeretmu di dalam masalahku. Saya janji setelah urusanku dengan Keyla selesai saya akan ikut bersama Hubby Ke jerman." Ucap Cahaya dalam hati sambil melirik suaminya yang serius mengendarai mobilnya.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2